<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>banjir samarinda Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/banjir-samarinda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/banjir-samarinda/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 May 2025 03:08:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>banjir samarinda Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/banjir-samarinda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wali Kota Andi Harun Tetapkan Samarinda Darurat Bencana</title>
		<link>https://bontangpost.id/wali-kota-andi-harun-tetapkan-samarinda-darurat-bencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2025 03:08:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[banjir samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138753</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Cuaca ekstrem kembali membawa bencana di Kota Samarinda. Hujan deras yang mengguyur pada Senin (12/5) tak hanya menyebabkan banjir di sejumlah titik, tapi juga memicu tanah longsor yang merenggut korban jiwa. Pemerintah Kota Samarinda pun menetapkan status darurat bencana selama 14 hari ke depan. Data sementara mencatat, empat orang dalam satu keluarga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/wali-kota-andi-harun-tetapkan-samarinda-darurat-bencana/">Wali Kota Andi Harun Tetapkan Samarinda Darurat Bencana</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="3"><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; </strong>Cuaca ekstrem kembali membawa bencana di Kota Samarinda. Hujan deras yang mengguyur pada Senin (12/5) tak hanya menyebabkan banjir di sejumlah titik, tapi juga memicu tanah longsor yang merenggut korban jiwa. Pemerintah Kota Samarinda pun menetapkan status darurat bencana selama 14 hari ke depan.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Data sementara mencatat, empat orang dalam satu keluarga tewas tertimbun longsor. Seorang balita dilaporkan hanyut dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Selain itu, satu warga tersetrum akibat kabel listrik yang terendam air. Akses jalan HAM Rifaddin di kawasan Kecamatan Loa Janan Ilir pun putus total imbas banjir.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Situasi ini memaksa Pemkot Samarinda mengambil langkah cepat. Wali Kota Andi Harun menerbitkan Surat Pernyataan Penetapan Status Darurat Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor dengan Nomor 360.2/0960/300.06, berlaku sejak 12 Mei hingga 25 Mei 2025.</p>
<p data-reader-unique-id="13">“Ini kondisi luar biasa. Korban sudah berjatuhan, dan infrastruktur kita ikut terdampak parah. Kita perlu penanganan lintas sektor dan dukungan kuat dari provinsi,” ujar Andi Harun saat meninjau lokasi terdampak, Minggu (18/5).</p>
<p data-reader-unique-id="17">Ia menyebut banjir di Samarinda tak sepenuhnya disebabkan oleh hujan lokal, tapi juga karena limpasan air dari wilayah hulu dan sekitarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="17">Volume air besar dari luar kota, misalnya dari Kutai Kartanegara akibat pengupasan lahan untuk area tambang memperparah kondisi sungai yang sudah kewalahan menampung debit air.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Langkah cepat terus dilakukan, mulai dari normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, hingga peningkatan sistem drainase di wilayah rawan genangan. Pemkot juga mengintensifkan patroli wilayah dan pemantauan titik rawan longsor.</p>
<p data-reader-unique-id="22">“Kami fokus pada pencegahan agar tidak terjadi korban tambahan. Tapi kami juga butuh peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan melaporkan potensi bahaya sejak dini,” imbuhnya.</p>
<p data-reader-unique-id="23">Andi Harun menegaskan, penanganan banjir dan longsor tidak bisa berjalan sendiri. Ia berharap pemerintah provinsi turun tangan, baik dalam hal koordinasi antarwilayah maupun penyediaan anggaran darurat.</p>
<p data-reader-unique-id="23">“Kami sudah bergerak di tingkat kota. Tapi tanpa sinergi regional, upaya ini tidak akan maksimal,” tegasnya.</p>
<p data-reader-unique-id="30">Dengan penetapan status darurat ini, Pemkot berharap seluruh elemen bergerak cepat dan terpadu. Warga diminta tetap waspada menghadapi potensi bencana lanjutan akibat cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/wali-kota-andi-harun-tetapkan-samarinda-darurat-bencana/">Wali Kota Andi Harun Tetapkan Samarinda Darurat Bencana</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Samarinda Kebanjiran, Diduga Tiga Rumah Tertimbun Longsor, Berikut Daftar Wilayah yang Terendam</title>
		<link>https://bontangpost.id/samarinda-kebanjiran-diduga-tiga-rumah-tertimbun-longsor-berikut-daftar-wilayah-yang-terendam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2025 02:49:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[banjir samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138561</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Hujan deras kembali melanda Samarinda. Seperti biasa sejumlah wilayah di Samarinda terserang banjir lagi. Bahkan tiga kasus tanah longsor terjadi di tiga kawasan yakni 2 di Lempake dan satu di Bengkuring. Khusus longsor yang terjadi di Jalan Belimau Raya, RT 22 Lempake. Diperkirakan terdapat tiga rumah yang tertimbun tanah, diduga ada warga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/samarinda-kebanjiran-diduga-tiga-rumah-tertimbun-longsor-berikut-daftar-wilayah-yang-terendam/">Samarinda Kebanjiran, Diduga Tiga Rumah Tertimbun Longsor, Berikut Daftar Wilayah yang Terendam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="page">
