bontangpost.id – Peralihan KTP elektronik ke KTP digital mulai diterapkan di Bontang. Namun masyarakat yang melakukan aktivasi masih sekitar dua persen dari target 25 persen pengguna KTP elektronik hingga akhir tahun ini.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bontang Budiman menjelaskan, sejatinya pembaruan digitalisasi KTP dilakukan untuk mempermudah proses administrasi kependudukan. Hal itu juga untuk mewujudkan ‘satu data Indonesia’ yang menjadi program nasional.
“Pastinya untuk kemudahan administrasi dan pelayanan kepada masyarakat, jadi datanya terpusat,” jelasnya.
Selain itu, ia menyebut KTP digital diklaim dapat mengurangi biaya operasional, sebab KTP elektronik masih menggunakan blangko.
“Sering terjadi ketika blangko KTP habis, pelayanan menjadi terhambat. Adanya KTP digital ini termasuk menekan biaya. Jadi untuk masyarakat yang baru membuat KTP, akan diaktivasikan juga KTP digitalnya,” sebutnya.
Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK-PD) Disdukcapil Bontang Thamrin menambahkan, pemberlakuan KTP digital untuk pelayanan publik masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.
“Sebelumnya sudah ada tahap aktivasi untuk ASN, mahasiswa, dan pelajar. Saat ini masuk tahap aktivasi di masyarakat. Kalau dirasa sudah siap, baru akan diterapkan,” tambahnya.
Nantinya masyarakat tidak perlu membawa fotokopi berkas saat mengurus administrasi kependudukan, melainkan dapat menunjukkan KTP digital dan dan QR code. Diketahui, penggunaan KTP digital sudah diterapkan di fasilitas publik seperti bandar udara.
“KTP elektronik tetap digunakan, karena pasti butuh waktu untuk beralih. Akan tetap dilayani seperti biasanya,” pungkasnya. (*)





