BONTANGPOST.ID, Bontang – Satu kursi PDI Perjuangan di DPRD Bontang hingga kini masih kosong setelah wafatnya Maming pada 4 April lalu. Partai mulai menyiapkan proses pergantian antarwaktu (PAW), dengan nama Sudiyo mencuat sebagai kandidat terkuat berdasarkan perolehan suara pileg 2024.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bontang, Joni Alla’ Padang, mengatakan pihaknya memang sebelumnya enggan berkomentar mengenai proses PAW. Mengingat masih suasana berkabung.
“Memang kami belum berkoordinasi dengan DPD PDI Perjuangan Kaltim terkait ini. Apalagi ada beberapa agenda di DPD saat ini,” kata Joni.
Mengenai PAW, tahapannya mencakup pleno di lingkup DPC. Kemudian satu nama yang diusung tersebut diserahkan kepada DPD. Setelah itu nama terpilih akan diajukan ke KPU Bontang itu dilakukan pleno dan penetapan sebagai pengganti.
“Ada beberapa dokumen administrasi yang juga harus diserahkan. Salah satunya yakni surat kematian almarhum,” tutur dia.
Pasca penetapan, nama terpilih akan diserahkan ke Sekretariat DPRD untuk dilakukan paripurna PAW. Menurutnya mengacu hasil pileg 2024 lalu, posisi kedua untuk dapil Bontang Selatan yakni Sudiyo dengan 640 suara.
“Kalau mengacu jumlah suara memang demikian (Sudiyo). Tetapi kami akan bahas di internal dulu,” terangnya.
Diketahui PDI Perjuangan memiliki tiga kursi di Sekretariat DPRD Bontang. Bahkan partai bentukan Megawati Soekarno Putri ini menempati urutan tiga besar sehingga berhak atas kursi pimpinan DPRD Bontang.
Maming meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis pasca dirujuk ke RSUD Taman Husada. Ia memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. (ak/kp)





