BONTANG – Para pedagang di Pulau Beras Basah mengaku alami kerugian puluhan juta rupiah setelah aksi penertiban tenda liar oleh aparat gabungan, Kamis (12/4) lalu. “Yang ditertibkan bukan hanya tenda untuk pengunjung, tetapi tenda jualan kami pun dihancurkan,” jelas Pellong, salah satu pedagang di Pulau Beras Basah, kemarin (13/4).
Dikatakan Pellong, dirinya mengalami kerugian yang cukup besar lantaran adanya penertiban tersebut. Mengingat pria paruh baya ini memiliki 21 tenda dan warung di Pulau Beras Basah yang merupakan icon wisata Kota Bontang tersebut. “Rugi puluhan juta. Kami hanya minta tenda kami dibangun kembali agar kami bisa tetap berjualan sebagai mata pencaharian kami di sini,” ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, terdapat puluhan tenda yang dibangun oleh para pedagang di Pulau Beras Basah. Tenda-tenda liar tersebut biasanya disewakan kepada pengunjung dengan tarif Rp 100 ribu per tenda.
Sementara itu, untuk mengantisipasi kembali dibangunnya tenda-tenda liar, wc liar, dan tenda warung semi permanen oleh pedagang di Pulau Beras Basah, Disporapar Bontang bakal rutin berpatroli. Rencananya akan dimulai pekan depan.

Rencana patroli tersebut masih akan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Namun Kadisporapar Bontang Bambang Cipto Mulyono mengatakan, akan melibatkan Polair Polres Bontang, BPBD Bontang, dan TNI angkatan laut. Bahkan pihaknya juga berencana membangun pos di Pulau Beras Basah.
Ke depan, jika para pedagang masih membandel dan kembali membangun tenda-tenda liar, maka tim patroli dan instansi terkait langsung menindaklanjuti dengan membongkar kembali tenda yang dibangun. “Diharapkan para pedagang di Pulau Beras Basah dapat memahami aturan dan kebijakan dari pemerintah, karena ini demi kenyamanan para pengunjung,” ungkapnya.
Sementara itu Komandan Pos Angkatan Laut Letnan Dua M Ronzi mengapresiasi adanya penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bontang. “Saya pun menyatakan siap jika nantinya diminta untuk membantu dalam pelaksanaan patroli pemantauan Pulau Beras Basah,” ujarnya.
Usai ditertibkan, kondisi Pulau Beras Basah pun sangat kontras dengan sebelumnya. Tidak adanya tenda-tenda liar membuat Pulau Beras Basah nampak lebih asri dan tak lagi terlihat kumuh. (mga)