<p data-reader-unique-id="3"><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; </strong>Hujan deras kembali melanda Samarinda. Seperti biasa sejumlah wilayah di Samarinda terserang banjir lagi. Bahkan tiga kasus tanah longsor terjadi di tiga kawasan yakni 2 di Lempake dan satu di Bengkuring.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Khusus longsor yang terjadi di Jalan Belimau Raya, RT 22 Lempake. Diperkirakan terdapat tiga rumah yang tertimbun tanah, diduga ada warga di dalamnya. Namun sejauh ini petugas masih melakukan pengecekan di lokasi berdasarkan informasi awal tersebut.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Hingga saat ini, perkiraan menyebutkan ada empat korban yang tertimbun di dalam rumah. Material longsor juga menimbun sepeda motor yang berada di halaman rumah.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Tanah di lokasi longsor masih terus bergerak, menyulitkan proses evakuasi. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pencarian dan penanganan darurat.</p>
<p><center data-reader-unique-id="12"></center></p>
<p data-reader-unique-id="15">Berdasarkan data pantauan sementara tercatat 21 kawasan terpantau terdapat genangan air atau banjir. Hujan di Samarinda sendiri mulai terjadi pukul 05.00 Wita. Hingga pukul 10.00 ini hujan deras masih melanda sejumlah kawasan.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Berikut ini pantauan ITS-TRC terhadap Kawasan Kota Samarinda yang terlocksheet genangan/banjir yakni :</p>
<p data-reader-unique-id="17">1. Jalan Poros Samarinda &#8211; Bandara ApT. Pranoto</p>
<p data-reader-unique-id="18">( Simpang Lempake &#8211; Alaya/Pemancingan Kebun Raya/ 100mtr Simpang Pampang dari smr &#8211; Pintu Masuk Bandara APT. Pranoto)</p>
<p data-reader-unique-id="19">2. Jalan Bitek RT. 07 &amp; Wilayah RT. 01 Kel S. Siring</p>
<p data-reader-unique-id="20">3. Jalan Citandui Tanah Merah</p>
<p data-reader-unique-id="24">4. Jalan Serayu Tanah Merah</p>
<p data-reader-unique-id="25">5. Jalan Gunung Kapur, Lempake</p>
<p data-reader-unique-id="26">6. Jalan Giri Rejo, Lempake</p>
</div>
<div class="page">
<p data-reader-unique-id="4">7. Jalan Kebun Agung Lempake</p>
<p data-reader-unique-id="5">8. Jalan Daman Huri S Pinang</p>
<p data-reader-unique-id="6">9. Jalan Gerilya Sungai Pinang</p>
<p data-reader-unique-id="8">10. Jalan Pramuka</p>
<p data-reader-unique-id="9">11. Jalan Juanda</p>
<p><center data-reader-unique-id="10"></center></p>
<p data-reader-unique-id="14">12. Jalan Kadri Oneng</p>
<p data-reader-unique-id="15">13. Jalan AW Syaharani</p>
<p data-reader-unique-id="16">14. Jalan Lejen Suprapto</p>
<p data-reader-unique-id="17">15. Jl. Wahid Hasyim I</p>
<p data-reader-unique-id="18">16. Jalan KS. Tubun</p>
<p data-reader-unique-id="19">17. Jalan Kartini Lempake</p>
<p data-reader-unique-id="23">18. Jalan Belimau SMAN 9 ( sekitaran Gereja)</p>
<p data-reader-unique-id="24">19. Jalan Mugirejo Dalam.</p>
</div>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/samarinda-kebanjiran-diduga-tiga-rumah-tertimbun-longsor-berikut-daftar-wilayah-yang-terendam/">Samarinda Kebanjiran, Diduga Tiga Rumah Tertimbun Longsor, Berikut Daftar Wilayah yang Terendam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Samarinda Meluas, Ribuan Rumah dan Puluhan Ribu Warga Terdampak</title>
		<link>https://bontangpost.id/banjir-samarinda-meluas-ribuan-rumah-dan-puluhan-ribu-warga-terdampak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jan 2025 00:50:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[banjir samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=135327</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Banjir yang melanda Samarinda berdampak luas pada ribuan rumah dan puluhan ribu warga di berbagai kecamatan. Berdasarkan data terbaru dari Posdalops-PB BPBD Samarinda, yang diperoleh media ini pada Kamis (30/1), Kecamatan Samarinda Utara mengalami dampak terparah. Sebanyak 2.023 rumah di 38 rukun tetangga (RT) terdampak, dengan 1.766 kepala keluarga (KK) dan 5.960 jiwa yang harus [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/banjir-samarinda-meluas-ribuan-rumah-dan-puluhan-ribu-warga-terdampak/">Banjir Samarinda Meluas, Ribuan Rumah dan Puluhan Ribu Warga Terdampak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; </strong>Banjir yang melanda Samarinda berdampak luas pada ribuan rumah dan puluhan ribu warga di berbagai kecamatan.</p>
<p>Berdasarkan data terbaru dari Posdalops-PB BPBD Samarinda, yang diperoleh media ini pada Kamis (30/1), Kecamatan Samarinda Utara mengalami dampak terparah. Sebanyak 2.023 rumah di 38 rukun tetangga (RT) terdampak, dengan 1.766 kepala keluarga (KK) dan 5.960 jiwa yang harus bertahan di tengah genangan air.</p>
