• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Minimnya Pendapatan dari Sektor Parkir, Butuh Keseriusan OPD Terkait

by M Zulfikar Akbar
27 Januari 2020, 17:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Legislator berharap adanya inventarisasi titik parkir oleh OPD terkait agar pendapatan daerah mengalami peningkatan drastis.(prokal)

Legislator berharap adanya inventarisasi titik parkir oleh OPD terkait agar pendapatan daerah mengalami peningkatan drastis.(prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalangan DPRD Bontang menyoroti minimnya realisasi pendapatan daerah dari sektor parkir. OPD terkait harus serius melakukan inovasi.

BONTANG – Belum maksimalnya pendapatan daerah dari sektor parkir jadi perhatian anggota dewan. Legislator menilai, butuh keseriusan dari organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berinovasi supaya capaian pajak maupun retribusi parkir meningkat.

Wakil Ketua DPRD Agus Haris mengatakan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perhubungan (Dihub), serta Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) wajib kerja keras. Sebab, Pemkot Bontang tidak dapat bergantung dari dana bagi hasil (DBH) migas saja.

“Harus melakukan koordinasi antara OPD terkait supaya capaiannya tidak stagnan atau justru menurun,” kata Agus.

Bentuknya dengan melakukan inventarisasi titik parkir potensial. Jadi, ditemukan data autentik jumlah kendaraan tiap harinya. Pasalnya, sejauh ini pendapatan daerah dari sektor parkir hanya bertumpu pada tujuh titik parkir. Meliputi Plaza Ramayana, Bank Mandiri (Jalan Ahmad Yani), Kawasan Wisata Bontang Kuala, Pasar Ikan Tanjung Limau, Pasar Sementara Rawa Indah, Pasar Telihan, dan Pasar Citra Mas Loktuan.

Baca Juga:  Andi Faiz Khawatir Serapan APBD Tidak Maksimal

“Saya melihat banyak titik yang selalu ramai dikunjungi oleh orang tetapi luput dari penarikan retribusi parkir,” ucapnya.

Politisi Partai Gerindra lantas menyebutkan titik tersebut yakni Pasar Malam Berbas Pantai, Bontang Plaza, serta tempat karaoke Happy Puppy. Belum lagi kawasan pertokoan maupun kafe yang ramai pengunjung.

“Ini terkesan yang mengendalikan parkir itu sendiri-sendiri. Padahal bisa didata angka kunjungannya tiap bulan dalam setahun. Kemudian ambil rata-ratanya,” sebut dia.

Terkait titik parkir yang sudah dikelola oleh masyarakat, Agus mempunyai solusi. Bentuknya dengan melakukan koordinasi dengan pihak bersangkutan. Selanjutnya, hasil kesepakatan itu dituangkan dalam payung hukum. Ketua Komisi I DPRD di periode 2014–2019 ini menilai, membagi hasil keuntungan dengan masyarakat sah-sah saja. Besar kemungkinan penggajian dan pemberian tunjangan kesehatan dapat diterima oleh masyarakat.

Baca Juga:  Persiapan Diminta Lebih Matang, DPRD Dukung Ditundanya Car Free Night Bontang

“Ini konsepnya penataan bukan pelarangan. Saya kira itu tidak masalah kalau mereka digaji dan diperhatikan dalam perlindungan kesehatannya,” ujarnya.

Selanjutnya, pembangunan Bontang City Mall (BCM) berada di depan mata. Bapenda harus sigap dengan investasi ini. Terutama menyangkut sektor pendapatan dari parkir. Agus berpesan supaya tidak terulang kembali membiarkan pendirian bangunan tapi tidak melihat potensi kunjungan.

“Harus segera koordinasi dengan investor. Kalau Perda Pengelolaan Parkir ini belum ada, mari kita buat,” pintanya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Rustam HS sepakat jika Perusda AUJ selaku perusahaan pihak ketiga yang turut mengelola parkir bakal kembali menarik pajak parkir di RSUD Taman Husada. Bagi setiap pengunjung yang masuk kawasan rumah sakit pelat merah tersebut.

Baca Juga:  Layanan Kir Ditutup, Pemkot Diminta Berbenah

“Satu-satunya rumah sakit yang tidak dipungut parkir itu di RSUD Taman Husada Bontang. Saya akan memaksa pemerintah menarik retribusi di sana. Apalagi bangunan untuk parkir di kawasan itu sudah dua lantai,” kata Rustam.

Politikus Golkar itu berharap masyarakat tidak alergi. Sebab, penataan parkir ini melihat situasi kota. Nantinya setiap titik parkir potensial wajib dikelola, baik itu oleh OPD terkait maupun perusahaan pihak ketiga.

“Pasti ini akan mendapat tantangan. Namun, ujung-ujungnya PAD buat warga juga,” sebutnya.

Rustam menyentil pencanangan target pendapatan dari sektor parkir dari tahun ke tahun angkanya tidak meningkat drastis. Kendati di akhir tahun target itu selalu tercapai.

“Paling tidak bisa tembus Rp 2 miliar,” pungkasnya. (*/ak/kri/k16/kpg)

Source: Prokal
Tags: bapenda bontangdprd bontangparkirperusda AUJ
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Chelsea Menang Tipis, Lampard Rindukan Sosok Loftus-Cheek

Next Post

MenPAN RB: Pusat Tak Urus Honorer Daerah

Related Posts

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar
Bontang

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar

6 Oktober 2026, 15:23
Parkir Depan RSUD Bontang Meluber ke Jalan, Penataan Jadi Kewenangan Dishub
Bontang

Parkir Depan RSUD Bontang Meluber ke Jalan, Penataan Jadi Kewenangan Dishub

29 September 2026, 13:00
Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW
Bontang

Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW

29 September 2026, 11:46
DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit
Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit

15 September 2026, 14:55
Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya
DPRD Bontang

Joni Alla’ Padang Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Bontang Besok

31 Agustus 2026, 21:15
Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL
DPRD Bontang

Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL

31 Agustus 2026, 15:37

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.