• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Desak Perusahaan Tutup Lubang Tambang

by BontangPost
20 November 2018, 16:20
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
SOROT: Terdapat ribuan lubang tambang di Kaltim. Pemerintah dinilai belum serius mendesak perusahaan menutup eks tambang batu bara itu. Karenanya, Senin (19/11) kemarin, puluhan mahasiswa menyoroti masalah penutupan lubang tersebut.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

SOROT: Terdapat ribuan lubang tambang di Kaltim. Pemerintah dinilai belum serius mendesak perusahaan menutup eks tambang batu bara itu. Karenanya, Senin (19/11) kemarin, puluhan mahasiswa menyoroti masalah penutupan lubang tersebut.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Sylva Mulawarman mendesak Pemprov Kaltim mengambil langkah serius terkait menjamurnya lubang tambang yang belum ditutup. Pasalnya, keberadaan lubang eks tambang batu bara itu menjadi penyebab tercabutnya nyawa 31 anak dan pelajar di Benua Etam.

Aksi massa mahasiswa yang mengadakan aksi di depan kantor gubernuran itu membawa keranda dan spanduk yang bertulis “nyawa tidak semahal lubang tambang”. Sebagai bentuk kritik dan “sindiran” lemahnya kontrol pemerintah dan perusahaan menanggulangi dampak keberadaan lubang tambang.

Derviansyah, koordinator hubungan masyarakat dalam aksi yang digalang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda itu, menyebut peran pemerintah sangat “tumpul” mendesak dan “memaksa” perusahaan menutup lubang tambang.

“Kami melihat tidak ada ketegasan dari pemerintah. Apalagi seminggu setelah kedatangan Presiden Joko Widodo, ada anak yang meninggal di lubang tambang di Kutai Kartangera. Presiden menyerahkan pada pemerintah provinsi,” ucapnya.

Baca Juga:  Saling Cegat, Rawan Konflik 
SOROT: Terdapat ribuan lubang tambang di Kaltim. Pemerintah dinilai belum serius mendesak perusahaan menutup eks tambang batu bara itu. Karenanya, Senin (19/11) kemarin, puluhan mahasiswa menyoroti masalah penutupan lubang tersebut.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Dia menegaskan, rasa iba yang ditunjukkan Gubernur Kaltim Isran Noor atas kematian 31 anak dan pelajar di lubang tambang, tidak memberikan solusi jangka panjang. Karena potensi korban masih terus menghantui warga Kaltim.

“Melihat pernyataan gubernur yang seperti itu, kami prihatin. Makanya kami  menyampaikan aspirasi kami. Setelah 49 hari kepemimpinan beliau di Kaltim, kami harap ada langkah serius,” imbuhnya.

Langkah nyata sangat diperlukan untuk menanggulangi imbas negatif keberadaan lubang tambang. Salah satu rekomendasi mahasiswa adalah pemerintah diminta tegas menjalankan regulasi tentang reklamasi dan penutupan lubang tambang.

“Kemudian menuntut pemerintah bertindak tegas kepada perusahaan yang lalai menjaga kawasan daerah pasca tambang. Serta mencabut izin perusahaan tambang yang membiarkan lubangnya sehingga mengakibatkan kematian,” tegas Derviansyah.

Baca Juga:  Lubang Tambang Ancam Jalan Tol, Pemprov Minta Direklamasi

Selain itu, pemerintah dan kepolisian didesak tidak mengulur waktu untuk mengusut kasus-kasus kematian anak serta pelajar di lubang tambang. Dia melihat, dari 31 korban yang meninggal, belum ada yang diusut secara serius oleh aparat kepolisian.

“Ada satu yang pernah diusut kepolisian. Tetapi itu belum memuaskan masyarakat Kaltim. Jika ini terus dibiarkan, tidak akan ada efek jera bagi pemilik perusahaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kaltim, Wahyu Widhi Heranata mengatakan, pemerintah akan melakukan rapat untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa.

“Di ruang lingkup saya, ada semacam akselerasi. Ini merupakan katalisator bagi pemerintah. Khususnya Dinas ESDM. Sekarang bukan lagi membuat rencana aksi. Tetapi sekarang harus do. Action,” katanya.

Meski aturan dari kementerian dan undang-undang belum menerangkan secara detail terkait kewajiban perusahaan menutup lubang tambang, dia akan mengusulkan seluruh perusahaan menutup lubangnya. Dasarnya, peraturan daerah (perda) tentang reklamasi dan pasca tambang.

Baca Juga:  Dewan Usul Pasang Pelang untuk Petakan Tambang

Sementara upaya pemerintah yang akan diterapkan pada perusahaan yang menjalankan aturan pasca tambang, Dinas ESDM Kaltim akan memberikan penghargaan.

“Tetapi bagi perusahaan yang good mining practice, kami akan kasih reward. Perusahaan yang nakal, kita usulkan dicabut (izinnya). Kita akan kasih sanksi. Reward­-nya kita kasih dalam bentuk insentif,” katanya.

Pengusutan kasus kematian di lubang tambang, lanjut dia, membutuhkan waktu yang lama. Pasalnya, kasus tersebut terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas ESDM Kaltim. “Kami upayakan berkoordinasi dengan kepolisian. Tetapi mengusut kasus itu, tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ucapnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Lubang TambangMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

UMK Banyak Diacuhkan

Next Post

Atlet Bontang Punya Potensi

Related Posts

Kinerja Pengawasan Tambang Kaltim Lemah, Jatam: Lubang Tambang, Pelanggaran, dan Ancaman Serius Ekologis
Lingkungan

Kinerja Pengawasan Tambang Kaltim Lemah, Jatam: Lubang Tambang, Pelanggaran, dan Ancaman Serius Ekologis

28 Desember 2025, 13:22
Lagi, Lubang Tambang di Calon Ibu Kota Negara Makan Korban
Kaltim

5 Tahun Kepemimpinan Isran Hadi, 15 Nyawa Melayang di Lubang Tambang

14 Agustus 2023, 17:00
Video Evakuasi Anak 11 Tahun yang Tenggelam di Kolam Bekas Tambang Tenggarong
Kaltim

Video Evakuasi Anak 11 Tahun yang Tenggelam di Kolam Bekas Tambang Tenggarong

25 Juni 2023, 21:23
Air Kolam Bekas Tambang Mengandung Logam Berat
Bontang

Air Kolam Bekas Tambang Mengandung Logam Berat

21 Desember 2021, 12:00
Jatam Minta Transparansi Polda Kaltim Soal Kasus Lubang Tambang
Kaltim

Jatam Minta Transparansi Polda Kaltim Soal Kasus Lubang Tambang

11 Desember 2021, 13:00
Laju Krisis Lingkungan di Kaltim Bakal Sulit Dibendung
Kaltim

Laju Krisis Lingkungan di Kaltim Bakal Sulit Dibendung

11 Agustus 2021, 15:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kartu Bontang Pintar Tetap Prioritas, Pemkot Sesuaikan Nominal Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.