<p>Disusul oleh Kecamatan Sungai Pinang, di mana 1.036 rumah di 47 RT terdampak, dengan total 4.060 jiwa dari 1.182 KK yang terdampak banjir.</p>
<p>Di urutan ketiga, Kecamatan Palaran mengalami dampak banjir pada 540 rumah di 15 RT, dengan 1.767 jiwa dari 540 KK yang aktivitasnya terganggu akibat banjir.</p>
<p>Selanjutnya, Kecamatan Samarinda Ulu melaporkan 182 rumah di 10 RT yang terendam, dengan 631 jiwa dari 231 KK terdampak.</p>
<p>Di Kecamatan Samarinda Ilir, genangan air berangsur surut. Meskipun tidak ada rumah yang terdampak langsung, sebanyak 86 KK dengan 232 jiwa mengalami kendala akses jalan akibat genangan air yang sempat terjadi.</p>
<p>Sementara itu, Kecamatan Loa Janan Ilir mencatat 237 rumah terdampak di 4 RT, dengan 237 KK dan 936 jiwa yang terdampak banjir.</p>
<p>Meskipun rata-rata ketinggian air berkisar antara 5 hingga 150 sentimeter, beberapa wilayah masih mengalami genangan cukup tinggi, menyulitkan aktivitas warga. Pemerintah dan relawan terus menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak, sementara upaya penanganan banjir masih dilakukan.</p>
<p>Sebelumnya, pada Rabu (29/1), empat kecamatan lainnya juga sempat mengalami banjir. Namun, menurut informasi terbaru, kondisi di wilayah tersebut sudah mulai surut. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/banjir-samarinda-meluas-ribuan-rumah-dan-puluhan-ribu-warga-terdampak/">Banjir Samarinda Meluas, Ribuan Rumah dan Puluhan Ribu Warga Terdampak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir di Samarinda, Sudah 1.833 Rumah Terendam Air</title>
		<link>https://bontangpost.id/banjir-di-samarinda-sudah-1-833-rumah-terendam-air/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2025 00:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[banjir samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=135302</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Pergerakan banjir ini yang awalnya terjadi di Desa Budaya Pampang dan Sempaja Timur, kini mulai mengepung sebagian kawasan Kecamatan Samarinda Utara. Sudah 1.833 rumah dilaporkan terendam terendam air dengan ketinggian bervariasi. Angka rumah terendam air bahkan diperkirakan melebihi 2000 bangunan. Dari data yang dihimpun tim Pusdalops BPBD Samarinda, Rabu (29/1) sekitar pukul 14.00 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/banjir-di-samarinda-sudah-1-833-rumah-terendam-air/">Banjir di Samarinda, Sudah 1.833 Rumah Terendam Air</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; </strong>Pergerakan banjir ini yang awalnya terjadi di Desa Budaya Pampang dan Sempaja Timur, kini mulai mengepung sebagian kawasan Kecamatan Samarinda Utara. Sudah 1.833 rumah dilaporkan terendam terendam air dengan ketinggian bervariasi. Angka rumah terendam air bahkan diperkirakan melebihi 2000 bangunan.</p>
<p>Dari data yang dihimpun tim Pusdalops BPBD Samarinda, Rabu (29/1) sekitar pukul 14.00 genangan merendam sebagian wilayah di empat Kecamatan, yaitu Samarinda Utara, Sungai Pinang, Palaran hingga Loa Janan. Menggenangi sebanyak 96 RT, 2.798 KK dan 8.406 jiwa. Total bangunan yang terendam sebanyak 1.833 unit.</p>
<p>Rumah-rumah warga terendam dengan ketinggian air yang bervariasi. Mengenai jumlah rumah yang terendam air, bahkan dari data yang beredar</p>
<p>Banjir yang melanda Kota Samarinda sejak Minggu terus meluas hingga hari keempat, Rabu (29/1/2025). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, melaporkan bahwa selain ketinggian air yang meningkat, wilayah terdampak juga semakin meluas.</p>
<p>Suwarso mengatakan, data terakhir dari posko BPBD, tercatat untuk di wilayah Kelurahan Sempaja Timur ada sedikitnya 933 bangunan. Adapun di Kelurahan Gunung Lingai, tercatat ada 67 bangunan, sehingga totalnya mencapai 1.000 bangunan.</p>
<p>Sebagian besar warga korban banjir telah memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat maupun ke rumah keluarganya masing-masing, sehingga posko pengungsian yang telah disiapkan oleh BPBD Kota Samarinda di kantor Kelurahan Sempaja Timur saat ini masih kosong.</p>
<p>&#8220;Posko pengungsian sudah kita siapkan, di kelurahan, tetapi sampai saat ini masih kosong,&#8221; pungkasnya Suwarso terkait banjir Samarinda.</p>
<p><strong>Wilayah Sebaran Banjir;</strong></p>
<p>&#8211; Sempaja Timur</p>
<p>&#8211; Gunung Lingai</p>
<p>&#8211; Temindung Permai</p>
<p class="class-paragraph">&#8211; Kelurahan Sidodadi.</p>
<p>&#8211; Loa Janan</p>
<p>&#8211; Sungai Siring</p>
<p><strong>Perumahan Paling Parah Terendam Air</strong></p>
<p>&#8211; Perumahan Bengkuring</p>
<p>&#8211; Perum Griya Mukti</p>
<p>&#8211; Temindung Permai</p>
<p><strong>Bangunan Terendam Air</strong></p>
<p>&#8211; Kelurahan Sempaja Timur = 933 bangunan</p>
<p>&#8211; Kelurahan Gunung Lingai = 67 bangunan</p>
<p>&#8211; Pampang = 357 bangunan</p>
<p>&#8211; Sempaja Utara = 313 rumah</p>
<p>&#8211; Sisanya tersebar di kawasan lain termasuk Loa Janan). <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/banjir-di-samarinda-sudah-1-833-rumah-terendam-air/">Banjir di Samarinda, Sudah 1.833 Rumah Terendam Air</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Semakin Tinggi dan Meluas, Samarinda Bagian Utara Lumpuh</title>
