• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Merugikan Konsumen, Jokowi Sentil PLN: Tak Punya Perhitungan Matang

by M Zulfikar Akbar
5 Agustus 2019, 18:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mendatangi kantor PLN. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mendatangi kantor PLN. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Insiden padamnya listrik di sebagian wilayah Jawa membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram. PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) yang paling bertanggung jawab atas pemadaman itu dinilai tidak memiliki tata kelola manajemen risiko yang baik menghadapi suatu masalah besar. Alhasil, banyak konsumen yang dirugikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Jokowi saat mendatangi kantor PLN yang berada di bilangan Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019) pagi. Di situ, Jokowi yang datang bersama jajaran kabinet tampak sedikit kesal. Pasalnya, mantan wali kota Surakarta itu tak habis pikir kenapa bisa PLN tidak bisa menyelesaikan masalah dengan cepat.

“Pertanyaan saya bapak ibu semuanya kan orang pinter-pinter. Apalagi urusan listrik dan sudah bertahun tahun. Apakah tidak dihitung atau apakah tidak dikalkukasi kalau akan ada kejadian. Sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop. Artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi. Itu betul-betul merugikan kita semuanya,” tegas Jokowi.

Baca Juga:  Tolak Keluarkan Perppu KPK, Jokowi Minta Tunda Empat RUU

Sebagai perusahaan dengan manajemen besar seperti PLN, Jokowi tak melihat bahwa PLN memiliki tata kelola manajemen risiko yang baik dalam menangani pemadaman listrik, kemarin (3/8). Yang ada, PLN dinilai lamban untuk menyelesaikan masalah pemadaman listrik di sebagian Jawa itu. “Pertanyaan saya kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan dengan baik?” tegasnya.

Jokowi mengatakan, kejadian tersebut tidak hanya merusak nama baik atau reputasi PLN sebagai operator yang diutus negara untuk mengelola kelistrikan. Lebih jauh dari itu, masyarakat dan khalayak luas juga dirugikan atas kejadian ini. Apalagi pemadaman listrik itu juga berimbas pada sektor transportasi massal.

“Pelayanan transportasi umum sangat berbahaya sekali, MRT misalnya. Kalau ada hal yang kurang ya blak blakan saja. Sehingga bisa diselesaikan dan tidak terjadi lagi untuk masa masa yang akan datang,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, blackout accident kemarin terjadi karena gangguan pada SUTET 500 kv Ungaran-Pemalang. Pengi­riman energi listrik dari timur ke barat gagal atau terputus. Aliran energi listrik yang terputus memicu trip atau lepasnya jaringan di PLTU yang ada di Jawa Barat dan Banten. Trip hanya terjadi di pembangkit listrik di wilayah barat sehingga pasokan listrik di timur Jawa tetap aman.

Baca Juga:  Ganggu Jaringan, Pohon Dipangkas

PLN merespons cepat insiden tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah perbaikan ground steel wiring (GSW) atau kawat tanah. Setelah listrik kembali normal, PLN akan melakukan investigasi penyebab gangguan pada kedua sirkuit di Ungaran-Pemalang. “Kami akan melakukan evaluasi internal juga untuk mencegah terulangnya kejadian ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani.

Proses normalisasi pasokan listrik beragam lamanya. Di tiap wilayah bisa berbeda. Tiga jam setelah aliran listrik dari GITET masuk, listrik di Jakarta mulai menyala. Di Jawa Barat dan Banten, prosesnya memakan waktu empat hingga lima jam.

Sementara itu, Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan kompensasi atas insiden tersebut. Hal itu merespons keluhan yang banyak beredar di media sosial. Menurut dia, PLN menegaskan sudah punya patokan regulasi soal kompensasi. Yakni Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan PT PLN Persero. “Masalah kompensasi sudah ada permennya. Pasti akan kami penuhi setelah recovery,” tegas Dwi Suryo kepada Jawa Pos tadi malam.

Baca Juga:  PKB Condong Kembali Dukung Jokowi

Dalam peraturan itu disebutkan, apabila tidak mendapatkan pelayanan sesuatu tingkat mutu, pelanggan bisa mendapat kompensasi maksimal 20 persen dari tagihan bulanan. Tiap pelanggan bakal mendapat kompensasi berbeda sesuai dengan konsumsi listrik bulan itu. Penghitungannya bisa dicek di aplikasi penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL).

“Ada aplikasi P2TL untuk menghitung. Ini juga dipantau Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM. Jadi, pelanggan tidak perlu khawatir,” tutur Dwi. Kompensasi, lanjut dia, diberikan pada bulan berikutnya setelah terjadinya gangguan. (jpc)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: jokowiPLN
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Arisan Online Rugikan Pesertanya, Ratusan Juta Amblas

Next Post

Korfball Junior Bontang Gondol Dua Emas di Kejurprov

Related Posts

Kunjungan ke Kaltim, Jokowi Minta Dilakukan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Beras
Kaltim

Kunjungan ke Kaltim, Jokowi Minta Dilakukan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Beras

21 September 2023, 12:58
PLN Jamin Pasokan Listrik di Bontang Aman Selama Ramadan
Bontang

PLN Jamin Pasokan Listrik di Bontang Aman Selama Ramadan

8 April 2022, 15:27
Peluang Jokowi 3 Periode Dinilai Sudah Tertutup
Nasional

Peluang Jokowi 3 Periode Dinilai Sudah Tertutup

21 Maret 2022, 16:30
Kabel PLN Jatuh ke Sungai, Listrik di Belakang Bank Dhanarta Padam
Bontang

Kabel PLN Jatuh ke Sungai, Listrik di Belakang Bank Dhanarta Padam

27 Desember 2021, 12:39
PLN Masih Perpanjang Diskon Listrik
Nasional

PLN Masih Perpanjang Diskon Listrik

24 Maret 2021, 09:25
Soal Strategi Ofensif, Jokowi: Masa 4 Tahun Suruh Diam Saja
Nasional

Jokowi: Masyarakat Harus Lebih Aktif Menyampaikan Kritik

9 Februari 2021, 09:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.