<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dermaga Pasar Pagi Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/dermaga-pasar-pagi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/dermaga-pasar-pagi/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Oct 2018 16:04:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Dermaga Pasar Pagi Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/dermaga-pasar-pagi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jaang: Pedagang Dermaga Pasar Pagi Harus Ditertibkan</title>
		<link>https://bontangpost.id/jaang-pedagang-dermaga-pasar-pagi-harus-ditertibkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2018 08:30:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Dermaga Pasar Pagi]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[penertiban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=53069</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Nanti kita lihat lagi. Tapi walau bagaimana pun, kan mereka tetap PKL. Tidak boleh berdagang di situ,” Syaharie Jaang, Wali Kota Samarinda. SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belum dapat menentukan kebijakan terkait keberadaan pedagang di sepanjang dermaga yang terletak di depan Pasar Pagi, Jalan Yos Soedarso. Kendati demikian, Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang menegaskan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jaang-pedagang-dermaga-pasar-pagi-harus-ditertibkan/">Jaang: Pedagang Dermaga Pasar Pagi Harus Ditertibkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>“Nanti kita lihat lagi. Tapi walau bagaimana pun, kan mereka tetap PKL. Tidak boleh berdagang di situ,” Syaharie Jaang, Wali Kota Samarinda.</p></blockquote>
<p>SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belum dapat menentukan kebijakan terkait keberadaan pedagang di sepanjang dermaga yang terletak di depan Pasar Pagi, Jalan Yos Soedarso. Kendati demikian, Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang menegaskan, para pedagang di sekitaran dermaga adalah pedagang kaki lima (PKL) dan harus ditertibkan.</p>
<p>Hal itu disampaikan usai menghadiri acara Sumpah Pemuda di Gor Segiri Jalan Kesuma Bangsa, Rabu (31/10) kemarin. “Nanti kita lihat lagi. Tapi walau bagaimana pun, kan mereka tetap PKL. Tidak boleh berdagang di situ,” ujarnya.</p>
<p>Jangankan untuk penataan kota nantinya. Jaang menegaskan, sekarang pun sebenarnya mereka tidak diperkenankan berjualan di tempat itu. “Mereka saja yang terus berdagang di situ. Nanti lah kita lihat lagi. Kan sekarang juga sedang ditangani oleh Dishub (Dinas perhubungan),” tutur dia.</p>
<p>Begitupun mengenai kemungkinan akan diakomodirnya permintaan pedagang untuk tetap dapat berjualan. Jaang belum bisa memastikan dan hanya menyebut bisa iya bisa tidak.</p>
<p>“Kalau hanya menyebabkan kekumuhan baru, buat apa? Harus ditata dengan baik, dong. Nanti kumuh lagi. Kalau ada perlawanan pun <em>wong</em> kita negara hukum, kok. Ada Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) juga,” kata dia.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dishub Samarinda, Ismansyah mengatakan, belum mengetahui kapan proyek akan dimulai sebab saat ini masih dalah tahap pencarian anggaran. Rencananya akan diusulkan melalui APBD Murni 2019.</p>
<p>“Walau DED (<em>Detail Engineering Design</em>, <em>Red.</em>) sudah final, tapi kan masih harus direvisi. Setelah itu kita usulkan dulu anggarannya, nanti bagaimana kami meyakinkan agar tim banggar menyetujui,” ujarnya</p>
<p>Secara keseluruhan,  proyek ini akan memakan anggaran sebanyak  Rp 45 miliar yang terbagi dalam dua tahap, yakni tahap satu dan dua.</p>
