• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Spanduk Kecaman Bus Perusahaan Bermunculan di Sangatta Usai Kecelakaan Maut

by Redaksi Bontang Post
2 Februari 2026, 14:57
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Spanduk bernada satir  terpampang di Simpang Tiga Jalan Pendidikan, Sangatta Utara, usai kecelakaan maut yang melibatkan bus perusahaan. (Jufriadi/KP)

Spanduk bernada satir terpampang di Simpang Tiga Jalan Pendidikan, Sangatta Utara, usai kecelakaan maut yang melibatkan bus perusahaan. (Jufriadi/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Sangatta – Spanduk berisi kecaman terhadap operasional bus perusahaan bermunculan di sejumlah titik jalan utama Sangatta, Senin (2/2/2026) pagi. Aksi tersebut muncul pascakecelakaan maut yang menewaskan seorang pengendara motor di Jalan Yos Sudarso, Road 9, Rabu (28/1/2026).

Korban diketahui seorang pria berusia 25 tahun yang meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan bus pengangkut karyawan perusahaan.

Pantauan di lapangan, spanduk-spanduk itu dipasang di jalur yang kerap dilintasi bus perusahaan. Lokasinya antara lain di Simpang Tiga Telkom yang tak jauh dari lokasi kecelakaan, Simpang Tiga Jalan Pendidikan, serta Simpang Empat Patung Singa, Sangatta Utara.

Isi spanduk bernada penolakan keras. Salah satunya bertuliskan “BOIKOT BIS TAMBANG DI JALAN RAYA.” Spanduk lain bernada satir berbunyi “HATI-HATI DILINDAS BIS TAMBANG.” Kritik tajam terhadap pemerintah juga muncul melalui tulisan “BIS PERUSAHAAN BUNUH WARGA, PEMERINTAH BUNGKAM.”

Baca Juga:  Polres Paser Beber Kronologi Kecelakaan Bus Jurusan Samarinda-Banjarmasin di Desa Busui

Kemunculan spanduk-spanduk tersebut menandai meningkatnya keresahan warga terhadap aktivitas bus perusahaan yang melintas di jalan umum Sangatta, terutama setelah insiden yang merenggut nyawa.

Wakil Presiden BEM Stiper Kutim Yogi Oktanis, menilai reaksi warga merupakan akumulasi kekecewaan yang selama ini tidak mendapat respons memadai.

“Kita tidak perlu heran dengan spanduk yang bertebaran itu. Itu adalah bentuk kekecewaan, protes, sekaligus kecemasan masyarakat Sangatta,” ujarnya.

Menurut Yogi, hingga kini belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah pascakecelakaan maut tersebut. Kondisi ini, kata dia, berpotensi memicu terulangnya kejadian serupa.

“Kita harus menunggu sampai kapan? Apakah korban harus bertambah dulu supaya pemerintah bisa melihat?” tegasnya.

Ia menekankan bahwa persoalan keselamatan jalan bukan isu kelompok tertentu, melainkan menyangkut seluruh warga yang beraktivitas di Sangatta.

Baca Juga:  Balita Meninggal Dilindas Truk di Samarinda

“Kita butuh cara kerja yang konkret dan nyata. Ini bukan soal siapa, tapi semua bisa kena. Kalau harus ada korban lagi supaya pemerintah bertindak, saya rasa semua tidak sudi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi sebelumnya menyebut persoalan operasional bus perusahaan di jalan umum sebagai isu yang kompleks. Banyak karyawan perusahaan, katanya, tinggal di kawasan permukiman sehingga masih harus menunggu dan menggunakan bus di jalan umum.

“Kalau kita batasi masuk ke kampung, justru bisa menghambat karyawan yang tinggal di permukiman. Padahal kita berharap karyawan bisa menyebar dan tinggal di tengah masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, Mahyunadi menegaskan perusahaan harus mendapat peringatan keras agar lebih berhati-hati dalam mengoperasikan armada di jalan umum. Ia bahkan mendorong agar kecelakaan yang melibatkan bus perusahaan dapat dikategorikan sebagai kecelakaan kerja agar memiliki konsekuensi hukum yang lebih tegas.

Baca Juga:  Kaltim Silent Diwarnai Kecelakaan, 1 Meninggal

Untuk jangka panjang, pemerintah daerah juga mempertimbangkan pembangunan jalur alternatif guna mengurangi perlintasan bus perusahaan di kawasan padat penduduk.

“Jalan tembus dari Kampung Kajang, yang kawasan pendidikan itu, bisa menjadi salah satu alternatif,” ujarnya.

Selain itu, rencana pembangunan jalur dari Kilometer 5 menuju Kabo juga disebut sebagai opsi untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Jalur tersebut diharapkan dapat memecah arus kendaraan dari Samarinda menuju Muara Wahau tanpa harus masuk ke pusat Kota Sangatta.

“Konsep-konsepnya sudah ada. Kalau bicara jangka panjang, opsinya banyak, termasuk rencana jalan dari Rawa Gabus dan lainnya,” pungkasnya. (KP)

Tags: kecelakaan maut
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jalan Desa Sekerat Jadi Jalur Truk Semen, Warga Keluhkan Debu dan Risiko Kecelakaan

Next Post

Sopir Kecelakaan Maut di Bukit Indah Bontang Jadi Tersangka, Dikenakan Wajib Lapor

Related Posts

Kakek 70 Tahun Meninggal Usai Tabrak Kayu yang Diangkut Pikap di Loktuan Bontang
Bontang

Kakek 70 Tahun Meninggal Usai Tabrak Kayu yang Diangkut Pikap di Loktuan Bontang

20 Agustus 2026, 11:30
Begini Kronologi Kecelakaan Beruntun Empat Truk di Jalan Poros Bontang
Bontang

Begini Kronologi Kecelakaan Beruntun Empat Truk di Jalan Poros Bontang

13 Agustus 2026, 10:33
Empat Truk Kecelakaan di Jalan Poros Bontang, Evakuasi Berlangsung hingga Dini Hari
Kriminal

Empat Truk Kecelakaan di Jalan Poros Bontang, Evakuasi Berlangsung hingga Dini Hari

13 Agustus 2026, 08:30
Kecelakaan Truk di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Sopir Terjepit di Kabin
Bontang

Kecelakaan Truk di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Sopir Terjepit di Kabin

12 Agustus 2026, 21:06
Warga Berebas Tengah Tewas Usai Tabrak Truk Mogok di Jalan Poros Sangatta-Bontang
Kaltim

Warga Berebas Tengah Tewas Usai Tabrak Truk Mogok di Jalan Poros Sangatta-Bontang

1 Agustus 2026, 16:38
Murid SD Tewas Terlindas Truk di Balikpapan, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Kaltim

Murid SD Tewas Terlindas Truk di Balikpapan, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

31 Juli 2026, 20:50

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.