bontangpost.id – PT Kaltim Parna Industri (KPI) bersama Bank Sampah Pesisir menggelar aksi gerakan pungut sampah, Minggu (12/6/2022). Bertempat di sekitar halaman Musala Al-Anshar, RT 31 Tanjung Laut Indah, untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup,
Kegiatan ini merupakan lanjutan program Kampung Minim Sampah (Kamis) yang berlangsung sejak 24 Mei lalu. Menyasar 4 RT di wilayah Tanjung Laut Indah, yakni RT 07, 08, 09, dan RT 31 di wilayah pesisir.
Selain melakukan aksi pungut sampah, PT KPI juga membagikan tong sampah pilah (kering dan basah) sebanyak 150 buah. 140 buah diberikan kepada 70 responden dan 10 sisanya akan diletakkan di tempat umum. Sekaligus memberikan dana stimulan kepada masing-masing RT untuk dapat dimanfaatkan pada lomba kebersihan lingkungan.
General Affairs Superintendent PT KPI Aguspar menjelaskan, gagasan program Kamis bertujuan untuk memotivasi warga sekitar agar membiasakan hidup sehat dengan memilah dan tidak membuang sampah sembarangan.
Untuk memotivasi keempat RT dalam menjaga kebersihan lingkungannya, PT KPI juga memberikan dana stimulan. Dan akan dilombakan keasriannya.
“Nanti kami pilih pemenangnya yang punya kreativitas terhadap sampah daur ulang. Seperti popok bekas jadi pot, botol plastik bekas jadi lampion, dan lainnya,” tutur Aguspar.

Aksi pungut sampah di lingkungan RT 31 Tanjut Laut Indah. (Rera Annorista/bontangpost.id)
Komitmen PT KPI terhadap program pungut sampah ini juga melibatkan KPI Gowes Community dan KPI Fishing Club. PT KPI berharap, program ini tidak hanya berlangsung di Tanjung Laut Indah, juga dapat menyasar wilayah lainnya.
“Mudah-mudahan tempat yang kami tinggalkan akan meninggalkan budaya yang baik. Mari sama-sama bahu-membahu untuk membuktikan membuang sampah sesuai jenisnya,” ajak dia.
Dalam laporannya, Founder dan Direktur Bank Sampah Pesisir Muhammad Saipul menjelaskan alasan menjadikan 4 RT tersebut menjadi Kampung Minim Sampah. Dikatakan, itu karena sebagian warganya bermukim di atas laut.
Dan program ini berkelanjutan, tempat sampah akan diberikan kepada 70 responden, masing-masing menerima 2 buah tempat sampah pilah. Nantinya, Bank Sampah Pesisir akan mendatangi tiap responden untuk memonitoring.
“Satu responden mendapatkan 2 tong sampah, basah dan kering. Setiap Kamis, kami datang untuk mencatat dan timbang isi sampahnya. Apakah sesuai atau tidak sesuai jenisnya,” ucap Saipul.
Ia pun mengucapkan terima kasih atas dukungan PT KPI, kelurahan, dan kecamatan Bontang Selatan sehingga kegiatan pungut sampah dapat terselenggara di Kampung Minim Sampah. Serta dapat membuat lingkungan di 4 RT ini menjadi asri, lebih hijau, dan warganya tidak lagi membuang sampah ke laut.
Dukungan pun hadir dari Pemkot Bontang. Wali Kota Bontang Najirah mengapresiasi kepedulian PT KPI dan Bank Sampah Pesisir terhadap lingkungan dan mengajak masyarakat untuk membiasakan menjaga lingkungan, yang dimulai dari hal terkecil yakni membuang sampah sesuai jenisnya dan pada tempatnya.
“Semoga program ini dapat terus berjalan dan berkesinambungan, karena lingkungan yang bersih adalah salah satu cara mewujudkan Kota Bontang yang lebih hebat dan beradab,” harap Najirah. (*)







