BONTANG – Tak henti-hentinya Badak LNG menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat Bontang melalui Program Community Development (Comdev). Salah satunya melalui kegiatan penyerahan bibit lele.
Acara ini dibuka langsung oleh Busori Sunaryo selaku Pjs Senior Manager Corporate Communication Badak LNG. Turur hadir Kepala Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bontang, Heru Yuswanto, Rabu (2/5) bertempat di Lapas Kota Bontang.
“Bantuan bibit lele sebanyak 4 ribu ekor yang diserahkan hari ini (kemarin, Red.) merupakan bagian dari pilar pemberdayaan masyarakat yaitu rangkaian program Kampung Asimilasi Warga Lapas,” ujar Busori.
Program Kampung Asimilasi Badak LNG adalah sebuah program yang menciptakan pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sudah menjalani kurang lebih sepertiga masa hukuman. Agar lebih produktif dalam proses asimilasi.

Program-program yang tergabung dalam Kampung Asimilasi di antaranya program pengelolaan peternakan ayam, pengelolaan kebun buah naga, pemanfaatan drum bekas Non B3, pengelolaan hidroponik, pengelolaan makanan sisa WBP, hingga program pembuatan pupuk kandang.
Program-program tersebut saling terintegrasi untuk mewujudkan kondisi Lapas Bontang yang bermanfaat bagi WBP. Serta dapat meningkatkan self-empowerment dan kepercayaan diri ketika keluar dari Lapas dengan berbagai bekal dan keterampilan yang telah diterima usai menjadi WBP.
Selain pemberian bibit lele ini, Badak LNG juga memberikan pendampingan serta pelatihan untuk mempersiapkan peralatan dan perlengkapan untuk budidaya ikan lele. Pelatihan dan pendampingan ini dilakukan secara bertahap selama dua bulan, dimulai pada April ini.
Pada tahap awal, dilakukan koordinasi pembelian alat dan bahan seperti jaring, benang nilon, pakan ikan, pipa, dan pompa air. Serta pembentukan kelompok sebanyak 5 orang. Lalu pada tahap ke dua dilakukan pelatihan berupa pemberian materi pembuatan jaring yang disesuaikan dengan luas kolam.
Penyambungan jaring berukuran sekitar 40 meter ini dilakukan secara manual menggunakan benang nilon. Ditargetkan proses penjahitan akan selesai dalam 3 hari. Tahapan berikutnya adalah pemindahan bibit ikan lele ke kolam yang sudah tersedia di Lapas Bontang.
Dalam rangkaian pelatihan ini, Badak LNG melibatkan Mitra Binaan Kelompok Barisan Gotong Royong. Diketuai oleh Didid Subaedi bergerak di bidang budidaya dan pengolahan lele sebagai instruktur pelatihan. Kelompok ini sudah berhasil memasuki tahap kemandirian sejak 2016 silam serta mendapatkan hak paten pada Proses Penjernihan Air Sungai untuk Budidaya Lele.
Sedangkan di 2018 ini, Badak LNG berencana mengembangkan program Kampung Asimilasi dengan menambahkan beberapa program baru. Juga penambahan program yang sudah ada. Penambahan program itu di antaranya perluasan kebun buah naga dengan menambahkan 600 bibit dan penambahan 2 buah media tanam hidroponik sepanjang 4 meter.
Melalui program Comdev, Badak LNG senantiasa mendorong secara langsung agar masyarakat lebih mandiri, baik secara ekonomi, sosial, maupun kapasitas pribadinya.
“Pada kesempatan ini Badak LNG mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu jalannya program Kampung Asimilasi. Semoga Badak LNG mampu mewujudkan cita-citanya yakni Maju Bersama Masyarakat,” tambah Busori. (ra/adv)







