• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kriminal

Pengemudi Mobil Tewas Kena Peluru Nyasar saat Polisi Bersihkan Pistol

by Redaksi Bontang Post
3 November 2022, 15:30
in Kriminal
Reading Time: 3 mins read
0
Pengendara mobil di Pontianak, Kalbar, terkena tembakan akibat kelalaian oknum polisi.

Pengendara mobil di Pontianak, Kalbar, terkena tembakan akibat kelalaian oknum polisi.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pengendara mobil di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Suardi tewas tertembak peluru nyasar yang berasal dari pistol milik polantas bernama Bripka Frengky Marpaung. Peluru nyasar itu terjadi karena Bripka Frengky sembrono membersihkan pistol di sembarang tempat.

Kasus peluru nyasar ini terjadi di persimpangan lampu merah di Jalan Tanjung Pura, Pontianak, sekitar pukul 11.30, Rabu (2/11). Korban meninggal setelah kepalanya diterjang peluru nyasar Bripka Frengky.

1. Bripka Frengky Habis Tugas Rutin

Kapolda Kalbar Irjen Suryanbodo Asmoro mengatakan kasus ini bermula saat Bripka Frengky dan Dika baru saja melakukan tugas sebagai polantas. Keduanya lalu menuju ke pos polisi untuk beristirahat.

“Setelah istirahat yang bersangkutan Frengky berusaha membersihkan senjata dan memang sudah disiapkan alat-alat untuk memberikan senjata di kantongnya dia,” kata Irjen Suryanbodo, Rabu (2/11).

Menurut Suryanbodo, Frengky membersihkan senjatanya karena sebelumnya kehujanan. Frengky takut senjatanya jadi karatan.

“Karena dia berpikiran, dia kemarin habis kehujanan hingga senjatanya belum dibersihkan takut kena karat,” tuturnya.

2. Terjadi Letusan Senjata

Saat Frengky membersihkan senjatanya, terjadi sebuah letusan. Letusan itu menyebabkan sebuah triplek, kaca hingga kendaraan korban tertembus peluru. Saat itu, Frengky tak langsung menyadari apa yang terjadi.

“(Peluru) Kena triplek kemudian kaca, tembus ke kendaraan, itu sama sekali tidak diketahui. Tidak ada unsur-unsur kesengajaan sama sekali,” katanya.

Frengky baru menyadari saat kondisi traffic lights berubah dari warna merah menjadi hijau. Sudah banyak kendaraan yang membunyikan klakson karena kendaraan korban tak kunjung bergerak.

“Setelah dia datang, sama si Dika, setelah dibuka (pintu mobil) ternyata ada bekas peluru di sebelah sisi kanan driver, pas di driver. Dia mengetahui itu langsung dibawa korban ke rumah sakit, yang di rumah sakit Bhayangkara dan ternyata sudah meninggal dunia,” katanya.

3. Korban Tertembak di Kepala

Tembakan tersebut diketahui menembus kaca pos polisi dan mobil korban. Selanjutnya peluru menerjang kepala korban Suardi.

“Iya ada kena (tembakan di kepala),” ujar Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Raden Petit Wijaya.

Sementara itu, Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Aman Guntoro menjelaskan bahwa peluru tepatnya mengenai daerah bagian belakang kepala korban.

“Dari pos ke TKP sekitar 15 meter. (Tembakan kena) bagian telinga bagian belakang di kepala,” katanya dalam wawancara terpisah.

4. Detik-detik Korban Dievakuasi

Penembakan di Pontianak ini turut terekam kamera warga. Pengendara malang itu sempat dievakuasi dari mobilnya ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.

Dalam video beredar, terlihat korban dievakuasi dari mobilnya. Sejumlah anggota polisi termasuk Bripka Frengky juga ikut membantu proses evakuasi itu.

Perekam video awalnya menunjukkan penampakan mobil korban yang berwarna hitam. Selanjutnya rekaman video menunjukkan momen korban dievakuasi dari kursi kemudi.

