BONTANGPOST.ID, Bontang – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bontang terus menunjukkan progres. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menargetkan seluruh persyaratan administratif rampung pada April 2026.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, mengatakan saat ini progres persiapan telah mencapai sekitar 60 persen. Sejumlah persyaratan utama masih dalam proses penyelesaian.
“Sebagian besar sudah terpenuhi. Tinggal Andalalin, Amdal, dan penyerahan hibah aset ke Kementerian Sosial,” ujarnya.
Ia optimistis seluruh proses administrasi dapat dituntaskan dalam waktu dekat.
“Bulan ini kita kejar selesai semua, termasuk perizinan,” tambahnya.
Selain administrasi, pemantapan lahan juga terus dilakukan. Lahan seluas 40 hektare telah disiapkan, dengan 8 hektare di antaranya sudah memiliki sertifikat terpisah.
“Sekarang tinggal proses hibahnya. Mudah-mudahan minggu depan sudah rampung,” jelasnya.
Untuk pembangunan fisik, proyek ini ditargetkan mulai pada Oktober 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp265 miliar dari pemerintah pusat.
Namun, skema pencairan anggaran masih menunggu kepastian, apakah akan dilakukan sekaligus atau bertahap (multi-years).
“Biasanya di daerah lain menggunakan skema multi-years,” katanya.
Dalam proyek ini, Pemkot Bontang bertugas menyiapkan lahan dan melengkapi seluruh persyaratan awal, sebelum pembangunan dibiayai oleh pemerintah pusat.
Terkait tenaga pendidik, Agus Haris menyebut kewenangan utama berada di pemerintah pusat. Meski begitu, Pemkot siap memberikan dukungan jika dibutuhkan.
“Secara prinsip itu kewenangan pusat, tapi kami juga siap membantu penyediaan guru,” ujarnya.
Pada tahap awal operasional, Sekolah Rakyat ditargetkan mampu menampung sekitar 500 siswa. Lokasi pembangunan direncanakan berada di kawasan Bontang Lestari, tepatnya di sekitar Gudang Bulog. (ak)







