BONTANG – Sejak memasuki awal hingga pertengahan bulan Ramadan, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bontang Lestari mengalami kenaikan. Hal ini dapat dilihat dari data perbandingan antara sampah yang masuk sepekan sebelum Ramadan, dan sepekan pertama Ramadan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pemrosesan Akhir (UPT-TPA) Sarifuddin mengatakan, sepekan sebelum puasa, sampah yang masuk ke TPA sebanyak 511,5 ton. Namun sepekan setelah Ramadan, volume sampah menjadi 550,72 ton atau naik dengan sebesar 8 persen.
“Kenaikan volume sampah ini kemungkinan besar karena daya konsumtif masyarakat yang tinggi. Dan memang kenaikan ini sudah terjadi setiap tahunnya,” terangnya, Jumat (16/6) kemarin.
Kenaikan ini tidak hanya terjadi di pekan pertama. Memasuki pekan kedua Ramadan, grafik volume sampah juga masih terus terlihat naik. Berdasarkan data volume sampah pekan kedua, tercatat sampah yang masuk sebanyak 511,5 ton. Itu artinya, jika dibandingkan dengan volume sampah di pekan pertama, maka di pekan kedua ini ada kenaikan 2,9 ton atau dengan persentase sebanyak 1 persen.
“Jenis sampah yang masuk masih beragam. Namun yang paling mendominasi yakni sisa-sisa jualan takjil dan batok kelapa,” sebutnya.
Untuk ke depannya, Sarif belum bisa memastikan apakah volume sampah akan terus naik ataukah tidak. Hal ini karena, biasanya banyak dari warga Bontang yang menjelang Lebaran justru melakukan mudik. Sehingga yang Lebaran di Bontang tidak sebanyak biasanya.
“Kalau banyak yang keluar daerah, tentu bisa saja berpengaruh pada penurunan volume sampah,” terangnya.
Dia berharap, agar masyarakat bisa melakukan 3R (Reuce, Reduce, Recycle) di rumah masing-masing sehingga bisa mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. (bbg)







