BONTANG – Kenalkan produk pupuk kepada siswa sekolah menengah atas (SMA), rombongan dari berbagai unit kerja PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar Knowledge Sharing Bidang Teknik, Senin (12/3). Kali ini, menyasar siswa kelas XI SMA Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) jurusan IPA.
Koordinator Acara, Jaka Kirwanto membenarkan, bahwa tujuan utama kegiatan ini ialah memperkenalkan produk Pupuk Kaltim sekaligus bidang teknik (engineering) kepada siswa SMA YPK.
“Knowledge Sharing ini guna membangkitkan pengetahuan dasar mereka terkait bidang teknik itu seperti apa, menjelaskan Teknik Kimia, Mesin, dan semuanya. Agar anak-anak mengenal fungsi dan manfaat bidang teknik itu seperti apa untuk Pupuk Kaltim,” paparnya.
Dari Knowledge Sharing, Pupuk Kaltim ingin mengatahui potensi serta minat generasi muda untuk memilih jurusan atau fakultas saat akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tak hanya teori secara umum, rencananya mereka juga akan tour pabrik, mengenal lebih detail pabrik Pupuk Kaltim.
“Tim terdiri dari lintas generasi, lintas disiplin, unit kerja, volunteer yang bersedia memberikan ilmunya di bidang teknik, mempunyai passion sama untuk berbagi. Sekitar 19 unit kerja yang memiliki background di bidang Teknik Kimia, Informatika, Sipil, Mesin, Elektro, Fisika, dan Teknik Industri,” papar Jaka.
Sementara itu, Sintowati Guru Matematika SMA YPK mengaku senang dengan adanya program Pupuk Kaltim Mengajar ini. Siswa siswi tidak hanya menerima ilmu dari mata pelajaran yang diajarkan oleh guru, tapi juga menerima wawasan baru bidang teknik dari para volunteer Pupuk Kaltim.
“Kami sangat mendukung adanya program ini. Saat ini hanya menyasar kelas XI IPA karena kelas XII sudah difokuskan untuk ujian akhir nasional (UAN). Harapannya, anak-anak mendapat pengetahuan tentang Pupuk Kaltim langsung dari para ahlinya,” ucap dia.
Sama halnya dengan Muhammad Nur Arafah, salah seorang siswa kelas XI IPA. Ia mengatakan, dalam Knowledge Sharing, pemateri memberikan wawasan tentang produk yang harus disuplai skala nasional serta kebutuhan ekspor.
“Pemateri menyampaikan tentang cara produksi Pupuk Kaltim serta profil perusahaan. Khususnya tentang peluang dan proses bekerja di Pupuk Kaltim,” kata dia. Baginya, yang paling berkesan saat pemaparan, bukan hanya tentang Pupuk Kaltim. Namun, fakta peluang bahwa perusahaan membutuhkan banyak tenaga ahli bidang teknik.
Ia pun mengaku mulai tertarik dengan bidang engineering dan berkeinginan mengambil jurusan teknik saat lulus nanti. “Semoga Pupuk Kaltim dapat lebih berkembang dan bisa bersosialisasi ke daerah pedalaman untuk menebarkan ilmu bidang teknik ini,” tutupnya. (ra/adv)