		<link>https://bontangpost.id/banjir-semakin-tinggi-dan-meluas-samarinda-bagian-utara-lumpuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 05:45:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[banjir samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=135289</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Cuaca hujan intensitas sedang dan lebat di kota Samarinda belum ada tanda-tanda reda, Rabu (29/1/2025) pagi. Kondisi ini, memperparah genangan banjir semakin tinggi dan meluas terutama bagian utara Samarinda Kota. Banjir dengan cepat terus naik, sejak kemarin akibat pintu air Bendungan Lempake dibuka. Ribuan warga di Perumahan Bengkuring dan Griya Sempaja, terdampak. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/banjir-semakin-tinggi-dan-meluas-samarinda-bagian-utara-lumpuh/">Banjir Semakin Tinggi dan Meluas, Samarinda Bagian Utara Lumpuh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; </strong>Cuaca hujan intensitas sedang dan lebat di kota Samarinda belum ada tanda-tanda reda, Rabu (29/1/2025) pagi. Kondisi ini, memperparah genangan banjir semakin tinggi dan meluas terutama bagian utara Samarinda Kota.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Banjir dengan cepat terus naik, sejak kemarin akibat pintu air Bendungan Lempake dibuka. Ribuan warga di Perumahan Bengkuring dan Griya Sempaja, terdampak.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Kini, banjir sudah menutupi beberapa titik ruas Jalan Wahid Hasyim 2, Jalan Juanda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Antasari, Jalan P Suryanata, dan Jalan Gerilya hingga Perumahan Aresco Sambutan.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Dilaporkan juga, seorang anak laki-laki inisial Z ditemukan tewas tenggelam di danau Perumahan Villa Tamara Jalan Abdul Wahab Sjahranie, pada kemarin malam. Jenazah langsung di evakuasi untuk disemayamkan di rumah keluarga korban di Jalan Modang.</p>
<p data-reader-unique-id="7">BPBD Kota Samarinda mengimbau masyarakat agar dapat memperhatikan dan menghindari aliran air atau parit dan sungai karena arus air sedang deras.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Data dihimpun BPBD pada Selasa malam, lokasi yang terpantau tergenang banjir di kota Samarinda :</p>
<p><center data-reader-unique-id="10"></center></p>
<p data-reader-unique-id="16">1. Jalan Siraj Salman <br data-reader-unique-id="17" />2. Jalan Arisco Blok CC1<br data-reader-unique-id="18" />3. Jalan Kusuma Bangsa <br data-reader-unique-id="19" />4. Jalan Gunung Merbabu<br data-reader-unique-id="20" />5. Simpang Lembuswana <br data-reader-unique-id="21" />6. Simpang Pasundan <br data-reader-unique-id="22" />7. Simpang Juanda Fly Over <br data-reader-unique-id="23" />8. Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan <br data-reader-unique-id="24" />9. Jalan H. A. M. M. Rifaddin<br data-reader-unique-id="25" />10. Jalan Gajah Mada<br data-reader-unique-id="26" />11. Jalan Damai <br data-reader-unique-id="27" />12. Jalan Merdeka</p>
<p data-reader-unique-id="28">Keterangan: ketinggian air rata-rata 10 – 40 cm</p>
<p data-reader-unique-id="29">Fasilitas Umum: <br data-reader-unique-id="30" />&#8211; Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjahranie (Tergenang). <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/banjir-semakin-tinggi-dan-meluas-samarinda-bagian-utara-lumpuh/">Banjir Semakin Tinggi dan Meluas, Samarinda Bagian Utara Lumpuh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>11.994 Jiwa Terdampak Banjir di Samarinda</title>
		<link>https://bontangpost.id/11-994-jiwa-terdampak-banjir-di-samarinda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2021 10:57:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[banjir samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=91664</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Sebanyak enam kelurahan dari dua kecamatan di Samarinda masih terendam banjir, Kamis (21/10/2021). Banjir merendam 85 RT. Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat yaitu air bersih, air mineral, makanan siap saji, peralatan kebersihan sanitasi, perlengkapan bayi, obat-obatan dan masker. Joko relawan ITS-ITC menjelaskan masyarakat terdampak banjir mencapai 3.348 Kepala Keluarga (KK) dengan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/11-994-jiwa-terdampak-banjir-di-samarinda/">11.994 Jiwa Terdampak Banjir di Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Sebanyak enam kelurahan dari dua kecamatan di Samarinda masih terendam banjir, Kamis (21/10/2021). Banjir merendam 85 RT.</p>
<p>Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat yaitu air bersih, air mineral, makanan siap saji, peralatan kebersihan sanitasi, perlengkapan bayi, obat-obatan dan masker.</p>
<p>Joko relawan ITS-ITC menjelaskan masyarakat terdampak banjir mencapai 3.348 Kepala Keluarga (KK) dengan total 11.994 jiwa.</p>
<p>&#8220;Banjir yang paling tinggi di Sempaja Timur, Samarinda Utara. Ini menggangu aktivitas masyarakat, banyak yang mengungsi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Adapun, lokasi pengungsian di tiga titik. Yakni di Masjid Al Muhajirin ada 20 KK, 80 Jiwa Jalan Bengkuring Raya I dan di Ruko 6 pintu milik warga dalam pendataan di Jalan Asparagus 6. Serta Rusunawa di Jalan Wanyi juga masih dalam pendataan jumlah warga yang mengungsi.</p>
