• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Penjahat Kambuhan Sejak Tito Jadi Kasatserse PMJ

by M Zulfikar Akbar
29 Desember 2016, 07:34
in Breaking News, Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Foto Ramlan Butar Butar yang ditunjukkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan kepada media di rumah sakit Polri Sukanto, Jakarta, Rabu (28/12/2016). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

Foto Ramlan Butar Butar yang ditunjukkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan kepada media di rumah sakit Polri Sukanto, Jakarta, Rabu (28/12/2016). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

Share on FacebookShare on Twitter

Terungkap Karena CCTV, Tito Minta Perkuat CCTV Perkotaan

JAKARTA— Pelaku perampokan sadis di Pulogadung dengan enam korban meninggal yang dilakukan Ramlan Butarbutar membuat Kapolri Jenderal Tito Karnavian terhenyak. Pasalnya, Tito pernah berurusan dengan penjahat kambuhan Ramli Butar Butar saat masih menjabat Kasatserse Polda Metro Jaya (PMJ) pada 2003 hingga 2005.

Tito Karnavian menuturkan, selasa malam (27/12) tim lapangan dari PMJ memberikan laporan bahwa nama kedua pelaku adalah Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang. Keduanya telah tertangkap pada Senin (28/12) oleh Tim PMJ. ”saya dapat dua nama itu dari semalam,” ungkapnya.

Dari kedua orang yang tertangkap itu, salah satu diantaranya yang bernama Ramlan Butarbutar ternyata pernah menjadi pasien alias ditangkap oleh Tito saat menjadi Kasatreskrim PMJ. ”Nama aliasnya itu Porkas yang di CCTV itu terlihat berjalan dengan kaki pincang. Dia itu pemain lama,” terangnya.

Baca Juga:  Sukses Berbisnis, Ir Dodi Incar Proyek Reklamasi Bali

Kalau dulu, Ramlan ini disebut sebagai kelompok Korea Utara, kawasan nongkrongnya di Bekasi dan Pulogadung. ”Itu jaman dulu, tapi sekarang ternyata main lagi. Dia itu sudah tua,” tuturnya.

Modus yang biasa dilakukan Ramlan ini mencuri dengan kekerasan. Biasanya, mencari hari libur saat kondisi sepi, kelompok Koera Utara ini keliling. ”Mereka mencari mangsa dengan mencari rumah yang pagarnya terbuka. Korbannya dulu diikat dan dilakban mulutnya,” ungkapnya.

Terkait motif pembunuhan itu apakah benar karena perampokan?

Tito menuturkan, sementara motifnya memang perampokan, karena mengambil handphone dan sejumlah perhiasan. Namun, tidak berhenti disitu, motif ini akan dikembangkan. ”Karena itu saya bilang ke tim lapangan, yang satu ini Erwin jangan sampai mati. Saya lihatkan sudah setengah mati,” tuturnya.

Baca Juga:  Tersangka Tragedi Pulomas Minta Ditembak Mati Saja

Dengan masih hidupnya salah satu pelaku, maka motif pembunuhan itu bisa terungkap. Tentunya, dengan memeriksa salah satu pelaku tersebut. ”Bisa digali lebih dalam motif pembunuhannya, merampok atau ada motif lain,” ujarnya.

Nantinya, untuk mengetahui motif itu juga akan diperdalam dengan penggeledahan secara teknologi informasi. Semua alat komunikasi itu akan dianalisa. ”untuk mempertajam semuanya,” terangnya.

Tito menegaskan, pengungkapan kasus perampokan dengan pembunuhan itu sebagian besar dikarenakan CCTV. Ada CCTV yang merekam apa yang dilakukan perampok tersebut. ”Maka, CCTV semacam ini menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Dengan CCTV itu, maka petugas bisa mengungkap kasus yang menyedot perhatian karena jumlah korban yang cukup banyak. bahkan, pengungkapan dilakukan dalam waktu hanya satu hari. ”Ini luar biasa menurut saya. Petugas lapangan perlu diapresiasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Polisi: Motif Sementara Perampokan

Di sisi lain, yang juga perlu menjadi catatan adalah soal sistem keamanan digital, yang di dalamnya terdapat serangkaian sistem CCTV. Untuk menjaga keamanan, peran CCTV itu sangat penting. ”Maka, seharusnya semua sudut kota diberikan CCTV dan pihak swasta juga harus memiliki CCTV,” ungkapnya.

Dengan CCTV milik pemerintah dan swasta itu, maka bisa terkoneksi semuanya. Sehingga, semua kejahatan bisa secara otomatis terpantau kepolisian. ”Kalau ada kejahatan, tinggal cek CCTV. Pelaku bisa langsung ditangkap,” paparnya.

Untuk mendorong penggunaan CCTV di swasta, lanjutnya, tentu perlu bantuan dari Pemerintah Daerah. Misalnya, dengan membuat peraturan daerah (Perda) yang mewajibkan pemasangan CCTV. ”Keamanan ini bukan hanya persoalan kepolisian, tapi semuanya,” tuturnya. (idr/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: jakartapembunuhan sadis pulogadungperampokan sadispulomas
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ini Detik-detik Menegangkan saat Ramlan Butar Butar Melawan

Next Post

Menpora Pastikan Anggaran PON Remaja Tidak Ada

Related Posts

Bukan Penembakan, Polisi Ungkap Korban di Kantor Pos Sepinggan Balikpapan Alami Enam Luka Bacok
Kriminal

Bukan Penembakan, Polisi Ungkap Korban di Kantor Pos Sepinggan Balikpapan Alami Enam Luka Bacok

13 Desember 2025, 19:02
Pria Paruh Baya Tergeletak Bersimbah Darah di Balikpapan, Ini Kata Kapolresta
Kriminal

Pria Paruh Baya Tergeletak Bersimbah Darah di Balikpapan, Ini Kata Kapolresta

13 Desember 2025, 17:11
18 Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Muara Baru
Nasional

18 Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Muara Baru

24 Februari 2019, 14:30
Wapres JK: Mau Punya MRT, Minimal Berpenduduk 10 Juta
Nasional

Wapres JK: Mau Punya MRT, Minimal Berpenduduk 10 Juta

21 Februari 2019, 14:30
Jalur Kereta Cepat  Berpeluang Diperpanjang Hingga Yogyakarta
Breaking News

Jalur Kereta Cepat Berpeluang Diperpanjang Hingga Yogyakarta

11 Februari 2018, 09:01
Otak Perampokan Tolak Peragakan Aksinya 
Breaking News

Otak Perampokan Tolak Peragakan Aksinya 

14 Desember 2017, 11:03

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.