• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

by BontangPost
21 Desember 2018, 16:20
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: M Sa’bani(DIRHAN/METRO SAMARINDA)

FOTO WAJAH: M Sa’bani(DIRHAN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim belum berani mematok angka yang cukup tinggi untuk pertumbuhan ekonomi di tahun 2019. Pasalnya, kondisi ekonomi yang masih fluktuatif dan belum stabilnya harga jual batu bara menjadi alasan pemerintah lebih berhati-hati mematok target di tahun depan.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltim, M Sa’bani mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kaltim di tahun 2019, kemungkinan besar masih dipengaruhi oleh kegiatan pertambangan batu bara dan migas.

“Batu bara ini kelihatan menggeliat naik, berprospek baik. Sehingga para investor yang tadinya diam, mulai bergerak lagi. Perkiraan kami berdasarkan hasil evaluasi, pertumbuhan ekonomi naik. Tetapi tidak setinggi nasional,” kata dia, Kamis (20/12) kemarin.

Di tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Kaltim hanya dapat menyentuh di angka 2,4 persen. Lambannya pertumbuhan ekonomi tersebut, di antaranya karena masif fluktuatifnya ekonomi nasional dan belum stabilnya harga jual batu bara di Kaltim.

Baca Juga:  Timsel dan KPU RI “Adu” Hemat Bicara 

“Di tahun depan kami perkirakan tumbuh sekitar 3,5 persen. Karena masih banyak faktor ekonomi yang belum mendukung yang bisa mendorong lebih banyak pertumbuhan ekonomi seperti yang sudah-sudah,” kata dia.

Ketergantungan pada bahan bakar mineral atau energi fosil, diakui Sa’bani, masih menjadi salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi. Selain itu, ada banyak industri yang masih tertahan. Ada juga yang masih kekurangan bahan baku.

Tak pelak, kondisi tersebut berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kaltim yang relatif melambat. Walau begitu, menurutnya, geliat ekonomi selama setahun terakhir cenderung bergerak naik.

“Kalau ada shifting nanti terjadi, lima tahun ke depan, mungkin pada proporsi sharing kontribusi kepada PDRB (produk domestik regional bruto, Red.) itu lebih relatif seimbang, maka ekonomi akan lebih membaik lagi,” tuturnya.

Baca Juga:  Kasus SMA Dilimpahkan ke MKD 

Kata dia, untuk pengelolaan dan peningkatan energi terbarukan, Kaltim ditarget untuk dapat menghasilkan biodiesel. Akan tetapi hal itu belum banyak dilakukan, karena Kaltim masih memanfaatkan biodiesel untuk crude palm oil (CPO).

“Perkembangan ekonomi di tahun depan, memang masih nampak pada sektor batu bara dan migas. Sawit masih gonjang-ganjing karena penolakan ekspor oleh Eropa (yang) kadang-kadang terjadi,” imbuhnya.

Adapun industri di Kaltim, baru sebatas mengelola CPO. Belum ada yang mampu menghasilkan turunan lain dari produksi tersebut. “CPO itu masih lebih banyak di ekspor (ke luar negeri, Red.) dan  sebagian dikapalkan ke Pulau Jawa,” ujarnya.

Sementara pascaberoperasinya Bandara APT Pranoto Samarinda, menurut Sa’bani, masih banyak membangkitkan sektor jasa. Namun dari sisi lain, dengan adanya investasi baru, termasuk investasi pemerintah, maka sektor kontruksi diperkirakan akan naik.

Baca Juga:  Desak Perusahaan Tutup Lubang Tambang

“Sektor konstruksi bisa tumbuh sampai 9 persen. Tetapi sharing mungkin 0,2 dari pertumbuhan ekonomi. Masih sangat rendah. Pertambangan batu bara, sharing pertumbuhan kontribusi PDRB masih 46 persen. Produksinya masih besar di situ. Dari posisi untuk sharing-nya,” tuturnya.

Sedangkan di sektor perkebunan sawit atau pertanian secara umum, sudah memberikan sharing antara 7 sampai 8 persen dari pembentukan struktur PDRB. Pertumbuhannya dinilai cukup tinggi. Begitupun dengan sharing pertumbuhan ekonominya pun dirasa relatif bagus.

“Industri pengolahan yang ada gangguan dari penurunan produksi LNG (liquefied natural gas, Red,) bisa menurun. Tetapi kalau LNG sudah selesai perbaikannya, maka dia akan naik lagi,” tandasnya. (drh)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: ekonomiMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

2018, Asuransi Mobil Tumbuh Positif 

Next Post

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

Related Posts

KFC Indonesia Merugi Rp557 Miliar, Tutup 47 Gerai dan 2.274 Orang Kena PHK Massal
Bontang

KFC Indonesia Merugi Rp557 Miliar, Tutup 47 Gerai dan 2.274 Orang Kena PHK Massal

11 November 2024, 11:01
Kepastian untuk Nasabah Jiwasraya Diumumkan Maret
ekonomi

Perekonomian Indonesia Diklaim Lebih Baik ketimbang Amerika Serikat

9 Februari 2021, 10:00
Sensus Online Diperpanjang, Optimistis Lampaui Target
Bontang

Inflasi di Kaltim 0,22 Persen, BPS: Bontang Tidak Masuk Hitungan

7 Juli 2020, 17:30
Rupiah Sementara Terkuat di Asia
Ragam

Ekonomi Tiongkok Mulai Pulih dari Korona, Rupiah Terima Sentimen Positifnya

31 Maret 2020, 19:30
Harga Emas Antam Naik Lagi, Sentuh Rp924 Ribu per Gram
Ragam

Harga Emas Antam Naik Lagi, Sentuh Rp924 Ribu per Gram

26 Maret 2020, 15:00
Imbas Naiknya Harga Tiket Pesawat, Biaya Perjalanan Dinas Bengkak
Nasional

Tiket Pesawat Picu Inflasi

2 Februari 2019, 14:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.