• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Pemkot Bontang Bidik CSR Perusahaan untuk Perbaiki 433 Rumah Tak Layak Huni

by Redaksi Bontang Post
15 Oktober 2026, 14:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Pemkot Bontang menggelar pertemuan terkait prioritas utama dalam pengelolaan dana TJSL Perusahaan sesuai dengan program pemkot. FOto: ADIEL KUNDHARA/KP

Pemkot Bontang menggelar pertemuan terkait prioritas utama dalam pengelolaan dana TJSL Perusahaan sesuai dengan program pemkot. FOto: ADIEL KUNDHARA/KP

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Sebanyak 433 rumah tidak layak huni (RTLH) di Bontang masih menunggu bantuan perbaikan. Keterbatasan anggaran pemerintah membuat Pemkot Bontang berupaya menggandeng perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu penanganan pada 2027.

Perbaikan rumah menjadi salah satu kebutuhan yang ditawarkan kepada perusahaan dalam penyusunan program TJSL tahun depan. Pemerintah berharap dukungan dunia usaha bisa melengkapi program pemerintah, terutama untuk kebutuhan warga yang belum tertangani melalui anggaran daerah.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, program TJSL perlu diarahkan pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, penyusunan prioritas harus dilakukan bersama agar bantuan perusahaan sesuai dengan kebutuhan daerah.

“TJSL jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menghasilkan manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Agus Haris saat memimpin Rapat Kerja Forum TJSL Perusahaan di Ruang Rapat Utama Lantai 2 Kantor Wali Kota Bontang, Rabu (14/10/2026).

Agus Haris yang juga menjabat Ketua Forum TJSL Kota Bontang itu menilai, perusahaan memiliki sumber daya yang dapat disinergikan dengan program pemerintah. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat kontribusi perusahaan lebih tepat sasaran.

Berdasarkan pendataan dan verifikasi terbaru, terdapat 433 rumah warga yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan perbaikan. Namun, belum seluruh kebutuhan tersebut dapat diakomodasi karena keterbatasan anggaran.

Untuk mendukung penyaluran bantuan, instansi terkait diminta menyiapkan data calon penerima secara lengkap, mulai dari alamat hingga dokumentasi kondisi rumah. Data itu nantinya menjadi acuan perusahaan sebelum menentukan bantuan yang akan diberikan.

Perusahaan juga diperbolehkan melakukan survei langsung untuk memastikan kondisi rumah dan kebutuhan perbaikannya.

“Data penerima harus disiapkan secara lengkap supaya perusahaan memiliki gambaran yang jelas mengenai kondisi di lapangan. Dengan begitu, mereka bisa menentukan bentuk bantuan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Kelengkapan data diperlukan untuk menghindari bantuan yang tumpang tindih sekaligus mempertemukan warga yang membutuhkan dengan perusahaan yang siap memberikan dukungan.

Selain perbaikan RTLH, Pemkot Bontang menetapkan enam sektor prioritas untuk disinergikan melalui TJSL pada 2027. Fokusnya meliputi pengentasan kemiskinan, penanganan pengangguran, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, serta penanganan persampahan dan lingkungan.

Pembangunan infrastruktur juga dapat menjadi sasaran bantuan, menyesuaikan kapasitas masing-masing perusahaan.

Di sektor ketenagakerjaan, perusahaan diminta menyerahkan data pelatihan kerja yang telah dilaksanakan kepada Dinas Ketenagakerjaan. Data tersebut dibutuhkan untuk memetakan kompetensi tenaga kerja lokal dan mencegah pelatihan berulang bagi peserta yang sama.

Perusahaan juga didorong menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja secara berkala. Dengan begitu, pemerintah dapat menyusun pelatihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

Dalam rapat tersebut, perwakilan perusahaan turut memberikan masukan mengenai kejelasan prioritas pemerintah, validasi program, dan sinkronisasi data. Usulan penguatan deteksi dini konflik sosial serta pencegahan narkoba di lingkungan kerja juga dibahas.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bontang berencana menggelar pertemuan lanjutan dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Pemerintah akan membawa daftar program prioritas agar pembahasan bersama perusahaan dapat berlanjut ke tahap pelaksanaan.

Agus Haris menegaskan, setiap program yang ditawarkan harus memiliki sasaran dan kebutuhan yang jelas sehingga perusahaan dapat menentukan bentuk kontribusi sesuai kapasitasnya.

Kontribusi perusahaan nantinya akan didokumentasikan dan dipublikasikan secara resmi sebagai bagian dari transparansi serta apresiasi terhadap keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan daerah.

Rapat kerja tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan pembentukan Forum TJSL yang dipimpin Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni pada 21 Agustus 2026. (ak)

Tags: rumah tidak klayak huni
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

RSUD Taman Husada Bontang Butuh Rp500 Miliar untuk Bangun Gedung C

Next Post

Pemadaman Listrik Bontang Siang Ini, Berikut Daftar Wilayah Terdampak

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Bontang Pecat Aipda IM, Positif Sabu hingga Terjerat Banyak Utang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.