• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
[the_ad_group id="8923"]
Home Kaltim

Jaang: Pedagang Dermaga Pasar Pagi Harus Ditertibkan

by BontangPost
1 November 2018, 16:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: Syaharie Jaang(DEVI/METRO SAMARINDA)

FOTO WAJAH: Syaharie Jaang(DEVI/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

“Nanti kita lihat lagi. Tapi walau bagaimana pun, kan mereka tetap PKL. Tidak boleh berdagang di situ,” Syaharie Jaang, Wali Kota Samarinda.

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belum dapat menentukan kebijakan terkait keberadaan pedagang di sepanjang dermaga yang terletak di depan Pasar Pagi, Jalan Yos Soedarso. Kendati demikian, Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang menegaskan, para pedagang di sekitaran dermaga adalah pedagang kaki lima (PKL) dan harus ditertibkan.

Hal itu disampaikan usai menghadiri acara Sumpah Pemuda di Gor Segiri Jalan Kesuma Bangsa, Rabu (31/10) kemarin. “Nanti kita lihat lagi. Tapi walau bagaimana pun, kan mereka tetap PKL. Tidak boleh berdagang di situ,” ujarnya.

Baca Juga:  Sabu Diblender, Ganja Dibakar

Jangankan untuk penataan kota nantinya. Jaang menegaskan, sekarang pun sebenarnya mereka tidak diperkenankan berjualan di tempat itu. “Mereka saja yang terus berdagang di situ. Nanti lah kita lihat lagi. Kan sekarang juga sedang ditangani oleh Dishub (Dinas perhubungan),” tutur dia.

Begitupun mengenai kemungkinan akan diakomodirnya permintaan pedagang untuk tetap dapat berjualan. Jaang belum bisa memastikan dan hanya menyebut bisa iya bisa tidak.

“Kalau hanya menyebabkan kekumuhan baru, buat apa? Harus ditata dengan baik, dong. Nanti kumuh lagi. Kalau ada perlawanan pun wong kita negara hukum, kok. Ada Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) juga,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dishub Samarinda, Ismansyah mengatakan, belum mengetahui kapan proyek akan dimulai sebab saat ini masih dalah tahap pencarian anggaran. Rencananya akan diusulkan melalui APBD Murni 2019.

Baca Juga:  APBD Perubahan Sudah Optimal, Belanja Daerah Kaltim Naik

“Walau DED (Detail Engineering Design, Red.) sudah final, tapi kan masih harus direvisi. Setelah itu kita usulkan dulu anggarannya, nanti bagaimana kami meyakinkan agar tim banggar menyetujui,” ujarnya

Secara keseluruhan,  proyek ini akan memakan anggaran sebanyak  Rp 45 miliar yang terbagi dalam dua tahap, yakni tahap satu dan dua.

“Kan tidak mungkin proyek ini selesai dalam satu tahap saja. Makanya saya minta dijadikan dua tahap. Tahap pertama 2019 memerlukan anggaran Rp 20 miliar, dan tahap kedua 2020 memerlukan anggaran Rp 25 miliar,” tutur dia.

Sebelumnya, salah satu pedagang di dermaga Pasar Pagi, Hasnah berharap, agar pemerintah tetap mengizinkan pihaknya berjualan saat dermaga tersebut dibenahi nantinya. Mengingat, mereka telah lama berjualan di sana dan tidak memiliki tempat lain untuk mencari nafkah.

Baca Juga:  Anggaran Dibahas Tertutup Penyebab Korupsi 

“Sebenarnya rencana perombakan sudah dikatakan jauh-jauh hari. Tapi kami tidak diizinkan jualan. Kami sebenarnya sepakat saja dermaga ini diperbaiki, namun jika tidak disediakan tempat, kami akan melakukan perlawanan,” ujarnya. (*/dev)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Dermaga Pasar PagiMetro Samarindapedagangpenertiban
ShareTweetSendShare
[the_ad id="77027"]
Previous Post

DPRD: Kerja OPD Tak Maksimal! 

Next Post

Antisipasi Solar Habis, Siapkan Dexlite

Related Posts

Omzet Turun Drastis, Pedagang Memilih Berjualan di Luar Stadion Bessai Berinta
Bontang

Omzet Turun Drastis, Pedagang Memilih Berjualan di Luar Stadion Bessai Berinta

7 Agustus 2020, 12:30
Pedagang Berjualan di Trotoar, OPD Diminta Bertindak Tegas
Bontang

Pedagang Berjualan di Trotoar, OPD Diminta Bertindak Tegas

30 Januari 2020, 19:30
Sudah Dilarang, Belasan Pedagang Masih Nekat Berjualan di Atas Trotoar
Bontang

Sudah Dilarang, Belasan Pedagang Masih Nekat Berjualan di Atas Trotoar

11 Februari 2019, 14:10
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10

Terpopuler

  • Capaian Pajak Sarang Walet di Bontang Masih Nihil

    Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AH Kritik Analogi Gubernur Kaltim soal TGUPP yang Seret Nama Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.