<p>&#8220;Banjir yang terjadi di Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda Utara berdampak kepada 1.498 KK atau 4.916 Jiwa. Tinggi Mata Air (TMA) di waduk Benanga pada level 70 sentimeter,&#8221; kata Joko.</p>
<p>Selain itu, banjir juga menggenangi Kelurahan Sempaja Selatan. 8 RT terendam. Di antaranya  RT 01, 27, 28, 32 dan 33. Masyarakat yang terdampak banjir di wilayah ini ada 460 KK dengan total 1.776 Jiwa.</p>
<p>Sedangkan, di Kelurahan Lempake ada 5 RT terendam banjir. Banjir juga terjadi di Kelurahan Sempaja Utara, menggenangi 2 RT. Akibatnya, 39 KK atau 120 jiwa ikut terdampak.</p>
<p>Untuk di wilayah Kecamatan Sungai Pinang, banjir merendam Kelurahan Gunung Lingai dan membuat aktivitas masyarakat terganggu. Di lokasi ini ada 36 KK atau sekitar 114 jiwa yang terdampak. Tak hanya itu, juga terdapat 39 RT yang terendam banjir di Kelurahan Temindung Permai. <strong>(myn)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/11-994-jiwa-terdampak-banjir-di-samarinda/">11.994 Jiwa Terdampak Banjir di Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panti Asuhan Baitul Walad yang Terus Berjuang di Tengah Banjir</title>
		<link>https://bontangpost.id/panti-asuhan-baitul-walad-yang-terus-berjuang-di-tengah-banjir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2020 03:30:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[banjir samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[feature]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=68671</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banjir sudah sangat akrab dengan panti asuhan ini. Januari ini sudah tiga kali. Bulan lalu 14 kali. Hasrat untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi terhalang biaya. NOFIYATUL CHALIMAH, Samarinda ZAKIA gelisah siang itu. Banjir telah memenuhi seluruh rumah hingga setinggi lututnya. Dia bersiap bermalam di musala di samping kediamannya bersama anak-anak. Bayang-bayang Ramadan dua [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/panti-asuhan-baitul-walad-yang-terus-berjuang-di-tengah-banjir/">Panti Asuhan Baitul Walad yang Terus Berjuang di Tengah Banjir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Banjir sudah sangat akrab dengan panti asuhan ini. Januari ini sudah tiga kali. Bulan lalu 14 kali. Hasrat untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi terhalang biaya.</p>
</div>
<p>NOFIYATUL CHALIMAH, <em>Samarinda</em></p>
<p>ZAKIA gelisah siang itu. Banjir telah memenuhi seluruh rumah hingga setinggi lututnya. Dia bersiap bermalam di musala di samping kediamannya bersama anak-anak. Bayang-bayang Ramadan dua tahun lalu muncul di kepalanya, saat genangan setinggi paha memaksanya tidur di musala. Tiga hari tiga malam. Bersama anak-anak.</p>
<p>Beruntung tim pemadam kebakaran tiba-tiba datang Selasa (14/1/2020) malam itu. Menawarkan bantuan menyedot air keluar dari rumah. Beruntungnya lagi, air berhasil disedot dan hanya menyisakan genangan di teras pada dini hari, Rabu (15/1/2020).</p>
<p>Rumah yang ditempati Zakia bukan rumah biasa. Rumah ini juga panti asuhan. Namanya Panti Asuhan Baitul Walad. Di sini, Zakia merawat 15 bayi dan balita. Panti asuhan ini turut mengasuh 74 anak di atas enam tahun yang sudah bersekolah.</p>
<p>Bersama suaminya, Farid Agus Setiawan, pemilik nama lengkap Zakia Hubudiyah itu sudah menggulirkan roda panti asuhan selama 10 tahun. Zakia pun telah akrab dengan banjir yang kerap menyambangi panti asuhan di Jalan Flamboyan, Sungai Kunjang, Samarinda, tersebut.</p>
<p>“Desember 14 kali kebanjiran, kalau Januari ini sudah tiga kali,” kisah Zakia.</p>
<p>Jika banjir, dia dan para pengasuh memilih tidak tidur. Bergantian menjaga bayi. Tiap tiga-empat jam berganti jaga. Sebab, jika banjir masuk rumah, bayi dan balita tetap tidur di kotak ranjang mereka yang tinggi. Sementara pengasuh duduk menunggu di sebelahnya.</p>
<p>Tanggul di depan rumah pun sudah dibuat untuk menghalangi air masuk. Namun, air tetap menemukan celah menyelip ke rumah ini melalui bagian belakang.</p>
<p>Ketika banjir, tak hanya tenaga ekstra yang keluar. Tetapi, biaya yang juga makin banyak. Dia pun sudah tak lagi memakai lemari kayu karena cepat rusak saking kerap disatroni banjir. Saat ini, lemari yang dia pakai adalah yang berbahan plastik. Belum lagi, risiko dikunjungi ular saat banjir.</p>
<p>“Kemarin malam (14/1/2020) saja, sudah ada ular besar hampir selingkar paha di parit depan. Lalu orang pemadam tahu dan ditangkap. Itu saja susah tangkapnya, sekitar setengah jam baru bisa. Belakang panti ini kan gunung, jadi banyak sarang ularnya,” cerita perempuan yang tengah mengandung tersebut.</p>
<p>Pihaknya pun ingin membangun panti baru di area belakang rumah yang posisinya lebih tinggi. Sehingga tak khawatir kebanjiran. Namun, dana yang diperlukan cukup besar. Hitungan Zakia dan temannya menyentuh angka Rp 8,5 miliar. Angka sebesar itu membuat Zakia menunda dulu niatnya. Dia memilih mendahulukan keinginan untuk memberi tanggul di sekeliling panti asuhan. Jadi, air tak bisa masuk. Sembari berharap banjir tak menyatroni rumah ini lagi.</p>
