• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Petaka Maut di Balik Krisis Iklim di Kaltim

by Redaksi Bontang Post
19 Mei 2022, 16:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Seminar daring yang didukung AJI Samarinda bersama Google News Initiative (GNI)

Seminar daring yang didukung AJI Samarinda bersama Google News Initiative (GNI)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Urusan perubahan iklim kerap diabaikan, padahal fenomena ini wajib menjadi perhatian. Wajar demikian, sebab imbasnya ke masyarakat begitu beragam. Mulai dari banjir, musim kemarau, peningkatan suhu, tanah longsor, menipisnya bahan makanan, kemiskinan dan tahapan paling ekstrem ialah kematian.

Persoalan bahaya laten akibat perubahan iklim pun sudah ditelaah oleh lusinan peneliti dunia. Mereka mengamati kematian akibat panas di 732 kota di seluruh dunia sejak 1991-2018, termasuk di Indonesia. Khusus Indonesia riset tersebut dipublikasikan dalam jurnal Lancet Planetary Health. Salah satu penulisnya ialah Ike Anggraeni dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda. Riset ini disponsori oleh University of Washington Population Health Initiative.

Garis besar dari penelitian tersebut menyatakan jika deforestasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terbukti telah meningkatkan suhu maksimum harian rata-rata hampir satu derajat celsius dalam 16 tahun.

“Perubahan suhu didorong deforestasi inilah yang berkontribusi pada peningkatan penyebab kematian hingga 8 persen,” ujar Ike Anggraeni dalam seminar daring yang didukung AJI Samarinda bersama Google News Initiative (GNI) pada Rabu siang, 18 Mei 2022.

Baca Juga:  Webinar AJI Samarinda, Menjadi Jurnalis yang Berempati dengan Daerah Rawan Bencana

Kendati demikian, lanjutnya, hingga kini Ike dan kawan-kawan belum menemukan kasus kematian di Berau, karena peningkatan suhu secara langsung. Hanya saja imbas dari fenomena perubahan iklim tersebut sudah terjadi, seperti pingsan karena panas, kelelahan hingga kram. Dan itu dirasakan oleh sebagian pekerja. Kondisi yang terjadi Bumi Battiwakal ini memang menarik perhatian para peneliti.

“Alasannya, dunia membutuhkan 150 tahun untuk menghangat hingga 0.9 0 celsius, sementara Berau hanya memerlukan waktu 16 tahun,” imbuhnya.

Sayangnya, penelitian dari Ike dan kawan-kawannya ini belum mendapat atensi dari Pemprov Kaltim. Besar harapan riset tersebut ditelaah lebih lanjut karena saat ini pemprov juga sedang fokus dengan mitigasi perubahan iklim lewat Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim.

Baca Juga:  AJI Sesalkan Pemeriksaan Jurnalis Oleh Polda Kaltim

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DDPI Kaltim Prof Daddy Ruhiyat menerangkan, dari hasil Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) Kaltim sepanjang 2010-2020 diketahui jika sektor kelapa sawit menjadi penyumbang terbesar deforestasi di Benua Etam sebanyak 51 persen. Disusul hutan tanaman industri atau timber plantation, sebanyak 14 persen, lalu sektor pertambangan 10 persen sedangkan pembalakan liar atau illegal logging menyumbang 6 persen. Masih dari data sama, sepanjang 2007-2016, lahan yang sudah mengalami deforestasi di Kaltim sudah mencapai 1.140.536 hektare (ha) atau 114.053 ha per tahun. Itu sebab, DDPI Kaltim gencar melakukan kampanye perubahan iklim serta pengarusutamaan pembangunan hijau.

“Isu perubahan iklim ini sendiri sudah dimasukkan ke dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” terangnya.

Salah satu program unggulan yang digarap DDPI Kaltim untuk penurunan emisi dari deforestasi ialah Forest Carbon Partnership Facilities-Carbon Fund (FCPF-CF). Adapun beberapa langkah yang sudah dilakukan seperti perbaikan tata kelola hutan serta lahan, perbaikan administrasi dan supervisi hutan, pengurangan laju deforestasi, serta peningkatan mata pencaharian alternatif yang lestari untuk masyarakat.

Baca Juga:  Kawal Demokrasi Tanpa Korupsi, AJI Samarinda dan ICW Gelar Diskusi Publik

“Kaltim menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang mengimplementasikan program FCPF-CF sejak Oktober 2015,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Majelis Etik AJI Samarinda Edwin Agustyan mengakui jika media arus utama memang jarang memberitakan perubahan iklim. Sehingga wajar bila publik tidak mengetahui fenomena tersebut. Bahkan, tak sedikit yang mengaitkan urusan climate change ke arah mitos dan mistis. Di sinilah media seharusnya mengambil peran penting dalam menyiarkan fakta dan membantu publik.

“Media bisa menjernihkan isu dan membantu publik memahami perubahan iklim lewat pengalaman yang dekat di kehidupan nyata. Dengan demikian masyarakat sebagai pembaca bisa mengambil sikap,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: aji samarindaKrisi iklim di Kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bawa Sabu 22 Kilogram, Kurir Dijanji Upah Rp 300 Juta

Next Post

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim

Related Posts

Yudha-Arsyad Terpilih Jadi Nakhoda AJI Samarinda
Kaltim

Yudha-Arsyad Terpilih Jadi Nakhoda AJI Samarinda

8 Juli 2024, 11:47
Kawal Demokrasi Tanpa Korupsi, AJI Samarinda dan ICW Gelar Diskusi Publik
Bontang

Kawal Demokrasi Tanpa Korupsi, AJI Samarinda dan ICW Gelar Diskusi Publik

17 Juni 2023, 15:52
Penindakan Kasus Korupsi 2022 di Kaltim, ICW dan AJI Beri Nilai Buruk ke Polisi dan Kejaksaan
Kaltim

Penindakan Kasus Korupsi 2022 di Kaltim, ICW dan AJI Beri Nilai Buruk ke Polisi dan Kejaksaan

2 Maret 2023, 19:43
Perkuat Keamanan Digital Jurnalis, AJI Samarinda Gelar Pelatihan
Kaltim

Perkuat Keamanan Digital Jurnalis, AJI Samarinda Gelar Pelatihan

27 Februari 2023, 11:00
AJI Sesalkan Pemeriksaan Jurnalis Oleh Polda Kaltim
Kaltim

AJI Sesalkan Pemeriksaan Jurnalis Oleh Polda Kaltim

11 Mei 2022, 17:00
Lawan Kekerasan, AJI Samarinda Lakukan Aksi di Dua Kota
Kaltim

Lawan Kekerasan, AJI Samarinda Lakukan Aksi di Dua Kota

22 April 2021, 14:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.