bontangpost.id – Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) bakal memperbaiki Jalan KS Tubun. Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Anwar Nurdin mengatakan saat ini pihaknya masih menyusun dokumen lelang. Ditargetkan pada bulan ini sudah diajukan ke Unit Layanan Pengadaan. Menggunakan APBD Perubahan tahun ini.
“Kami akan lelang segera pakai surat perintah,” kata Anwar.
Menurutnya teknis seperti itu diperkenankan. Nantinya penandatanganan kontrak dilakukan setelah dokumen perencanaan anggaran (DPA) sudah turun. Ia pun belum bisa menjelaskan berapa anggaran yang akan dikucurkan untuk perbaikan infrastruktur tersebut.
Berdasarkan perencanaan sebelumnya dibutuhkan Rp 7,5 miliar. Namun nominal itu untuk tiga kegiatan yakni pengaspalan, pelebaran badan jalan, dan perbaikan saluran drainase. Namun pada tahun ini tidak seluruh kegiatan itu akan terealisasi. Mengingat kemampuan keuangan daerah dan waktu pengerjaan yang hanya tiga bulan.
“Rencananya hanya pengaspalan. Dari simpang empat Bontang Kuala hingga simpang tiga Pasar Tamrin,” ucapnya.
Ia pun optimistis pengaspalan akan rampung pada akhir tahun. Sebab durasi pengerjaan itu terbilang singkat. Namun demikian kontraktor juga harus lihai dalam menyiasati waktu. Sebab beberapa hari belakangan ini, Bontang kerap diguyur hujan.
“Skemanya nanti pengerjaan malam hari. Karena kalau pagi sampai sore akses itu padat kendaraan. Pengaspalan juga tidak bisa dilakukan saat hujan. Harus ada spare waktu,” tutur dia.
Sementara titik yang mengalami rusak parah akan digali terlebih dahulu. Kemudian dilakukan pengecoran untuk pengerasan infrastruktur. Kemudian di atasnya dilapisi aspal. Supaya kekuatan jalan bisa berdaya tahan lama. Mengenai skemanya nanti akan dilihat. Bisa saja menggunakan zigzag atau setengah ruas jalan dahulu yang akan dikerjakan tahap awal.
Diketahui, kondisi Jalan KS Tubun sungguh memprihatinkan. Pasalnya lapisan aspal sudah banyak yang terkelupas. Sehingga menyebabkan struktur jalan tidak rata. Belum lagi adanya lubang di badan jalan. Mulai dari akibat galian pipa maupun karena struktur aspal sudah keropos. Berdasarkan pengamatan awak media Kaltim Post terdapat 78 titik lubang. Mulai dari simpang empat Bontang Kuala hingga simpang tiga Pasar Taman Rawa Indah. Kerusakan itu mulai dari level ringan hingga berat. Titik terparah yakni sekitar jembatan Pasar Taman Rawa Indah, depan SPBU KS Tubun, depan pintu masuk Stadion Bessai Berinta, hingga dekat jembatan arah ke Bontang Kuala. Akses ini kerap dilewati oleh kendaraan bermuatan berat. (ak)