<p>“Kan tidak mungkin proyek ini selesai dalam satu tahap saja. Makanya saya minta dijadikan dua tahap. Tahap pertama 2019 memerlukan anggaran Rp 20 miliar, dan tahap kedua 2020 memerlukan anggaran Rp 25 miliar,” tutur dia.</p>
<p>Sebelumnya, salah satu pedagang di dermaga Pasar Pagi, Hasnah berharap, agar pemerintah tetap mengizinkan pihaknya berjualan saat dermaga tersebut dibenahi nantinya. Mengingat, mereka telah lama berjualan di sana dan tidak memiliki tempat lain untuk mencari nafkah.</p>
<p>“Sebenarnya rencana perombakan sudah dikatakan jauh-jauh hari. Tapi kami tidak diizinkan jualan. Kami sebenarnya sepakat saja dermaga ini diperbaiki, namun jika tidak disediakan tempat, kami akan melakukan perlawanan,” ujarnya. (*/dev)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jaang-pedagang-dermaga-pasar-pagi-harus-ditertibkan/">Jaang: Pedagang Dermaga Pasar Pagi Harus Ditertibkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Khawatir Tidak Diizinkan Jualan</title>
		<link>https://bontangpost.id/warga-khawatir-tidak-diizinkan-jualan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2018 07:50:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Dermaga Pasar Pagi]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=52957</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA–Rencana perombakan dermaga di Pasar Pagi, Jalan Yos Soedarso, Samarinda, membuat para pedagang khawatir. Pasalnya, sejumlah pedagang di sekitar tempat bersandarnya kapal tersebut was-was apabila tidak diizinkan berjualan di kawasan tersebut. Mengingat, setiap penataan kota akan berimbas pada penertiban pedagang kaki lima (PKL). Hasnah (35), salah satu penjual makanan di dermaga, mengaku setuju dengan kebijakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/warga-khawatir-tidak-diizinkan-jualan/">Warga Khawatir Tidak Diizinkan Jualan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA–Rencana perombakan dermaga di Pasar Pagi, Jalan Yos Soedarso, Samarinda, membuat para pedagang khawatir. Pasalnya, sejumlah pedagang di sekitar tempat bersandarnya kapal tersebut was-was apabila tidak diizinkan berjualan di kawasan tersebut. Mengingat, setiap penataan kota akan berimbas pada penertiban pedagang kaki lima (PKL).</p>
<p>Hasnah (35), salah satu penjual makanan di dermaga, mengaku setuju dengan kebijakan pemerintah yang akan memperbaiki dermaga tersebut. Namun syaratnya, pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diminta tetap mengizinkan pedagang berjualan di lokasi itu.</p>
<p>“Semua pedagang pasti mendukung itu. Apalagi di sini, malamnya kadang gelap. Sering dijadikan tempat perjudian. Hanya saja, lain persoalan apabila pedagang ditertibkan dan tidak diizinkan jualan. Walau sampai bentrok, kami pasti akan melawan,” tutur dia kepada <em>Metro Samarinda</em> saat disambangi di warungnya, Selasa (30/10) kemarin.</p>
<p>Dia mengaku trauma. Sebab hal serupa pernah terjadi beberapa tahun silam. Wanita yang telah berjualan selama sepuluh tahun lebih itu mengatakan, para pedagang menolak rencana pembenahan. Karena pemerintah tidak memberikan izin berjualan.</p>
<p>“Dari dulu sudah ada rencana melakukan perombakan. Tetap sering ada penolakan. Karena kami tidak diizinkan berjualan. Padahal jualan di sini sudah lama. Kalau di sini digusur, kami mau cari nafkah di mana lagi,” ungkapnya.</p>
<p>Begitu pula yang diungkapkan Diki (28). Salah satu pemilik kapal sayur dari Palu yang kerap bersandar di dermaga itu merasa khawatir dengan kelangsungan usahanya.</p>
<p>“Kan pembongkaran barang harus dilakukan di pinggir sungai. Kalau saya sih mendukung saja asal tidak mengganggu mata pencaharian saya ini,” ujarnya.</p>
<p>Hal yang berbeda diungkapkan Siti (45). Salah satu warga yang kerap menggunakan jasa transportasi air di dermaga untuk pulang dan pergi kerja tersebut mendukung rencana perombakan dermaga tersebut. Alasannya, dermaga itu terlihat kumuh dan minim penerangan.</p>
