• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Kinerja Pengawasan Tambang Kaltim Lemah, Jatam: Lubang Tambang, Pelanggaran, dan Ancaman Serius Ekologis

by BontangPost
28 Desember 2025, 13:22
in Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi kerusakan lingkungan. (AI/Bontang Post)

Ilustrasi kerusakan lingkungan. (AI/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Divisi Advokasi dan Kampanye Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim Abdul Aziz melihat 2025 sebagai tahun yang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah besar dalam pengelolaan lingkungan di Kaltim.

Ia menilai persoalan utama masih berkutat pada lemahnya pengawasan dan penegakan hukum, khususnya di sektor pertambangan.

“Kalau kita bicara refleksi 2025, pengawasan itu masih jadi masalah utama. Tambang ilegal masih marak, reklamasi tidak berjalan, jarak tambang dengan permukiman dilanggar, dan yang paling menyedihkan, korban di lubang tambang masih terus berjatuhan,” kata Aziz.

Ia menyebut beberapa perusahaan yang menjadi sorotan sepanjang 2025, di antaranya perusahaan-perusahaan berstatus perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) yang masih meninggalkan lubang tambang. Bahkan salah satunya kembali memakan korban jiwa.

Baca Juga:  Diduga Tambang Ilegal di Jalan Poros Bontang Kembali Beroperasi

“Setiap kita bicara ke pemerintah daerah, jawabannya klasik, itu kewenangan pusat. Sementara pemerintah pusat juga lambat. Akhirnya masyarakat yang menanggung risiko,” ujarnya.

Dari sisi penegakan hukum, Aziz mencontohkan laporan Jatam Kaltim terhadap PT KW yang diduga meninggalkan lahan rusak sekitar 36 hektare, dengan lubang tambang seluas 6,4 hektare atau setara 12 lapangan sepak bola di Kutai Barat.

“Laporan itu kami sampaikan ke Kejati Kaltim sejak Juni 2025, bersama warga Kampung Geleo Asa di Kutai Barat. Tapi sampai hari ini belum ada penetapan tersangka,” katanya.

Menurut Aziz, perusahaan tersebut sudah menuai penolakan warga sejak mulai beroperasi pada 2018, dan izin operasinya telah berakhir pada Desember 2023. Namun, lubang tambang tetap dibiarkan tanpa reklamasi.

Baca Juga:  Wapres Gibran Datangi Posko Warga Kaltim Penolak Hauling Batu Bara di Jalan Nasional

“Itu bukan hanya soal hukum, tapi soal ancaman langsung terhadap sumber air, kehidupan sosial, dan ekonomi warga,” tegasnya.

Terkait kinerja Satgas PKH, Aziz menyampaikan apresiasi atas penertiban kawasan hutan yang menghasilkan pemasukan negara. Namun ia mengingatkan bahwa masih banyak kawasan konservasi yang terancam.

“Kita apresiasi, tapi jangan menutup mata. Tahura masih masuk konsesi, kawasan konservasi masih dicaplok. Kasus KHDTK Unmul membuktikan bahkan hutan pendidikan pun bisa dirampas,” ujarnya.

Ia menegaskan, tanpa pembenahan menyeluruh dari pengawasan, penegakan hukum, hingga pemulihan ekologis, penertiban kawasan hutan berisiko hanya menjadi angka di atas kertas.

“Kalau hutan tetap rusak, masyarakat tetap jadi korban, maka sebesar apa pun uang yang disetor ke negara, itu belum bisa disebut keadilan,” pungkas Aziz. (rdh/rd)

Baca Juga:  Soal Kegiatan Pertambangan, Gubernur Akui Banyak Masalah
Tags: eks kolam tambangEks Lubang TambangLubang Tambangtambang batu baraTambang Batu Bara Ilegal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Taman Nasional Kutai Terus Menjadi Sasaran Aktivitas Ilegal

Next Post

Simpang Empat Sekumpul Jadi Lautan Manusia

Related Posts

Dua Anak Tewas dalam Sebulan, Andi Harun Soroti Void Tambang Tanpa Pengamanan
Kaltim

Dua Anak Tewas dalam Sebulan, Andi Harun Soroti Void Tambang Tanpa Pengamanan

16 Oktober 2026, 15:30
Sebut Sediakan Air Racun untuk Warga, JATAM Kaltim Tolak Lubang Tambang Dijadikan Air Baku
Lingkungan

Sebut Sediakan Air Racun untuk Warga, JATAM Kaltim Tolak Lubang Tambang Dijadikan Air Baku

16 September 2026, 16:00
Korban Terus Berjatuhan, JATAM Kaltim: Kematian di Lubang Tambang Kejahatan Sistematis
Kaltim

Korban Terus Berjatuhan, JATAM Kaltim: Kematian di Lubang Tambang Kejahatan Sistematis

24 April 2026, 14:45
Satgas PKH Ungkap Ribuan Hektare Lahan di Kaltim Dikuasai Ilegal, dari Sawit hingga Tambang Batu Bara
Kaltim

Satgas PKH Ungkap Ribuan Hektare Lahan di Kaltim Dikuasai Ilegal, dari Sawit hingga Tambang Batu Bara

29 Desember 2025, 20:30
Kawasan Cagar Alam Teluk Adang Paser Dijarah, 4 Orang Kedapatan Menambang Batu Bara Ilegal
Lingkungan

Kawasan Cagar Alam Teluk Adang Paser Dijarah, 4 Orang Kedapatan Menambang Batu Bara Ilegal

9 Desember 2025, 17:33
Polri Sita 36 Truk Pengangkut Batu Bara Tambang Ilegal Ismail Bolong
Kaltim

Polda Kaltim Tegaskan Tanpa Kompromi Berantas Pembalakan dan Tambang Ilegal

8 Desember 2025, 20:48

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.