• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Anggaran Dibahas Tertutup Penyebab Korupsi 

by BontangPost
8 Agustus 2018, 11:36
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Muhammad Ramadhan & Herdiansyah Hamzah(MUBIN/DOK/METRO SAMARINDA)

Muhammad Ramadhan & Herdiansyah Hamzah(MUBIN/DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

BREAKER: “Tata kelola anggaran secara tertutup pula, pintu masuk korupsi dan politik transaksional akan terbuka. Ini kan bukan sedang membahas keuangan pribadi. Tapi membahas uang rakyat”. Herdiansyah Hamzah (Pengamat Hukum dan Politik Unmul Samarinda)

SAMARINDA – Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim dinilai selalu dilakukan secara tertutup. Akses masyarakat dan media massa untuk mendapat informasi sangat terbatas. Pola lama itu terpelihara karena diduga sengaja disemai Sekretariat Dewan (Setwan). Hal itu juga tercermin saat pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2018, Selasa (7/8) kemarin.

Bersama awak media lainnya, Metro Samarinda menghadiri rapat pembahasan APBD Perubahan antara DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kaltim sekira pukul 10.30 Wita. Di depan pintu ruangan rapat di lantai 6 Gedung D DPRD Kaltim tersebut dijaga oleh dua orang.

Para awak media menanyakan perihal boleh atau tidaknya media massa ikut serta memantau pelaksanaan rapat anggaran tersebut. Kedua orang yang diketahui mahasiswa yang sedang bertugas di gedung Karang Paci itu justru tidak mengetahuinya.

Baca Juga:  Dipecat Hanura, Herwan Melawan 

Tidak berselang lama, keduanya menanyakan pada staf Bagian Persidangan Setwan. Seorang perempuan paruh baya yang mengenakan jilbab berujar, media tidak boleh memantau. Hal itu atas perintah Sekretaris Dewan (Sekwan), Muhammad Ramadhan.

“Rapatnya tertutup ya, Mas. Silakan tunggu di luar saja. Nanti kalau sudah selesai, tanya saja sama anggota,” imbuhnya.

Dikonfirmasi, Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Syahrun menyebut rapat tersebut terbuka untuk umum. Dasarnya saat pembukaan rapat, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu sempat menyebutkan media massa.

“Namanya rapat di DPRD ini, semuanya terbuka. Tidak ada yang tertutup. Kalau tertutup ya, rekan-rekan media kan tidak hadir. Kalau ada yang menyebut tertutup, itu keliru. Maaf ya. Jadi tolong jangan dipermasalahkan,” harap Syahrun.

Baca Juga:  Harga Ayam Potong Terus Melonjak

Terpisah, Sekretaris DPRD Kaltim, Muhammad Ramadhan justru berseberangan dengan pernyataan Syahrun. Menurutnya, rapat tersebut diselenggarakan secara tertutup. Karena waktu pembukaan, tidak ada kesepakatan bahwa rapat dilaksanakan secara terbuka.

Dia membenarkan, rapat pembahasan anggaran dapat dilaksanakan secara terbuka. Dengan catatan, harus disepakati di awal rapat. Hal itu sesuai amanah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

“Berdasarkan pasal 90 ayat (2), hanya rapat paripurna dan rapat dengar pendapat umum yang wajib dilaksanakan secara terbuka. Selain dua rapat itu, bisa terbuka atau tertutup. Tergantung kesepakatan saja,” sebut Ramadhan.

Pengamat hukum dan politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Herdiansyah Hamzah menyayangkan ketertutupan dewan dalam pembahasan anggaran. Terlebih rapat anggaran dapat dilaksanakan secara terbuka.

“Tidak ada alasan yang kuat untuk diadakan rapat tertutup. Pembahasan anggaran ini kan menyangkut pengaturan lalu lintas uang rakyat. Jadi proses dari hulu ke hilir, mesti terbuka dan transparan,” katanya.

Baca Juga:  Terkait Kasus Sokhip, Gerindra Belum Bersikap 

Padahal dengan keterbukaan, masyarakat Kaltim dapat mengontrol APBD. Dengan begitu, kecurigaan publik terhadap penyalahgunaan anggaran dapat diminimalisir.

“Tata kelola anggaran secara tertutup pula, pintu masuk korupsi dan politik transaksional akan terbuka. Ini kan bukan sedang membahas keuangan pribadi. Tapi membahas uang rakyat,” ujarnya.

Pembahasan anggaran secara tertutup, lanjut Herdiansyah, telah melanggar asas umum tata kelola pemerintah yang baik. Terutama prinsip keterbukaan dan transparansi. Cara tersebut juga melanggar pasal 28 F Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Kebebasan Informasi Publik.

“Itu memperlihatkan bagaimana sesungguhnya watak sejati dari anggota DPRD kita. Mereka memang suka memelihara hal-hal yang terbukti buruk,” tegasnya. (*/um)

Tags: APBDPMetro SamarindaTertutup
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Penetapan APBD Perubahan Molor? 

Next Post

Hari Ini, Pangdam VI/Mulawarman Tutup TMMD ke-102 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.