• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Respon Pemerintah Lambat, Bayi Kembar Siam Tak Tertolong

by M Zulfikar Akbar
11 Februari 2019, 13:00
in Internasional
Reading Time: 1 min read
0
Dokter memeriksa film x-ray kembar siam Abdul Khaleq dan Abdul Rahim di rumah sakit al-Thawra di Sanaa, Yaman, Rabu, 6 Februari 2019. Dokter mengatakan operasi pemisahan tidak menjadi opsi karena mereka memiliki dua lengan, dua kaki dan satu alat kelamin. (REUTERS/Khaled Abdullah)

Dokter memeriksa film x-ray kembar siam Abdul Khaleq dan Abdul Rahim di rumah sakit al-Thawra di Sanaa, Yaman, Rabu, 6 Februari 2019. Dokter mengatakan operasi pemisahan tidak menjadi opsi karena mereka memiliki dua lengan, dua kaki dan satu alat kelamin. (REUTERS/Khaled Abdullah)

Share on FacebookShare on Twitter

SANAA – Abd Al Khaleq dan Abd Al Rahim hanya dua pekan menjadi warga dunia. Bocah kembar siam asal Yaman itu meninggal pada Sabtu (8/2). Lambannya respons pemerintah dan terbatasnya fasilitas di negara tersebut membuat dua bayi laki-laki yang hanya punya sepasang kaki itu tidak bertahan lama.

’’Kematian (bayi kembar siam) itu merefleksikan situasi kesehatan dan kemanusiaan yang harus dihadapi anak-anak Yaman akibat perang,’’ demikian bunyi pernyataan tertulis Kementerian Kesehatan Pemberontak Houthi lewat media resmi mereka, Saba News.

Reuters mengungkapkan bahwa Khaleq dan Rahim dilarikan ke Al-Thawra Hospital di Kota Sanaa sesaat setelah lahir. Mereka lantas menghuni inkubator di NICU rumah sakit tersebut. Badan bayi kembar siam yang memiliki dua kepala, dua jantung, dan dua paru-paru tersebut dempet. Mereka juga hanya memiliki sepasang kaki, satu alat kelamin, sepasang lengan, dan sepasang ginjal.

Kepala Pediatri Al-Thawra Hospital Faisal al-Babili mengakui bahwa departemen yang dipimpin tidak punya fasilitas memadai untuk merawat bayi kembar siam. Pada Rabu (6/2) dia telah merujuk Khaleq dan Rahim ke luar negeri. Tujuannya tentu mendapatkan perawatan medis yang lebih layak.

Organisasi asal Arab Saudi, King Salman Center for Relief and Humanitarian Works, mengatakan siap membantu. Mereka berjanji membawa bayi kembar siam itu berobat di luar Yaman. Sayangnya, Khaleq dan Rahim menemui ajal sebelum bantuan terealisasi.

Sejak 2015 Bandara Sanaa yang dikuasai pemberontak Houthi tidak melayani penerbangan sipil. Sebab, pasukan koalisi pimpinan Saudi menguasai wilayah udara. Hanya pesawat milik PBB yang diizinkan mendarat dan lepas landas dari bandara tersebut. (sha/c15/hep/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bayi kembar siamyaman
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Puluhan Lapas Rawan Pelanggaran

Next Post

Tidak Dapat Subsidi, Ongkos Haji TPHD Rp 70 Juta

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.