<p>Bagi dia, terpenting saat ini adalah kondisi anak-anak panti asuhan yang masih bayi dan balita. Sebab, ketika banjir, mereka pasti kesusahan air bersih. Jika begini, para balita mesti cebok dengan air minum dan mandi hanya dengan tisu basah.</p>
<p>Mendirikan dan menjalankan panti asuhan hingga sekarang tak pernah direncanakan Zakia dan suaminya. Sepuluh tahun lalu, suatu sore berhujan, dia tengah berkeliling dengan sang suami untuk membagikan nasi. Hingga, mobil mereka sampai di kawasan Lempake, Samarinda Utara. Hujan turun, mereka memberi tumpangan kepada seorang ibu berhijab yang tengah berjalan kaki di tengah hujan.</p>
<p>“Ternyata, di balik jilbab itu ada anak bayi. Si ibu itu orang tak berpunya yang memiliki banyak anak. Dia berniat menaruh anaknya di panti asuhan di Lempake situ. Namun, lidah saya seperti dituntun Allah untuk bilang, saya saja yang merawat anaknya. Sejak saat itu, ada lagi bayi kedua, ketiga, dan seterusnya yang datang, dan kami memutuskan untuk membuat panti asuhan hingga saat ini,” kenang Zakia.</p>
<p>Dia pun banyak dibantu dermawan. Tak ada dermawan tetap, tetapi rezeki selalu ada. Zakia yakin, Allah akan menjaganya. Dia pun pernah pada suatu fase, empat jam sebelum buka puasa, beras yang tersisa hanya 2,5 kilogram. Beras itu tak cukup untuk memberi makan dia dan anak-anak panti. Uang pun sudah tak bersisa.</p>
<p>Baru saja dia membatin bagaimana memberi makan anak-anak pada buka puasa nanti, ternyata sebuah mobil datang. Seorang pria membawa 20 sak karung beras dan uang Rp 5 juta untuk disumbangkan kepada anak-anak.</p>
<p>Hingga kini, banyak tamu yang datang memberikan bantuan, tak terbatas golongan. Fasilitas di Baitul Walad pun tak sedikit yang terwujud berkat toleransi.</p>
<p>“Air memang agak susah di sini. Air bersih (PDAM) saja, kami dipasangkan oleh teman-teman komunitas Hindu. Kemudian, AC dan pagar depan juga diberikan teman-teman gereja,” ucap Zakia.</p>
<p>Bagi dia, anak-anak adalah amanah. Anak-anak di panti asuhan ini datang dari berbagai tempat di Indonesia dengan latar belakang berbeda. Ada yang karena yatim piatu, ada yang keluarga tak mampu, ada pula yang datang karena ibunya menjadi korban kekerasan ayahnya.</p>
<p>Anak-anak ini akan dididik menjadi penghafal Alquran dan pendakwah sehingga membawa kebaikan untuk umat. Sebab, mereka hidup dari kedermawanan umat. Zakia bersyukur banyak orang baik nan dermawan yang terus membantu mereka. Meskipun, ada sebagian yang tampaknya hendak memanfaatkan panti ini untuk mengambil keuntungan sendiri.</p>
<p>“Makanya saya hati-hati juga kalau ada orang yang bilang mau bikin proposal untuk Baitul Walad,” pungkasnya. (***/dwi/k8/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/panti-asuhan-baitul-walad-yang-terus-berjuang-di-tengah-banjir/">Panti Asuhan Baitul Walad yang Terus Berjuang di Tengah Banjir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Kembali Lumpuhkan Samarinda, Warga Minta Evakuasi</title>
		<link>https://bontangpost.id/banjir-kembali-lumpuhkan-samarinda-warga-minta-evakuasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2020 07:30:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[banjir samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=68603</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA &#8211; Hujan yang turun membuat kota Samarinda kembali banjir, Selasa (14/1/2020). Aktivitas seperti kegiatan sekolah dan layanan publik serta kegiatan warga di pemukiman terganggu. Pantauan Prokal.co (grup Bontangpost.id), banjir di Perumahan Bengkuring Sempaja Timur sejak hari Minggu lalu terus bertambah dan meninggi hingga pinggang orang dewasa. Aktivitas Puskesmas di daerah ini ikut terganggu. Sekretaris [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/banjir-kembali-lumpuhkan-samarinda-warga-minta-evakuasi/">Banjir Kembali Lumpuhkan Samarinda, Warga Minta Evakuasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA &#8211; Hujan yang turun membuat kota Samarinda kembali banjir, Selasa (14/1/2020). Aktivitas seperti kegiatan sekolah dan layanan publik serta kegiatan warga di pemukiman terganggu.</p>
<p>Pantauan <em>Prokal.co</em> (grup <em>Bontangpost.id</em>), banjir di Perumahan Bengkuring Sempaja Timur sejak hari Minggu lalu terus bertambah dan meninggi hingga pinggang orang dewasa. Aktivitas Puskesmas di daerah ini ikut terganggu. Sekretaris BPBD Samarinda Hendra AH menjelaskan Tinggi Muka Air (TMA) waduk Benanga sudah alami penurunan hingga 76 sentimeter dari 92 sentimeter.</p>
<p>&#8220;Tapi banjir di Bengkuring ada kenaikan karena ada stagnan aliran air di Sungai Karang Mumus (SKM) terhambat di Dr Soetomo Gang Nibung,&#8221; jelas Hendra.</p>
<p>Data dihimpun relawan dari berbagai instansi menyebut beberapa warga di Sempaja meminta evakuasi oleh petugas. Alat perahu yang tersedia sudah didistribusikan BPBD Samarinda ke daerah rawan banjir, belum cukup.</p>
<p>Permintaan evakuasi juga datang dari salah satu warga di Jl Sultan Alimuddin Sambutan. Begitu juga warga di Jl Sentosa Gang Kenangan meminta evakuasi karena banjir dengan cepat datang. Persimpangan Sempaja Jl KH Wahid Hasyim, Jl DI Panjaitan dan Jl AW Sjahranie tinggi banjir hingga 60 sentimeter. Hanya kendaraan besar saja yang bisa melintas, sedangkan kendaraan roda dua tak bisa lewat.</p>
