• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Suhu Panas dan Bikin Gerah, Ini Penjelasan BMKG

by M Zulfikar Akbar
23 April 2020, 13:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi cuaca terik (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Ilustrasi cuaca terik (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan cuaca terik dan gerah yang terasa belakangan ini terjadi akibat beberapa faktor seperti suhu udara yang tinggi, kelembaban udara yang rendah.

Suhu dan kelembaban tinggi ini terutama terjadi pada kondisi langit cerah dan kurangnya awan. Sebab, pancaran sinar matahari langsung lebih banyak diteruskan ke permukaan Bumi.

“Namun fenomena suhu udara tinggi yang terjadi saat ini tampaknya lebih dikontrol oleh pengaruh posisi gerak semu matahari dan mulai bertiupnya angin monsun kering dari benua Australia,” tulis Deputi Bidang Klimatologi, Herizal dikutip dari keterangan rilis dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (23/4/2020).

Perubahan musim ini berdampak pada kurangnya tutupan awan di atas wilayah Indonesia, sehingga sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa adanya penghalang awan.

Lebih lanjut, data BMKG pada hari ini pun menunjukkan potensi hujan yang makin lemah di Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan hanya mengalami hujan ringan. Sementara titik hujan lebat hanya tampak di beberapa titik di Sumatera, Papua, dan sebagian kecil Sulawesi.

Baca Juga:  Hingga Akhir Oktober, Curah Hujan di Kaltim Masuk Kategori Tinggi
Peralihan ke musim kemarau, potensi hujan berkurang di wilayah Indonesia (dok. BMKG)

Berikut beberapa hal yang memengaruhi kondisi panas dan gerah tersebut.

1. Peralihan ke musim kemarau

Berkurangnya tutupan awan terutama di wilayah Indonesia bagian selatan pada bulan-bulan ini disebabkan wilayah ini tengah berada pada masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.

Transisi musim itu ditandai oleh mulai berhembusnya angin timuran dari Benua Australia (monsun Australia) terutama di wilayah bagian selatan Indonesia.

Menurut Herizal, angin monsun Australia ini memiliki sifat kering atau kurang membawa uap air sehingga menghambat pertumbuhan awan.

Kombinasi antara kurangnya tutupan awan dan suhu udara yang tinggi, lalu cenderung berkurang kelembapan inilah yang menyebabkan suasana terik yang dirasakan masyarakat.

2. Momen suhu menghangat di Indonesia

Akibat peralihan musim ini, suhu di sejumlah daerah di Indonesia pun bakal menghangat. BMKG pun sebelumnya sudah memprediksikan jika pada periode Maret-April 2020 suhu bakal terus menghangat di sebagian besar wilayah di Indonesia.

Baca Juga:  Banjarmasin sampai Tarakan Berpotensi Tsunami

Bulan ini, BMKG mengindentifikasi banyak daerah yang mengalami suhu maksimum 34 derajat sampai 36 derajat Celsius bahkan mencapai 37 derajat Celsius tanggal 10 April 2020 di Karangkates, Malang, Jawa Timur.

Sementara kelembapan udara minimum di bawah 60 persen, terpantau terjadi di sebagian wilayah di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, sebagian Jawa Timur, dan Riau.

“Secara klimatologis, bulan April-Mei-Juni memang tercatat sebagai bulan-bulan di mana suhu maksimum mengalami puncaknya di Jakarta, selain Oktober-November. Pola tersebut mirip dengan pola suhu maksimum di Surabaya, sementara di Semarang dan Yogyakarta, pola suhu maksimum akan terus naik secara gradual pada bulan April dan mencapai puncaknya pada bulan September-Oktober,” jelas Herizal.

3. Pemanasan global

Herizal menyebut meningkatnya suhu di Indonesia juga terjadi akibat fenomena pemanasan global.

“Tren suhu udara yang terus meningkat itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak tempat di dunia yang kemudian kita kenal sebagai fenomena pemanasan global,” tegasnya.

Baca Juga:  BMKG Peringatkan 23 Provinsi Waspadai Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

BMKG menggunakan data dari Badan Meteorologi Dunia (WMO) tanggal 15 Januari 2020 yang menyatakan bahwa tahun lalu merupakan tahun terpanas kedua sejak 1850. Analisis BMKG juga menunjukkan hal serupa untuk suhu rata-rata di wilayah Indonesia, yang mana pada 2019 merupakan tahun terpanas kedua sejak 2016.

Suhu rata-rata pada 2019 itu lebih hangat 0,95 derajat celsius dibanding suhu rata-rata klimatologis periode 1901-2000.

Berdasarkan analisis BMKG, tren peningkatan suhu juga disebabkan oleh tren pemanasan di lautan. Terpantau suhu permukaan laut terhangat dalam enam tahun terakhir.

Sementara di daratan, berdasarkan analisis data sejak 1866 terjadi kenaikan suhu yang mencapai 2,12 derajat celsius dalam periode 100 tahun terakhir.

Kemudian menghangatnya suhu muka air laut yang dapat memicu semakin sering atau makin menguatnya kejadian badai tropis di wilayah selatan atau utara Indonesia. (din/eks/cnn)

Print Friendly, PDF & Email
Source: CNN
Tags: bmkgperubahan cuaca
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Berjibaku 30 Menit, Keratong 170 Kg Takluk

Next Post

Hari Ini Distribusi BLT dan Sembako, Ini Yang Harus Diperhatikan

Related Posts

Musim Hujan Kaltim Diperkirakan Berlangsung Lama, Warga Diminta Tetap Siaga hingga Juni 2026
Kaltim

Musim Hujan Kaltim Diperkirakan Berlangsung Lama, Warga Diminta Tetap Siaga hingga Juni 2026

4 Desember 2025, 15:30
Menuju Akhir Tahun, BMKG Prediksi Hujan Turun Setiap Hari di Kaltim
Kaltim

Menuju Akhir Tahun, BMKG Prediksi Hujan Turun Setiap Hari di Kaltim

29 Oktober 2025, 17:00
Hingga Akhir Oktober, Curah Hujan di Kaltim Masuk Kategori Tinggi
Kaltim

Hingga Akhir Oktober, Curah Hujan di Kaltim Masuk Kategori Tinggi

23 Oktober 2025, 09:23
Hujan Deras Menghantui Sebagian Besar Wilayah Kaltim hingga Akhir Tahun
Kaltim

Hujan Deras Menghantui Sebagian Besar Wilayah Kaltim hingga Akhir Tahun

24 Desember 2024, 09:00
BMKG Prediksi 6 Wilayah di Kaltim Mulai Masuk Musim Kemarau Awal Agustus 2024
Kaltim

BMKG Prediksi 6 Wilayah di Kaltim Mulai Masuk Musim Kemarau Awal Agustus 2024

20 Juli 2024, 11:13
Waspada, BMKG Temukan 181 Titik Panas di Kaltim
Kaltim

Waspada, BMKG Temukan 181 Titik Panas di Kaltim

26 Februari 2024, 09:00

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.