Terlihat seorang polisi yang memegang kepala korban. Seorang rekannya meminta sejumlah pria untuk ikut membantu.

Korban pun dievakuasi dari mobilnya untuk dibawa ke rumah sakit. Namun sayangnya korban meninggal dunia saat dalam perjalanan.

“Di depan mobil ini nih ada kena tembak. Posisi tembak itu dari pos polisi, samping tol ini. Pas di kepala,” terdengar seorang wanita menjelaskan peristiwa penembakan.

5. Kapolda Kalbar Minta Maaf

Kapolda Kalbar Irjen Suryanbodo Asmoro meminta maaf terkait insiden peluru nyasar yang menewaskan korban. Dia mengakui insiden itu buntut kelalaian oknum anggotanya, Frengky Barpaung.

“Saya Kapolda Kalbar merasa prihatin, menyesal atas terjadinya seperti itu,” ujar Irjen Suryanbodo kepada wartawan, Rabu (2/11).

“Dan tentunya saya atas nama Kapolda Kalbar dan Polda Kalbar meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” sambungnya.

Suryanbodo memastikan oknum polantas tersebut akan ditindak atas kelalaiannya membersihkan senjata api di tempat umum.

“Untuk anggota itu sendiri dilakukan proses pidana maupun kode etik, nanti detail dijelaskan sama pak Kabid Propam,” katanya.

6. Diproses Pidana

Bripka Frengky Marpaung dinyatakan lalai saat membersihkan senjata api miliknya hingga menyebabkan korban tewas. Kini dia terancam diproses pidana.

“Kalau ancaman pidananya, kita melihat dari cerita kronologi yang terjadi. Yang bersangkutan saat itu melakukan pembersihan senjata,” ujar Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Aman Guntoro, Rabu (2/11).

“Tadi saya sudah wawancara (ke pelaku) itu, dan akan diterapkan pasal 359 yaitu kelalaian sehingga menyebabkan seseorang meninggal dunia,” sambungnya.

7. Diproses Etik

Selain proses pidana, Bripka Frengky juga diproses pelanggaran kode etik Polri. Kabid Propam Polda Polda Kalbar Kombes Andre Gamma Putra mengatakan Bripka Frengky melanggar aturan penggunaan senjata api karena melakukan pembersihan senjata bukan pada tempatnya.

“Terkait pemeriksaan senjata api sudah ada aturan dari kepolisian, tidak di izinkan untuk membersihkan senjata api di tempat sembarang, sudah ada tempatnya,” ungkapnya.

Andre menegaskan kasus peluru nyasar oleh Bripka Frengky termasuk pelanggaran berat dan tidak sesuai SOP dalam penggunaan senjata api.

“Ini adalah termasuk pelanggaran berat, fatal. Tidak boleh seorang anggota Polri sembarangan. Ini jelas kesalahan prosedur yang dilakukan oleh anggota tersebut,” sebutnya.

“Ancamannya PTDH. Karena termasuk di dalam perpol tahun 2022 kelalaian dalam SOP apalagi terkait senjata api. Ancamannya adalah PTDH,” terangnya. (detik)

Print Friendly, PDF & Email
Source: detik
Tags: Peluru nyasarTembakan nyasar
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Blangko SIM Sudah Datang, Polantas Bontang Terima 4 Ribu Keping

Next Post

20 Persen Titik Wifi Gratis Bakal Digeser

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Tragis, Dua Bocah Kakak Beradik di Teluk Pandan Tewas Tenggelam

    Tragis, Dua Bocah Kakak Beradik di Teluk Pandan Tewas Tenggelam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Raih 15 Kali Adipura, Wali Kota Bontang Jadi Narasumber Seminar Nasional Lingkungan UNMUL

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.330 Warga Bontang Terima BLT Daerah, Dana Langsung Ditransfer ke Rekening

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berikut Jadwal Terbaru Keberangkatan Kapal Pelni dari Bontang Selama Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DLH Bontang Tegaskan Batching Plant Tanjung Laut Indah Belum Kantongi Izin Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.