<p>&#8220;Kami juga bersiaga di simpang Alaya dan Mugirejo membantu warga. Kami juga melakukan evakuasi anak-anak sekolah yang terjebak banjir di Jl Damai,&#8221; ujar Hendra.</p>
<p>Hendra menambahkan tim BPBD Samarinda juga mengirimkan beberapa unit perahu ke Loa Buah dekat kawasan Jembatan Mahulu untuk evakuasi warga dari banjir.</p>
<p>Di daerah kota seperti Jl Gunung Merbabu dan Jl Pasundan banjir semakin besar dari biasanya. Adapun, langganan daerah terendam banjir Jl DI Panjaitan membuat petugas bersiaga untuk setiap waktu mengevakuasi warga yang hendak ke Bandara APT Pranoto.</p>
<p>Ketinggian banjir menutup jalan terjadi juga di Jl Damanhuri dan Jl Gerilya. Dan, persimpangan Jl Dr Soetomo, Jl WR Suparman kembali terendam banjir.</p>
<p>Banjir juga terpantau terjadi di kawasan Sungai Keledang Jl Cipto Mangunkusumo, Jl Pelita dan Jl HM Riffadin. Ketinggian banjir di daerah ini cukup tinggi dan tak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Pemukiman di Kilometer 1 Loa Janan Gang 17 terendam banjir. (mym/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/banjir-kembali-lumpuhkan-samarinda-warga-minta-evakuasi/">Banjir Kembali Lumpuhkan Samarinda, Warga Minta Evakuasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Status Darurat Banjir Samarinda Diperpanjang</title>
		<link>https://bontangpost.id/status-darurat-banjir-samarinda-diperpanjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2019 04:30:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[banjir samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=63065</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah memperpanjang masa status tanggap darurat banjir hingga sepekan ke depan, meskipun kondisi genangan air di sejumlah titik mulai surut dan sebagian warga masyarakat yang menjadi korban banjir telah menjalani kehidupan normal. Sekretaris Daerah Kota (Setdakot) Samarinda, Sugeng Chairuddin, di Samarinda, Minggu (16/6/2019), mengatakan perpanjangan status tanggap darurat banjir ini diberlakukan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/status-darurat-banjir-samarinda-diperpanjang/">Status Darurat Banjir Samarinda Diperpanjang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah memperpanjang masa status tanggap darurat banjir hingga sepekan ke depan, meskipun kondisi genangan air di sejumlah titik mulai surut dan sebagian warga masyarakat yang menjadi korban banjir telah menjalani kehidupan normal.</p>
<p>Sekretaris Daerah Kota (Setdakot) Samarinda, Sugeng Chairuddin, di Samarinda, Minggu (16/6/2019), mengatakan perpanjangan status tanggap darurat banjir ini diberlakukan mengingat sejumlah wilayah di Ibukota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut masih menyisakan genangan air khususnya di beberapa titik dan masyarakat korban banjir masih membutuhkan uluran tangan baik dari pemerintah maupun relawan untuk kelangsungan hidupnya.</p>
<p>&#8220;Kami terus menjalin koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para relawan dan juga perwakilan dari kementerian untuk memantau perkembangan banjir di Kota Samarinda ini, fokus utama kami tentunya supaya kesulitan masyakakat bisa kita atasi bersama,&#8221; jelas Sugeng.</p>
<p>Ia menerangkan bahwa sejumlah titik lokasi banjir seperti jalan Pemuda, Jalan Dr Sutomo, perumahan Bengkuring ketinggian air sudah mulai surut, dan sebagian masyakakat yang sempat mengungsi di sejumlah posko juga telah kembali ke rumah masing-masing.</p>
<p>Namun, lanjut dia masyarakat masih belum bisa mandiri dan tetap membutuhkan bantuan baik dari pemerintah, donatur dan juga relawan.</p>
<p>&#8220;Situasi tanggap darurat banjir ini kita cabut, ketika air memang sudah benar-benar surut, dan masyarakat bisa mandiri untuk menjalani kehidupan sehari- harinya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sugeng menambahkan bahwa kejadian banjr besar di Kota Samarinda ini tentunya bakal menjadi bahan evaluasi untuk program kerja Pemkot Samarinda kedepannya.</p>
<p>&#8220;Evaluasi sudah pasti kita lakukan, namun fokus kami saat ini adalah banjir ini harus kita selesasikan, utamanya terkait masyarakat yang menjadi korban,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya Pemkot Samarinda telah mengeluarkan status tanggap darurat banjir pada (8/12), menyusul musibah banjir yang melanda sejumlah daerah di Kota Samarinda.</p>
<p>Banjir yang terjadi pada tiga hari setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri tersebut, telah merendam pemukiman warga yang tersebar di sejumlah lokasi diantaranya Kecamatan Samarinda Utara, Sempaja Timur dan Sempaja Utara dengan data rumah terendam mencapai ribuan rumah.</p>
<p>Musibah banjir juga sempat memutuskan akses utama dari Wilayah Kota Samarinda menuju Bandara APT Pranoto Samarinda yang tengah padat dengan aktivitas arus mudik lebaran. (antara)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/status-darurat-banjir-samarinda-diperpanjang/">Status Darurat Banjir Samarinda Diperpanjang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Samarinda Kian Meluas, Pemkot Tetapkan Darurat Bencana selama Sepekan</title>
