BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang memastikan alokasi anggaran sebesar Rp1 miliar untuk pembinaan atlet pada tahun 2026. Dana tersebut disalurkan melalui Dinas Pemuda dan Pariwisata (Dispopar) dan diperuntukkan bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang.
Kepala Bidang Olahraga Dispopar, Andi Pararange, menyebut anggaran itu merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas atlet lokal.
“Itu anggaran pembinaan untuk KONI. Untuk teknis pembagiannya ke cabang olahraga, mereka yang lebih mengetahui,” ujarnya singkat, Selasa (02/12/2025).
Sementara Ketua KONI Bontang, Jamaluddin, juga membenarkan bahwa anggaran Rp1 miliar tersebut masuk dalam APBD Murni 2026. Ia menjelaskan, dana itu akan diprioritaskan untuk kebutuhan operasional organisasi serta mendukung program pembinaan atlet di seluruh cabang olahraga (cabor).
“Ada kegiatan rapat kerja, rapat koordinasi, monitoring, serta pendampingan atlet. Lalu nanti akan dibagikan juga ke cabor,” terangnya.
Saat ini KONI Bontang membawahi 68 cabor. Jika pembinaan dialokasikan secara merata, setiap cabor berpotensi menerima sekitar Rp14 juta. Namun angka tersebut masih berupa estimasi dan dapat menyesuaikan kebutuhan masing-masing cabor.
“Itupun tidak semua, kemungkinan sekitar 60 cabor saja yang diprediksi akan dapat,” tambahnya.
Jamaluddin mengakui tantangan anggaran tahun depan cukup besar. Pemerintah daerah diproyeksikan mengalami penurunan kapasitas keuangan akibat pemangkasan dana dari pusat, sehingga distribusi anggaran pembinaan harus lebih selektif.
“Kita harus kencangkan ikat pinggang. Kita memahami kondisi keuangan pemerintah dan kami akan maksimalkan sesuai anggaran yang kami dapat,” pungkasnya. (*)







