SANGATTA – Ruang penyimpanan genset di Pesantren Hajar Abyadl beralamat di Jalan Tanjung Bara KM 13, Batu Putih, Kelurahan Singa Gembara Sangatta Utara, terbakar pada Jumat (24/8) sekira pukul 15.00 Wita.
Informasi yang dihimpun dari saksi, kebakaran diduga karena arus korslet aki, mengingat pada saat kebakaran mesin genset dalam keadaan mati.
Kebakaran menghabiskan dua unit genset dan satu generator. Dalam kejadian tersebut ruang mesin sedang tidak ada penjaganya, pasalnya sang petugas penjaga sedang ke luar daerah. Sehingga belum ada yang mengetahui penyebab dan kronologi pasti.
Hanya seorang guru pesantren yang menjadi saksi. Ahmad mengaku melihat asap tebal di ruang genset yang ada di lingkungan pesantren tempatnya mengajar. Dengan sigap, ia segera menghubungi pemadam yang kala itu sebagian besar masih memadamkan api di musibah kebakaran di Jalan Tongkonan Rannu.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penyebab juga masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” katanya.
Ruangan genset yang terbakar itu berada tepat di bagian belakang tempat wudhu, terbilang cukup jauh dari area tinggal para santri. Bangunannya terpisah dari gedung utama pesantren. Namun hal ini tetap saja meninmbulkan kepanikan penghuni pondok pesantren tersebut.
Untuk diketahui, dari tiga armada yang dikerahkan, salah satunya sempat menghadapi kendala. Terlebih ketika mengalami kejadian pecah ban, di persimpangan menuju pintu masuk lokasi kebakaran.
Tidak hanya itu, pembagian unit pemadam nampaknya kemarin banyak diturunkan. Mengingat musibah itu terjadi di dua tempat sekaligus. Tidak tanggung-tanggung, tujuh mobil besar tersebut harus berbagi tugas. (*/la)







