bontangpost.id – Usulan kenaikan gaji tenaga honorer Pemkot Bontang akhirnya diaminkan pemerintah melalui sidang paripurna pengambilan keputusan terhadap Raperda Kota Bontang tentang perubahan APBD Perubahan 2023, Kamis (14/9/2023) kemarin.
Sekretaris Kota Bontang Aji Erlynawati mengatakan gaji tenaga honorer saat ini setara dengan UMK Bontang. Yakni Rp3,4 juta. Dengan begitu, dana yang dialokasikan untuk kenaikan tenaga honorer ialah Rp3,4 miliar.
Honorer Bontang tak hanya menerima kenaikan gaji, melainkan turut menerima insentif tambahan pengganti BBM senilai Rp200.000 hingga Rp300.000 bagi yang ber kantor di Bontang Lestari.
“Oktober mulai diterapkan. Semoga dengan ini bisa meningkatkan kinerja pegawai,” tuturnya.
Meningkatnya nilai APBD Perubahan 2023 yang mencapai Rp2,5 triliun tidak hanya menjadi berkah bagi tenaga honorer saja. Melainkan bagi pejabat di elemen masyarakat. Seperti Ketua RT dan kader posyandu se-Kota Bontang.
Wali Kota Bontang Basri Rase menyebut, insentif RT hingga kader posyandu dinaikkan Rp100.000 per bulan. Artinya, insentif yang akan diterima ketua RT sebesar Rp1,1 juta. Sementara insentif yang diterima para kader posyandu ialah Rp250.000.
“Semua dinaikkan Rp100.00. Baik itu insentif imam masjid dan sebagainya,” sebutnya.
Basri meminta, agar anggaran yang sudah disahkan dalam APBD perubahan 2023 bisa digunakan dengan maksimal dan harus terserap 100 persen hingga akhir tahun nanti.
“Anggaran yang ada difokuskan untuk semua OPD. Jadi harus dimaksimalkan sampai Desember nanti. Kalau tidak, maka akan menjadi silpa, dan itu mempengaruhi APBD Bontang pada tahun berikutnya,” tutupnya. (*)



