• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Kubu Jokowi Sebut Kubu Prabowo Mainkan Drama Rusia

by M Zulfikar Akbar
5 Februari 2019, 17:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan sambutan seusai mengikuti jalan sehat di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu, 2 Februari 2019. Kegiatan jalan sehat tersebut diselenggarakan oleh relawan Roemah Djoeang Prabowo-Sandi. ANTARA

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan sambutan seusai mengikuti jalan sehat di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu, 2 Februari 2019. Kegiatan jalan sehat tersebut diselenggarakan oleh relawan Roemah Djoeang Prabowo-Sandi. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan kubu oposisi atau Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, memainkan drama Rusia dengan membenturkan pernyataan Jokowi soal Propaganda Rusia dengan reaksi Kedutaan Besar Rusia. Ace menuding BPN sedang membangun narasi bahwa Jokowi tak paham tata krama diplomatik.

“BPN Prabowo kembali menggunakan kasus propaganda Rusia sebagai drama beberapa babak. Babak pertama mencoba membenturkan Pak Jokowi dengan Pemerintah Rusia,” ujar Ace melalui keterangan tertulisnya, Selasa 5 Februari 2019.

Sebelumnya, calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi menuding ada pihak yang menggunakan propaganda Rusia untuk memutarbalikkan fakta. “Cara-cara politik seperti ini harus diakhiri, menyampaikan semburan dusta, semburan fitnah, semburan hoaks, teori propaganda Rusia yang kalau nanti tidak benar, lalu minta maaf. Akan tetapi, besoknya keluar lagi pernyataan seperti itu, lalu minta maaf lagi,” kata Jokowi di Kantor Redaksi Jawa Pos, Graha Pena, Surabaya, Sabtu, 2 Februari 2019.

Baca Juga:  Susun Kabinet Kerja Jilid II, Jokowi Tak Lagi Libatkan KPK

Ace menjelaskan pernyataan Jokowi terkait propaganda Rusia tidak mengasosiasikan Rusia sebaga negara. Melainkan hanya istilah yang disitir dari artikel karya Christopher Paul dan Miriam Matthews berjudul The Russian Firehose of Falsehood yang terbit tahun 2016 lalu. Penggunaan pernyataan ini, kata Ace tidak berhubungan dengan pemerintah dan negara Rusia.

Ia menambahkan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia selama ini berjalan dengan baik. Ace mengklaim hubungan persahabatan Indonesia dengan Rusia justru semakin erat di era Jokowi. Salah satunya buktinya, kata dia, nampak pada saat Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-33 pada 14 November 2018 lalu, di mana Jokowi bertemu dengan Presiden Rusia Vladmir Putin di Singapura.

Baca Juga:  Tolak Keluarkan Perppu KPK, Jokowi Minta Tunda Empat RUU

“Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Putin di Singapura untuk peningkatan kerjasama ekonomi dua negara,” tutur Ace.

Terkait pernyataan Jokowi, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menyatakan keberatan dengan penggunaan istilah Propaganda Rusia itu. “Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami,” ujar Lyudmila lewat keterangannya, Senin, 4 Februari 2019. Pernyataan resmi Kedutaan Rusia ini juga diunggah di akun Twitter resmi Kedutaan Rusia Jakarta.

Atase Pers Kedubes Rusia di Indonesia, Denis Tetiushin mengatakan, pernyataan itu menegaskan sikap Kedutaan Besar Rusia yang tak ingin istilah ini digunakan dalam kontestasi politik di Indonesia. “Kami tidak ingin istilah ini dipakai, karena istilah propaganda Rusia adalah fitnah murni yang diciptakan oleh Amerika Serikat,” ujar Denis kepada Tempo, Senin, 4 Februari 2019. (tempo)

Baca Juga:  Ledakan Terdengar di Lokasi Debat, Kapolda: Itu Petasan
Tags: jokowiPilpres 2019prabowo
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

BPN Prabowo-Sandi: Gelar “Cak Jancuk” Untuk Jokowi Tanda-tanda Kekalahan

Next Post

Israel Bangun Penghalang Baru Di Perbatasan Gaza

Related Posts

Prabowo Sebut Jurnalis, LSM, dan Pengamat sebagai Londo Ireng
Nasional

Prabowo Sebut Jurnalis, LSM, dan Pengamat sebagai Londo Ireng

24 Juli 2026, 19:56
“Palu Godam” Prabowo di Hutan Kaltim
Opini

“Palu Godam” Prabowo di Hutan Kaltim

11 April 2026, 14:30
Pesan Luhut ke Prabowo; Jangan Bawa Orang “Toxic” Masuk ke Kabinet
Nasional

Pesan Luhut ke Prabowo; Jangan Bawa Orang “Toxic” Masuk ke Kabinet

4 Mei 2024, 18:03
Kisah Cinta Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto; dari Murid-Mentor hingga Berpisah karena Politik
Ragam

Kisah Cinta Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto; dari Murid-Mentor hingga Berpisah karena Politik

17 Februari 2024, 17:05
Kunjungan ke Kaltim, Jokowi Minta Dilakukan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Beras
Kaltim

Kunjungan ke Kaltim, Jokowi Minta Dilakukan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Beras

21 September 2023, 12:58
Peluang Jokowi 3 Periode Dinilai Sudah Tertutup
Nasional

Peluang Jokowi 3 Periode Dinilai Sudah Tertutup

21 Maret 2022, 16:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.