SANGATTA – Seperti di beberapa daerah lainnya, kebutuhan sembako di Kutim menjelang dan pasca Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri dipastikan aman. Sampai saat ini semua kebutuhan tersebut bisa terpenuhi dengan lancar. Tidak hanya di Sangatta saja, akan tetapi menyebar hingga di 18 kecamatan di Kutim.
Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim Muhammad Edwar Azran, beberapa kebutuhan yang dimaksud ialah seperti beras, gula pasir, sayur dan buahan, daging sapi dan ayam, minyak goreng, susu dan telur, serta minyak, elpiji, dan garam. Bahkan tiga jenis sembako dinaikkan. Seperti minyak, daging, dan gula.
“Karena tiga hal ini sangat penting bagi masyarakat. Harganya wajib rata diseluruh Indonesia. Ini sudah merupakan ketentuan dari pusat. Sehingga semua daerah termasuk Kutim wajib mematuhinya. Jika ditemukan ada yang bermain maka langsung laporkan kepada kami,” tegas Edwar.
Hanya yang dikhawatirkannya pusat mengurangi jatah suplai ke beberapa daerah. Jika hal ini terjadi, maka besar kemungkinan stok akan terbatas. Permintaanpun akan meningkat. Akan tetapi ini hanya perandaian saja. Karena dari pengalaman sebelumnya, kebutuhan pangan Kutim selalu terpenuhi. Yang mengalami perubahan hanya harga. Itupun masih diambang batas wajar.
“Mudahan saja suplai aman. Karena 80 persen Kutim disuplai dari pusat. Karena pusat produsennya.Kita hanya penerima saja,” katanya.
Terlepas dari itu, dirinya berharap pelabuhan kenyamukan bisa segera dioperasikan. Pasalnya hal ini akan mempermudah dan mempercepat peredaran barang masuk ke Kutim. Dengan begitu Kutim akan bangkit dan semakin berkembang. Tak kalah penting rakyatnya akan sejahtera.
“Pelabuhan sangat kita butuhkan. Jika kita lihat Belanda, Cina, Hongkong semua ada pelabuhan besar. Begitupun Singapura. Thailand, Malaysia, dan Sumatra. Yang bikin kaya itu pelabuhan. Jika ada pelabuhan pasti akan sejahtera. Tetapi yang terpenting ialah rakyat sejahtera. Makanya Kutim harus memiliki pelabuhan. Yang ada saat ini harap kiranya dipercepat. Dengan begitu semua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan mudah dan cepat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengawas Konsumen (LPK) Andi Arafah meminta kepada pemerintah, untuk gencar melakukan pengawasan terhadap konsumen. Tidak hanya digelar setahun sekali akan tetapi secara berkala. Tidak hanya pemenuhan kebutuhan pokok dan harga, akan tetapi hingga kualitas barang. Mulai dari kemasan rusak, kadaluarsa dan lainnya.
“Jadi harus benar-benar dipantau. Sehingga konsumen bisa aman. Karena ada oknum yang kerap melenceng dari aturan. Nah mereka inilah yang harus di awasi,” pintanya. (dy)







