• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Pakar BRIN Wanti-wanti 7 Kota di Jawa Berstatus ‘Merah’ Risiko Gempa

by Redaksi Bontang Post
29 April 2024, 10:01
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan sejumlah kota terancam gempa yang merusak dan memicu banyak korban lantaran posisinya dekat dengan patahan atau sesar dan banyak penduduk.

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Nuraini Rahma Hanifa mengungkap daftar wilayah yang sangat berisiko gempa dengan banyak penduduk terpapar alias berwarna merah.

“Kalau potensi goncangannya tinggi dan penduduknya tinggi dia akan berwarna merah, jadi kalau kita melihat di sini Jakarta, Bogor, Sukabumi, Bandung kemudian ada Cirebon, Semarang, Surabaya,” ujarnya, Dalam acara diskusi daring bertajuk ‘Pemetaan Sesar Pulau Jawa Serta Mitigasi Risiko Bencana Geologi’ yang digelar Rabu (3/4).

“Itu adalah yang kemungkinan potensi goncangannya bisa besar tapi jumlah penduduknya juga padat sehingga dia resikonya juga menjadi tinggi,” lanjut Nuraini.

Menurut dia, prediksi ini berdasarkan data Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) 2018.

Baca Juga:  Tahun Ini Indonesia Diguncang Gempa 25 Kali, 118 Meninggal dan 6.500 Luka-luka

Ia menjelaskan gempa dapat dikatakan bencana apabila lindu yang terjadi menyebabkan korban jiwa dan kerusakan (kerugian ekonomi), biasanya kerusakan pada bangunan.

“Tapi kalau kita bisa meminimalisir itu maka gempa bisa saja tidak menimbulkan bencana tersebut.”

Selain akibat jumlah penduduknya yang besar, tujuh wilayah tersebut memiliki potensi ancaman gempa tinggi lantaran Jawa dikepung oleh patahan aktif.

Hasil kajian BRIN juga mengungkap penambahan jumlah sesar aktif di Jawa yang terpetakan. Pada 2010, angkanya hanya enam sesar. Pada 2017, jumlahnya bertambah menjadi 31 sesar aktif. Tahun ini, angkanya melonjak menjadi 75 sesar aktif.

“Dari angka tersebut, yang sudah diketahui parameternya dengan baik tidak sampai 30 persen,” kata Nuraini.

Bandung, contohnya, yang dekat dengan Sesar Lembang.

Dalam acara yang sama, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG, Rahmat Triyono, mengungkap tingkat keparahan gempa yang terjadi bila Sesar Lembang berguncang.

Baca Juga:  Astaga! Gempa 4,9 SR Kembali Guncang Aceh

Patahan ini punya panjang 30 km dan potensi magnitudo maksimum 6,8.

“Kita skenariokan dengan kedalaman [pusat gempa]-nya 10 km, maka dampaknya kalau ini terjadi, di Bandung Barat, Kota Cimahi, Bandung, Purwakarta dengan skala MMI (Modified Mercalli intensity)-nya adalah VI sampai VII,” ujar Rahmat.

Skala MMI menggambarkan tingkat guncangan yang dirasakan. Makin tinggi angkanya, makin kencang getaran terasa.

MMI skala VII misalnya, berarti “tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.”

Nurani pun mewanti-wanti masyarakat agar sebisa mungkin menghindari tinggal di atas sesar atau zona patahannya secara langsung atau yang berada di wilayah dengan batuan yang lunak.

Baca Juga:  Gempa M 5,1 Guncang Jatim-Bali

Sebab, bahaya dari goncangan gempa pada bangunan yang tidak terlalu kuat akan membuat bangunan seketika runtuh begitu saja, serupa seperti ketika Gempa Cianjur (2022).

Sebagai langkah mitigasi untuk strukturalnya, saat ini BRIN dan Kementerian PUPR juga tengah menetapkan standar nasional untuk bangunan tahan gempa yang dikeluarkan pada 2017 dan sedang dalam tahap pemutakhiran untuk 2024.

Dalam hal ini, properti tahan gempa sesuai SNI bisa diaplikasikan pada bangunan gedung terbaru, namun untuk bangunan existing (lama), BRIN mengungkap perlu adanya riset lebih lanjut apakah diperlukan upaya retrofit bangunan atau tidak.

Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) sebelumnya juga mewanti-wanti dampak yang bisa ditimbulkan Sesar Lembang terhadap rumah-rumah di sekitar Bandung Raya. (cnn)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: gempa bumi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Alasan 23 Pengusaha Beri Bonus Rp23 Miliar ke Timnas Indonesia U-23

Next Post

Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Uzbekistan di Bontang dan Daerah Kaltim Lainnya

Related Posts

Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Keerom Papua
Nasional

Gempa di Garut, Terasa hingga Jateng dan Jogja

28 April 2024, 09:38
Gempa Guncang Banjarmasin dan Batola
Nasional

Gempa Dangkal M 2,7 Guncang Bantul Yogyakarta

20 Februari 2024, 10:33
Gaji PNS Naik 8 Persen Tahun 2024, Cair Mulai Januari
Nasional

Resmi Naik 8 Persen, Segini Gaji Baru PNS yang Cair pada Februari 2024

1 Februari 2024, 13:00
Gempa M 4,6 Guncang Mahakam Ulu, Terasa sampai Samarinda
Kaltim

Sepanjang 2023, Kalimantan Diguncang Gempa 80 Kali

27 Desember 2023, 14:33
Gempa M 4,4 Guncang Kaltara, Dirasakan di Tanjung Selor dan Nunukan
Nasional

Gempa M 4,7 Guncang Sukabumi, Terasa sampai Depok dan Tangerang

14 Desember 2023, 08:43
Sangkulirang dan Biduk-biduk Diguncang Gempa 3,2 Magnitudo
Kaltim

Sangkulirang dan Biduk-biduk Diguncang Gempa 3,2 Magnitudo

7 Desember 2023, 13:55

Terpopuler

  • PUPR Bontang Buka-bukaan soal Anggaran Rp10,9 Miliar di HOP 1, Bukan Sekadar Mini Soccer

    PUPR Bontang Buka-bukaan soal Anggaran Rp10,9 Miliar di HOP 1, Bukan Sekadar Mini Soccer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Santan Ulu Temukan Tengkorak Manusia di Kebun Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Enam Ruas Jalan Kewenangan Pemprov Kaltim di Bontang Tahun 2026 Hanya Ditambal Sulam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hilang Terseret Arus, Pekerja Sawit di Santan Ulu Ditemukan Tak Bernyawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerja Sawit Hanyut di Sungai Santan Ulu Marangkayu, Pencarian Masih Berlangsung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.