• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial DPRD Bontang

Soal Biaya Pemeriksaan Covid-19 bagi CPNS, DPRD; Gratis atau Beri Keringanan Tarif

by Redaksi Bontang Post
16 September 2021, 13:00
in DPRD Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. Foto: Repro star.Grid.id

Ilustrasi. Foto: Repro star.Grid.id

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Tidak adanya upaya Pemkot Bontang untuk meringankan tarif pemeriksaan Covid-19 bagi peserta seleksi kompetensi dasar calon pegawai negeri sipil (CPNS), mendapat sorotan wakil rakyat. Anggota Komisi II DPRD Bakhtiar Wakkang mengatakan, seharusnya ada kebijakan dari wali kota.

Mengingat kuota kebutuhan CPNS sudah diberikan pemerintah pusat. Baik itu calon pegawai negeri sipil maupun formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) non-guru. “Wali kota harusnya peduli. Karena ini kebutuhan daerah dan ada slotnya,” kata legislator yang akrab disapa Tiar ini.

Pasalnya, peserta seleksi merupakan pencari kerja. Terlebih, persyaratan ini tentunya bukanlah jaminan peserta dapat diterima. Sejauh ini, sudah ada beban biaya yang dikeluarkan untuk melengkapi administrasi dokumen. Sehingga, tidak elok jika dibebankan sepenuhnya kepada peserta.

Baca Juga:  Muhammad Yusuf Minta Kemenag Terlibat dalam Evaluasi Pesantren di Bontang

“Ketentuan ini (pemeriksaan Covid-19) memang dari pusat, tidak bisa dihindari. Kalau kondisinya normal mungkin tak masalah. Tetapi ini pandemi. Biaya itu sangatlah besar,” ucapnya.

Secara regulasi, pemberian keringanan itu tidak melanggar. Menurut politisi Partai NasDem, ada dua opsi yang bisa dilakukan Pemkot Bontang. Menggratiskan tarif khusus peserta seleksi CASN seperti Banyuwangi, atau menurunkan harga rapid antigen dan swab PCR. “Minimal tarifnya dikurangi seperti Samarinda,” tutur dia.

Apalagi biaya pemeriksaan Covid-19 bagi peserta PPPK Guru telah digratiskan oleh Pemkot Bontang. Jangan sampai terjadi kecemburuan sosial. Ia pun tidak bisa menyalahkan Dinas Kesehatan (Diskes). Lantaran kebijakan ini memang dikeluarkan oleh kepala daerah.

“PPPK guru digratiskan, jangan sampai hujannya tidak merata,” ungkapnya. Dijelaskan dia, subsidi ini dikhususkan bagi peserta seleksi yang memiliki kartu identitas dari Kota Taman.

Baca Juga:  Unsur Pimpinan DPRD Bontang Ditetapkan, Berikut Daftarnya

Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan seleksi kompetensi dasar CPNS dan PPPK non-guru di lingkup Pemkot Bontang akan dimulai 29 September mendatang. Salah satu persyaratannya, peserta wajib melakukan pemeriksaan Covid-19 dengan hasil negatif sebelum pelaksanaan seleksi.

Ketentuannya, durasi maksimal untuk swab PCR ialah 2×24 jam sebelum ujian berlangsung. Sementara rapid antigen lebih singkat, yakni 1×24 jam sebelum tes. Perihal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) dr Bahauddin mengatakan, peserta CPNS dan PPPK tidak bisa melakukan pemeriksaan di Labkesda Bontang.

Pasalnya, di lokasi tersebut diperuntukkan khusus untuk hasil tracing yang dilakukan tim Gugus Covid-19.  “Labkesda hanya untuk tracing, kontak erat, dan suspect pemeriksaannya,” kata dr Bahauddin.

Baca Juga:  Hadapi Rencana Pembukaan Sekolah, Bakhtiar: Jangan Cuma Guru yang Divaksin

Tak hanya itu, keringanan tarif pun tidak bisa diberikan Diskes Bontang. Mengingat tidak ada arahan dari pemerintah pusat. Sehingga, peserta harus menanggung sendiri biayanya.

Padahal kalau mau merujuk Banyuwangi, pemkab setempat membebaskan biaya pemeriksaan Covid-19 bagi peserta calon aparatur sipil negara (CASN). Sementara Pemkot Samarinda memberikan keringanan berdasarkan surat Diskes nomor 443/23340/100.02. Biaya rapid antigen maksimal Rp 35 ribu sedangkan PCR maksimal Rp 200 ribu.

“Karena mereka (Samarinda) setiap puskesmas sudah BLUD. Sedangkan Bontang belum. Sehingga tidak bisa menentukan tarif. Dulu Puskesmas BU II mau dijadikan percontohan tetapi belum terealisasi akibat pandemi,” pungkasnya. (*/ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: cpnsdprd bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kekayaan Lima Kepala Daerah di Kaltim Naik

Next Post

Utra Iswahyudi, Warga Balikpapan Korban Kecelakaan Pesawat; Pendiam tapi Suka Menolong

Related Posts

BKPSDM Bontang Targetkan Penetapan NIP CPNS Rampung Bulan Ini
Nasional

CPNS 2026 Segera Dibuka, Pemerintah Siapkan Formasi Besar untuk Pusat dan Daerah

4 April 2026, 12:00
Pendaftaran CPNS 2026 Masih Dikaji, Ini 10 Syarat Utama yang Dipertimbangkan Pemerintah
Kaltim

Pemerintah Siapkan 160 Ribu Formasi CPNS 2026, Fresh Graduate Jadi Prioritas

25 Februari 2026, 14:39
Pendaftaran CPNS 2026 Masih Dikaji, Ini 10 Syarat Utama yang Dipertimbangkan Pemerintah
Nasional

Pendaftaran CPNS 2026 Masih Dikaji, Ini 10 Syarat Utama yang Dipertimbangkan Pemerintah

30 Desember 2025, 10:20
CPNS 2026 Dibuka, Ini 5 Formasi Favorit yang Paling Diburu Pelamar
Nasional

CPNS 2026 Dibuka, Ini 5 Formasi Favorit yang Paling Diburu Pelamar

22 Oktober 2025, 09:00
Rahasia Jitu Memilih Formasi CPNS 2026 agar Peluang Lolos Meningkat Drastis
Nasional

Rahasia Jitu Memilih Formasi CPNS 2026 agar Peluang Lolos Meningkat Drastis

13 Oktober 2025, 14:43
Peluang CPNS 2026 Dibuka untuk Lulusan SMA/SMK, Ini Syaratnya
Nasional

Peluang CPNS 2026 Dibuka untuk Lulusan SMA/SMK, Ini Syaratnya

22 September 2025, 15:00

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.