• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Lokasi Dekat Tambang, SMPN 13 Langganan Banjir 

by BontangPost
22 Februari 2018, 11:34
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
KERAP BANJIR: Pejabat Pemkot Samarinda saat meninjau SMP Negeri 13 Samarinda yang selalu menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

KERAP BANJIR: Pejabat Pemkot Samarinda saat meninjau SMP Negeri 13 Samarinda yang selalu menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Sejumlah guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Samarinda yang berlokasi di Jalan Kartini, Nomor 37, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, geram pada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Pasalnya, sudah beberapa kali pemkot melakukan kunjungan, belum ada tindak lanjut terkait penanganan banjir yang sering melanda sekolah yang berdekatan dengan areal tambang batu bara tersebut.

“Sudah dua kali wali kota dan wakil walikota datang ke sini. Mereka menjanjikan akan segera menangani banjir dan melanjutkan pembangunan sekolah kami. Tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” kata salah seorang guru SMP Negeri 13 yang tidak ingin namanya dikorankan, Rabu (21/2) kemarin.

Guru tersebut mengaku sekolahnya setiap ada hujan selalu dilanda banjir. Bahkan pernah terjadi seluruh areal sekolah dipenuhi banjir, sehingga aktivitas pendidikan mandek.

“Kalau sudah dijanjikan mestinya harus dijalankan. Di awal datang ke sini pengen bantu kami, tetapi nyatanya sampai sekarang kami masih banjir, karena janji itu tidak direalisasikan pemerintah,” ucapnya.

Baca Juga:  Persiapkan Dirimu, Pemkot Bakal Terima Seribu PNS Baru 

Kepala Sekolah SMP Negeri 13 Samarinda, Baharuddin mengaku, pihaknya sudah biasa dengan banjir yang melanda sekolah yang memiliki 800 murid tersebut. Walau begitu, dirinya tidak pernah meliburkan aktivitas sekolah.

“Kalau ada hujan atau banjir, anak-anak tetap sekolah. Tapi kalau ada yang tidak sekolah karena banjir, itu hanya murid yang malas sekolah. Selama ini jika banjir, guru dan murid tidak pernah libur,” ujarnya.

Banjir di sekolah tersebut, lanjut dia, diduga terjadi karena aktivitas tambang batu bara yang tidak jauh dari lokasi sekolah. Walau pun tidak ada hujan, kadang-kadang di sekolah tersebut kebanjiran. Akibatnya, ruangan dan area sekolah kerap terkena banjir yang disertai lumpur.

Baca Juga:  Dianggap Berpolitik Praktis, Sekprov Ditegur Komisi ASN

“Harapannya masalah ini bisa segera diselesaikan. Karena banjir ini cukup mengganggu aktivitas belajar di sekolah. Walau pun murid dan guru tetap belajar dan mengajar seperti biasa, tetap saja banjir ini membawa dampak yang kurang baik untuk kelanjutkan pendidikan di sini,” ucapnya.

Sekolah tersebut tidak hanya dihantui banjir, tetapi salah satu gedung sekolah yang sebelumnya sudah dibangun Pemkot Samarinda terhenti. Sehingga pihak sekolah terpaksa menggunakan aula untuk menampung murid.

“Ruangan yang tersedia tidak cukup untuk aktivitas belajar dan mengajar. Laboratorium lama disekat jadi dua dan ruangan multimedia dijadikan enam kelas,” ungkapnya.

Pejabat Sementara (Pjs) Samarinda, Zairin Zain mengaku prihatin dengan keadaan SMP Negeri 13 Samarinda. Karena itu, dirinya akan membantu penyelesaian masalah yang dihadapi sekolah tersebut melalui bantuan anggaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2018.

Baca Juga:  Rusmadi-Ferdian Pecah Kongsi? 

“Masalah banjir di sana karena jalan yang berdekatan dengan sekolah itu masih berbentuk tanah. Kalau hujan, pasir atau lumpur akan masuk di areal sekolah. Karena paritnya bermasalah,” ujar Zairin.

Melalui bantuan anggaran, pihaknya akan memperbaiki drainase di sekitar sekolah tersebut. Selain itu, badan jalan akan diperbaiki sehingga tidak mudah menutup drainase jalan raya.  “Saya upayakan tahun ini segera diperbaiki,” ujarnya.

Ia mengaku tidak hanya akan membantu lewat APBDP 2018, tetapi juga mengusahakan pengalokasian anggaran di APBD 2019. Anggaran tersebut akan digunakan untuk menangani banjir dan pembangunan gedung sekolah yang sebelumnya sempat mangkrak.

“Salah satu gedung yang sempat dibangun pemerintah itu akan kami lanjutkan. Kami usakan tahun ini bisa masuk di APBDP,” katanya. (*/um/drh)

Tags: banjirMetro Samarindatambang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Baliho “Ilegal” Paslon Masih Berseliweran 

Next Post

Jatam Minta Kepolisian Bersikap Tegas 

Related Posts

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja
Kaltim

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja

2 Juli 2026, 15:50
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan
Kaltim

1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan

5 Juni 2026, 15:30
Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58
Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase
Bontang

Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase

10 Maret 2026, 08:00

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.