bontangpost.id – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyebut organisasi perangkat daerah (OPD) lamban dalam menyerap anggaran. Itu dianggap sebagai pemicu sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) APBD Bontang 2020 mengalami peningkatan.
“Inilah yang selalu ditekankan bagi perangkat daerah. Setiap kegiatan itu secepatnya diserap. Kan sayang kalau anggarannya dikembalikan,” katanya.
Kenaikan Silpa, lanjut Faizal, terus terulang setiap tahunnya. Ia mengingatkan agar dilakukan perbaikan manajemen penyerapan anggaran setiap perangkat daerah.
“Apalagi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) saat ini sudah jelas tahapannya,” sebut politikus Golkar itu. Meski demikian, dirinya mengaku SIPD saat ini masih tahap penyesuaian.
Silpa 2020 mencapai Rp 262,62 miliar. Angka itu mengalami kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan Silpa 2019, yakni sebesar Rp 181,57 miliar.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris justru menyampaikan wajar saja jika Silpa begitu tinggi. Politikus Gerindra ini menyebut banyaknya efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah menjadi salah satu faktornya.
“Silpa tidak menjadi masalah, mengingat hal itu di hampir semua daerah Indonesia. Silpa akan menjadi negatif jika disebabkan lambatnya serapan anggaran yang dilakukan pemerintah,” imbuhnya. (*)