		<link>https://bontangpost.id/banjir-samarinda-kian-meluas-pemkot-tetapkan-darurat-bencana-selama-sepekan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jun 2019 05:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[banjir samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=62515</guid>

					<description><![CDATA[<p>Genangan air belum juga surut. Empat hari sudah air kiriman mengepung warga di kawasan Kompleks Bengkuring, tepatnya di Jalan Terong, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara. Pemkot akhirnya menetapkan tanggap darurat. SAMARINDA-Cuaca Kota Tepian masih tak menentu. Terkadang mendung, namun tiba-tiba pula bisa berubah menjadi terik. Hingga kemarin (8/6/2019), genangan air masih belum surut. Bahkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/banjir-samarinda-kian-meluas-pemkot-tetapkan-darurat-bencana-selama-sepekan/">Banjir Samarinda Kian Meluas, Pemkot Tetapkan Darurat Bencana selama Sepekan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Genangan air belum juga surut. Empat hari sudah air kiriman mengepung warga di kawasan Kompleks Bengkuring, tepatnya di Jalan Terong, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara. Pemkot akhirnya menetapkan tanggap darurat.</strong></p>
<p><strong>SAMARINDA</strong>-Cuaca Kota Tepian masih tak menentu. Terkadang mendung, namun tiba-tiba pula bisa berubah menjadi terik. Hingga kemarin (8/6/2019), genangan air masih belum surut. Bahkan banjir meluas.</p>
<p>Jika sebelumnya 4 rukun tetangga (RT), kini hingga 15 RT di Kecamatan Samarinda Utara dan Sungai Pinang ikut terendam. Titik terparah di Sungai Pinang berada di Kelurahan Gunung Lingai, tepatnya di Kompleks Perumahan Griya Mukti Sejahtera. Banjir di dua kelurahan itu rata-rata ketinggiannya mencapai 25-75 sentimeter.</p>
<p>Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairuddin menjelaskan, informasi dibukanya pintu air Bendungan Benanga, tidak benar alias <em>hoax</em>. Untuk memastikan, Sugeng didampingi Asisten II Bidang Ekonomi, Endang Liansyah, beserta beberapa staf lainnya bertandang ke bendungan di kawasan Lempake, Samarinda Utara itu. “Status air masih level siaga, di warna kuning. Enggak benar kalau pintu bendungan dibuka,” ujarnya.</p>
<p>Dia tak menampik, intensitas hujan yang cukup tinggi sedang melanda ibu kota Kaltim. “Memang ada peningkatan debit air yang masuk dan keluar di bibir bendungan,” sambungnya. Selain itu, air kiriman dari hulu Sungai Karang Mumus, termasuk kawasan Samarinda Utara, jadi salah satu penyebab naiknya debit air, dan akhirnya menimbulkan genangan di sejumlah kawasan.</p>
<p>Sugeng yang meninjau langsung lokasi menyebut, banjir sudah berlangsung sejak Rabu (5/6/2019). Sehingga Pemkot Samarinda menetapkan status tanggap darurat. “Sudah dipastikan. Sejauh ini masih satu posko bencana,” sebut pejabat Pemkot Samarinda itu.</p>
<p>Menyinggung anggaran yang diperlukan, semuanya sedang tahap pembahasan. “Termasuk masalah kesehatan, semuanya masuk ke dana tanggap darurat,” tambahnya. Sesuai prosedur, status tanggap darurat berlangsung sepekan. Namun, Sugeng memastikan, pemerintah melihat kondisi ke depan nantinya. Jika banjir yang diprediksi selama sepekan itu masih menggenang, tanggap darurat tentu diperpanjang.</p>
<p>Banjir yang terjadi sejak hari pertama Lebaran, Rabu (5/6/2019), hingga kemarin, terjadi di 15 RT. Warga yang terkena dampak banjir berada di Perumahan Bengkuring, Jalan Kestela, Jalan Asparagus, Jalan Terong I-VI, Jalan Terong Pipit, Jalan Pakis Aji, Jalan Selada, Jalan Pakis Merah, Jalan Bayam, dan Perumahan Griya Mukti Sejahtera. Dari 735 kepala keluarga (KK), total ada 2.327 jiwa yang terpaksa berlebaran dengan banjir. “Semoga saja tidak hujan, agar air bisa surut,” tegas Sugeng.</p>
<p>Pantauan <em>Kaltim Post (</em>induk <em>Bontangpost.id)</em>, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda sudah mendirikan tenda untuk posko siaga di Jalan Terong, kawasan Bengkuring, Samarinda Utara. Posko tersebut nantinya digunakan sebagai pusat informasi dan laporan masyarakat yang mengalami sakit. Sementara posko kesehatan, memanfaatkan pelataran rumah warga yang tidak terkena banjir.</p>
<p>Sekretaris BPBD Samarinda Hendra AH menjelaskan, perahu karet disiapkan untuk mengevakuasi warga yang hendak meninggalkan rumah untuk mengungsi. “Anggota <em>standby</em> 24 jam selama bergantian. Ini sudah jadi tugas dan kewajiban,” ujarnya. Selama status tanggap darurat, BPBD bersiaga memberikan bantuan nasi bungkus dan obat-obatan serta perlengkapan mandi jika diperlukan.</p>
<p>Diwartakan sebelumnya, ratusan rumah di kawasan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara dan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang terendam air. Banjir melanda kawasan itu sejak Rabu (5/6/2019) lalu hingga sekarang. Di mana itu merupakan Lebaran pertama bagi umat muslim. Warga sekitar pun merayakan Idulfitri dengan kondisi rumah yang tergenang air. <strong>(*/dra/rom/k15/prokal)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/banjir-samarinda-kian-meluas-pemkot-tetapkan-darurat-bencana-selama-sepekan/">Banjir Samarinda Kian Meluas, Pemkot Tetapkan Darurat Bencana selama Sepekan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
