Menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di Istana Negara, dituntut untuk menampilkan kesempurnaan. Meski memikul tanggung jawab yang berat, bagi Fulgentia Marianne hal itu bisa dipatahkan dengan tekad.
bontangpost.id – Awal Juli, Fulgentia Marianne menerima sebuah notifikasi melalui pesan WhatsApp dari salah seorang pembina Paskibraka yang memintanya untuk menjalankan pemusatan latihan di Cibubur, Jakarta Timur pada 15 Juli 2022.
Sebelum menjalankan pemusatan latihan di Jakarta bersama rekan se provinsinya yaitu Muhammad Remyza Baihaqy asal SMA Negeri 2 Samarinda, Wali Kota Bontang Basri Rase dengan bangga lebih dulu melepas keberangkatan pelajar kelas XI SMA Yayasan Vidya Dahana Patra (Vidatra) itu.
“Iya, berangkatnya berdua. Karena satu provinsi itu diambil satu putra dan satu putri,” ujarnya kepada bontangpost.id, Jumat (19/8/2022).
Setibanya di Jakarta, sepuluh hari pertama Dency – sapaan akrabnya mengikuti pembekalan materi wawasan kebangsaan bersama seluruh anggota paskibraka terpilih dari berbagai provinsi yang berjumlah 68 orang. Selebihnya, ia mengikuti pelatihan baris – berbaris.
Dency menceritakan saat mengikuti pelatihan di Jakarta tekanannya jauh berbeda dengan di kota maupun provinsi. Bahkan latihan dilakukan dengan santai tapi serius.
“Mungkin untuk menghindari peserta stres karena penampilan harus tepat dan sempurna jadi lebih enjoy latihannya,” sambungnya.
Kata dia, saat itu semua peserta mendapat kesempatan untuk menjajal menjadi pembawa baki. Namun, perasaan senang bercampur tidak percaya masih menyelimuti Dency. Akibatnya ia gagal lantaran sering tremor saat menjalani latihan.
Saat hari H tiba, Putri dari Fransisca Olyvia dan Luluk Supriyanto ini terpilih menjadi pasukan delapan tim penurunan bendera. Meski gugup saat memasuki Istana Merdeka, Dency berhasil mengatasinya dan menyelesaikan misi penurunan bendera dengan sempurna.
“Bukan masalah sih. Walaupun tidak menjadi pembawa baki tetap senang. Karena pengalamannya itu yang berharga. Apalagi ditonton langsung sama presiden dan pejabat tinggi lainnya,” akunya.
Kebahagiaan kian memuncak saat Dency membocorkan bahwa seluruh peserta paskibraka menerima apresiasi dari pemerintah pusat. Di antaranya emas lima gram, koin emas, uang pembinaan, asuransi kesehatan empat tahun, dan study orientasi.
“Kami di sini sampai 27 Agustus nanti. Soalnya masih ada jadwal kunjungan gitu. Kalau study orientasinya ke mana saya belum tahu. Masih menunggu info,” timpalnya.
Menjadi salah satu perwakilan Provinsi Kalimantan Timur, Dency berpesan bagi pelajar yang ingin menjadi anggota paskibraka nasional untuk membulatkan niat dan tekad. Paling utama ialah komitmen kepada diri sendiri diimbangi dengan kekuatan fisik, mental dan wawasan kebangsaan.
“Jangan mau goyah kalau sudah punya niat untuk menjadi anggota paskibraka harus terus ditingkatkan. Sebuah kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari perayaan HUT RI di lingkungan Istana Negara,” pesannya. (*)