<p>“Ya bagus kalau pemerintah melakukan pembenahan. Soalnya dari dulu dermaganya tidak pernah diperbaiki. Selain itu, kalau malam gelap dan terlihat rawan,” sebutnya. (*/dev)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/warga-khawatir-tidak-diizinkan-jualan/">Warga Khawatir Tidak Diizinkan Jualan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desain Dermaga Pasar Pagi Rampung </title>
		<link>https://bontangpost.id/desain-dermaga-pasar-pagi-rampung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2018 08:05:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Dermaga Pasar Pagi]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=52886</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan segera mengeksekusi perombakan dermaga Pasar Pagi. Pasalnya, Detail Engineering Design (DED) untuk kawasan yang mulai ditinggalkan itu telah rampung. Tak tanggung-tanggung, estimasi anggaran perombakan tersebut nantinya akan memakan biaya hingga Rp 200 miliar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Agus [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/desain-dermaga-pasar-pagi-rampung/">Desain Dermaga Pasar Pagi Rampung </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan segera mengeksekusi perombakan dermaga Pasar Pagi. Pasalnya, Detail Engineering Design (DED) untuk kawasan yang mulai ditinggalkan itu telah rampung. Tak tanggung-tanggung, estimasi anggaran perombakan tersebut nantinya akan memakan biaya hingga Rp 200 miliar.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Agus Sri Hartoyo. Ia mengatakan, anggaran tersebut nantinya akan diusulkan dalam APBD murni 2019 mendatang.</p>
<p>“Tentunya pengerjaan proyek ini bertahap. Untuk tahap awal kami akan usulkan Rp 45 miliar, tidak bisa sekaligus semuanya. Namun sebenarnya angka tersebut banya hitungan kasar. Nanti bisa saja berubah, karena walau bagaimana pun harus disesuaikan dengan kemampuan daerah,” tutur Agus usai rapat final DED pembenahan dermaga Pasar Pagi di Hotel Aston, Senin (29/10) kemarin.</p>
<p>Ia mengungkapkan, bahwa wilayah pembenahan itu akan dilakukan  dengan luas area 9.000 meter persegi. Dengan daerah seluas itu, pembenahan memang akan memakan anggaran yang tidak sedikit. Terlebih pembenahan ini dilakukan secara menyeluruh.</p>
<p>Jika anggaran pertama disetujui dalam APBD Murni 2019, imbuhnya,  hal pertama yang akan dilakukan pihaknya adalah membangun tempat untuk ponton apung pada zona A dan zona B yang berada tepat di depan Pasar Pagi.</p>
<p>“Pembangunan memang memakan waktu tidak sebentar, apalagi ini bergantung pada anggaran yang disetujui. Paling cepat memakan waktu dua tahun,” ungkap dia.</p>
<p>Untuk itu, Agus sebenarnya berharap ada bantuan dana dari Pemprov Kaltim untuk mempercepat proses pembenahan tersebut. Mengingat, jika semua biaya tersebut dibebankan kepada APBD kota maka akan memakan beberapa waktu.</p>
<p>“Akan lebih baik jika ada anggaran dari APBD Pemprov Kaltim atau bahkan APBD. Tapi nanti kami juga akan mempersiapkan untuk persentasi depan pusat. Harapannya sih Kemenhub (Kementerian Perhubungan) bisa membantu juga, seperti mendesain lampu untuk dermaga,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dishub Samarinda, Ismansyah berharap, dengan adanya pembenahan ini akan mempercantik dan meningkatkan aktivitas di sekitar dermaga.</p>
<p>“Harapannya agar pembenahan ini mampu melayani masyarakat terutama transportasi sungai,” pungkasnya. (*/dev)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/desain-dermaga-pasar-pagi-rampung/">Desain Dermaga Pasar Pagi Rampung </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
