BONTANGPOST.ID, Bontang – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang mencatat capaian positif pada sektor retribusi jasa usaha di triwulan (TW) I 2026. Realisasi pendapatan telah mencapai Rp233,55 juta atau melampaui target sebesar Rp109,39 juta.
Capaian tersebut menembus lebih dari 200 persen dan menjadi sinyal optimisme terhadap target tahunan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati, mengatakan kinerja tersebut didorong kontribusi signifikan dari retribusi parkir pasar yang dikelola Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP).
“Kalau melihat realisasi TW I yang sudah jauh di atas target, ini sangat aman, bahkan over target. Salah satu penopangnya dari sektor parkir pasar,” ujarnya.
Retribusi tersebut bersumber dari tiga titik utama, yakni Pasar Rawa Indah, Pasar Telihan, dan Taman Citra Mas Loktuan. Tingginya aktivitas ekonomi di kawasan pasar turut mendorong peningkatan penerimaan.
Selain itu, penerapan sistem pembayaran elektronik juga dinilai memberi dampak signifikan. Sistem ini menggunakan perangkat digital menyerupai cash register yang dilengkapi palang otomatis untuk mengatur arus kendaraan.
“Sekarang sudah menggunakan sistem elektronik. Secara konsep non-tunai, jadi lebih tertib dan transparan, meskipun di lapangan masih ada kombinasi dengan pembayaran tunai,” jelasnya.
Dengan sistem tersebut, potensi kebocoran pendapatan dapat ditekan, sementara pencatatan transaksi menjadi lebih akurat. Hal ini menjadi strategi penting dalam optimalisasi PAD.
Secara keseluruhan, target retribusi jasa usaha tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp729,3 juta. Dengan capaian awal tahun yang melampaui ekspektasi, Bapenda optimistis target tersebut dapat tercapai, bahkan berpotensi terlampaui.
“Kalau tren ini bisa dipertahankan, kami yakin target tahunan tercapai. Yang perlu menjadi perhatian justru sektor lain yang capaiannya masih rendah,” pungkasnya.
Ke depan, sinergi antara Bapenda dan DKUMPP akan terus diperkuat, khususnya dalam pengelolaan retribusi parkir pasar. (ak)

