• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Mafia Tanah IKN Diusut, Kejati Kaltim Terima 12 Laporan Kongkalikong Lahan

by Redaksi Bontang Post
26 Juli 2022, 12:30
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Kawasan IKN dan sekitarnya rawan sengketa lahan.

Kawasan IKN dan sekitarnya rawan sengketa lahan.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Satuan tugas (satgas) mafia tanah bentukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim tengah menyisir potensi permainan lancung di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hal ini diungkapkan Kepala Kejati Kaltim Riki Deden Hayatul Firman di peringatan Hari Bakti Adhyaksa (HBA), Jumat (22/7) lalu. Sejak awal tahun, setidaknya ada 12 laporan permainan lahan di IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang masuk ke Bung Tomo, markas Kejati Kaltim.

“Dari jumlah itu, sudah ada enam laporan soal tanah di PPU dan Balikpapan yang ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Penindaklanjutan laporan itu, berupa turunnya tim satgas di bawah komando Asisten Intelijen Kajati Kaltim, yang mulai mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbangket) dari dugaan mafia tanah. Untuk laporan tersisa, kejaksaan masih menunggu kelengkapan administrasi. “Sisanya masih pengumpulan data,” kata mantan Kajati Maluku Utara itu.

Lebih lanjut diterangkan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltim Toni Yuswanto. Satgas Mafia Tanah merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Jaksa Agung 16/2021 tentang Pemberantasan Mafia Tanah. Output dari pulbangket yang ditangani bidang intelijen, kata dia, memiliki dua kanal. Pidana atau perdata. Bentuk pidana pun bisa ditarik ke korupsi atau pidana umum. “Kalau korupsi bisa soal pembebasan lahan yang dibeli pemerintah. Untuk pidana umum soal penyerobotan lahannya,” katanya dikonfimasi terpisah. Namun, semua itu bergantung dari hasil pulbangket satgas. Hasil bakal diteruskan ke bidang pidana khusus atau pidana umum. “Bisa juga diteruskan ke kepolisian atau dihentikan karena tak cukup bukti,” imbuhnya.

Baca Juga:  Jelang Perpindahan IKN, Sejumlah Kementerian Berkantor di Balikpapan

Disinggung soal ke mana arah potensi laporan dugaan mafia tanah yang masuk ke meja kerja Kejati Kaltim, Toni memilih irit bicara. Terlebih output dari hasil pulbangket bisa saja mengindikasikan dugaan itu berujung pada persoalan perdata. Jika laporan dugaan mafia tanah hasilnya menyiratkan adanya sengketa atau konflik atas lahan maka tindak lanjut dari laporan itu bakal diteruskan ke bidang perdata. Di sini, lanjut Toni, kejaksaan akan membuat legal opini atau pendampingan hukum atas permasalahan lahan tersebut. Untuk potensi dugaan lahan yang berkelindan dengan pemerintah, para beskal bisa bertugas sebagai jaksa pengacara negara.

“Luas potensi penyelesaiannya. Tapi, hasilnya (pulbangket) tetap harus dilaporkan ke Kejagung dulu. Baru diteruskan ke mana penanganannya,” ungkapnya. Persoalan kasus mafia tanah sebelumnya menjadi atensi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto. Mantan panglima TNI itu menyoroti kasus mafia tanah yang melibatkan oknum pejabat BPN. “Kita ketahui bersama, mafia tanah ada di mana-mana. Untuk itu saya perintahkan jajaran agar tak main-main dalam mengemban amanah yang diberikan oleh negara kepada kita. Sadarlah, rakyat butuh pelayanan kita dan butuh kenyamanan dan rasa aman,” ungkapnya dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Senin (18/7).

Baca Juga:  Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi IKN Tengah Dipersiapkan

Hadi mengatakan, pihaknya berkomitmen memberantas mafia tanah. Hadi tidak ingin warga yang memiliki hak atas tanahnya harus kehilangan tanahnya akibat ulah mafia tanah. “Keseriusan dalam memberantas mafia tanah sampai ke akar-akarnya adalah perintah presiden. Oleh sebab itu, jadi komitmen kita bersama dan akan terus kita lakukan, baik di kementerian yang menjadi dalam satu amanah bagi seluruh pejabat ATR/BPN di bidang pertanahan,” katanya. Indikasi kongkalikong lahan di IKN yang melibatkan pejabat daerah, juga sebelumnya mengemuka dalam persidangan tindak pidana korupsi yang menyeret bupati PPU nonaktif, Abdul Gafur Mas’ud (AGM).

Saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Samarinda pekan lalu, Camat Sepaku Risman Abdul menerangkan, adanya permintaan lahan seluas 211 hektare untuk diproses surat keterangan tanah (SKT) atau izin membuka tanah negara (IMTN). Risman mengatakan, medio 2020. Lanjut dia bersaksi, orang dekat AGM membawa bundel dokumen yang berisi daftar 113 nama pemohon pengajuan izin tersebut. “Saya enggak kenal siapa saja nama di daftar itu karena bukan orang Sepaku. Ada yang dari Penajam, Waru, hingga Babulu,” lanjutnya.

Baca Juga:  Luhut Sebut Arab Saudi Berminat Tanam Investasi di IKN

SKT diproses selepas berkoordinasi dengan kepala desa setempat. SKT terbit bertahap sepanjang 2020-2021. Saat ditunjukkan bukti SKT yang diterbitkannya oleh JPU KPK, terungkap 113 nama itu memiliki pekerjaan ibu rumah tangga, swasta, hingga pegawai honorer. Ditanya JPU mengapa tetap diterbitkan, Risman mengaku jika dirinya diancam dimutasi dari jabatannya jika tak memproses permohonan tersebut. Apalagi, AGM rutin menghubunginya soal proses surat tersebut. SKT itu dianulir medio Februari 2022, selepas berkoordinasi dengan kepala desa. Setelah munculnya operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret AGM cs.

“Karena saat itu ada dugaan lahan itu mau dibagi-bagikan buat pemilu,” tuturnya.

Luas lahan yang diminta untuk diubah jadi kepemilikan AGM itu sekitar 10 hektare dari 43 hektare. Lokasinya berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Sepaku. (riz/k16)

Tags: ikn
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Target Tiga Pos Retribusi di Bontang Dirasionalisasi

Next Post

Kasus Korupsi PT BME, Pengacara Terdakwa Bingung dengan Perhitungan Kerugian Negara

Related Posts

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028
Bontang

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028

14 Oktober 2026, 13:00
Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal
Kaltim

Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal

6 Juli 2026, 08:00
Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli
Lingkungan

Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli

25 Mei 2026, 15:17
4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta
Kaltim

IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta

30 Maret 2026, 09:00
Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim
Kaltim

Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim

25 Maret 2026, 12:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.