<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GOWES Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/gowes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/gowes/</link>
	<description>Portal resmi Bontang Post, menyajikan berita terkini dari wilayah Bontang, Kalimantan Timur, Nasional, dan Internasional.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Sep 2020 02:59:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>GOWES Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/gowes/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peraturan Menteri Keluar, Pesepeda Harus Lengkapi Aspek Keselamatan</title>
		<link>https://bontangpost.id/peraturan-menteri-keluar-pesepeda-harus-lengkapi-aspek-keselamatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2020 03:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[GOWES]]></category>
		<category><![CDATA[pesepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=79727</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Kementerian Perhubungan mengeluarkan aturan untuk pesepeda. Melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bontang Kamilan menjelaskan, lantaran aturan itu diterbitkan Kemenhub, maka akan berlaku se-Indonesia. Dengan catatan, menyesuaikan kondisi masing-masing daerah. Sebab kesiapan tiap daerah tak sama. Ada yang sudah siap dengan segala [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/peraturan-menteri-keluar-pesepeda-harus-lengkapi-aspek-keselamatan/">Peraturan Menteri Keluar, Pesepeda Harus Lengkapi Aspek Keselamatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Kementerian Perhubungan mengeluarkan aturan untuk pesepeda. Melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.</p>
<p>Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bontang Kamilan menjelaskan, lantaran aturan itu diterbitkan Kemenhub, maka akan berlaku se-Indonesia. Dengan catatan, menyesuaikan kondisi masing-masing daerah. Sebab kesiapan tiap daerah tak sama.</p>
<p>Ada yang sudah siap dengan segala infrastrukturnya, terutama jalur sepeda dan lahan parkir. Ada yang belum siap sama sekali. Pemerintah tentu tak bisa memaksakan regulasi tertentu sementara infrastruktur penunjangnya belum tersedia.</p>
<p>Dikatakan, cukup sulit menerapkan regulasi ini di Bontang lantaran jalur sepeda belum ada. Kalaupun mau mengambil ruas jalan yang sudah ada, pun agak berat. Sebab ruas jalan di Bontang sudah sempit. Akan semakin berkurang bila kembali diambil untuk penetapan ruas sepeda.</p>
<p>&#8220;Namanya sepeda harus ada ruas khusus. Kalau di kota besar ruasnya besar, sementara di Bontang ruasnya sempit,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Terkait penyediaan jalur khusus sepeda, kata Kamilan, itu juga butuh kajian. Pemerintah tentu mempertinbangkan. Apalagi sekarang pengguna sepeda di Bontang semakin berkembang. Tapi bila memang ingin dibangun, ujarnya, ialah penentuan posisi jalur sepeda.</p>
<p>Apakah bersinggungan langsung dengan jalur kendaraan bermotor lainnya atau jalur protokol. Dibangun melalui jalan lain, atau khusus di lokasi yang berdekatan dengan kawasan wisata di Bontang.</p>
<p>&#8220;Kalau perencanaan tentu ada. Tapi lagi-lagi kami perlu kajian untuk semua itu,&#8221; bebernya.</p>
<p>Adapun, ada beberapa aspek utama yang diatur dalam PM 59/2020. Salah satunya persyaratan teknis sepeda. Di mana sepeda digolongkan menjadi dua kategori yakni sepeda untuk kepentingan umum dan kepentingan olahraga.</p>
<p>Kemudian diatur juga tujuh jenis persyaratan keselamatan yang harus dipenuhi pesepeda saat di jalan. Yaitu spakbor, bel, sistem rem, lampu, alat pemantul cahaya berwarna merah, alat pemantul cahaya roda berwarna putih atau kuning, dan pedal.</p>
<p>Dalam aturan itu termaktub, penggunaan spakbor dikecualikan untuk jenis sepeda balap, sepeda gunung, dan jenis sepeda lain. Sepeda yang dioperasikan di jalan juga harus sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).</p>
<p>Untuk penggunaan lampu dan alat pemantul cahaya juga disebutkan harus dipasang pada malam hari dan dalam kondisi jarak pandang terbatas karena gelap, atau saat hujan lebat, berada di terowongan, atau pada saat kondisi jalanan berkabut.</p>
<p>Dilanjutkan Kamilan, kendati jalur sepeda di Bontang belum tersedia. Dia berharap pengguna sepeda tetap mementingkan keselamatan kala berkendara. Setidaknya mengenakan helm, di sepeda ada lampu, dan pemantul cahaya.</p>
<p>&#8220;Kelengkapan keselamatan semoga tetap ada. Apalagi kalau <em>sepedaan</em> malam, kan agak bahaya kalau lampu tidak ada,&#8221; pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/peraturan-menteri-keluar-pesepeda-harus-lengkapi-aspek-keselamatan/">Peraturan Menteri Keluar, Pesepeda Harus Lengkapi Aspek Keselamatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengendara Sepeda Makin Banyak, Polres-Dishub Wacanakan Jalur Khusus Sepeda</title>
		<link>https://bontangpost.id/pengendara-sepeda-makin-banyak-polres-dishub-wacanakan-jalur-khusus-sepeda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2020 08:30:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[GOWES]]></category>
		<category><![CDATA[jalur sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[polres bontang]]></category>
		<category><![CDATA[satlantas polres bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=77584</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Minat warga Bontang beralih ke moda transportasi sepeda semakin banyak. Hal ini dapat dilihat di sepanjang jalan Bontang, baik pagi maupun sore hari. Para goweser (sebutan pengendara sepeda) ikut memadati jalan raya Kota Taman. Untuk mendukung gaya hidup baru tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang dan Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bontang merencanakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pengendara-sepeda-makin-banyak-polres-dishub-wacanakan-jalur-khusus-sepeda/">Pengendara Sepeda Makin Banyak, Polres-Dishub Wacanakan Jalur Khusus Sepeda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id</strong> – Minat warga Bontang beralih ke moda transportasi sepeda semakin banyak. Hal ini dapat dilihat di sepanjang jalan Bontang, baik pagi maupun sore hari. Para goweser (sebutan pengendara sepeda) ikut memadati jalan raya <em>Kota Taman</em>.</p>
<p>Untuk mendukung gaya hidup baru tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang dan Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bontang merencanakan pembuatan jalur khusus sepeda. Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Imam Syafii mengatakan, di Bontang sudah ada beberapa jalur sepeda, namun tidak merata. Untuk lebih menertibkan lagi jalur lalu lintas di Bontang, pihaknya akan mengambil opsi membuat jalur khusus sepeda.</p>
<p>Pihaknya bersama Dishub akan mengkaji terlebih dahulu di mana saja jalur tersebut. Mengingat ada kendala yang dihadapi, yaitu beberapa ruas jalan di Bontang yang masih sempit. Dia mengimbau agar goweser lebih berhati-hati saat bersepeda.</p>
<p>&#8220;Karena saat ini menggunakan jalan umum, yang tidak hanya untuk pengguna sepeda saja, namun juga pengendara yang lain,&#8221; kata Imam.</p>
<p>Terpisah, Kepala Dishub Bontang Kamilan membenarkan jalur khusus sepeda tersebut masih dalam tahap pembahasan.</p>
<p>“Itu masih tahap pemikirian,” ujarnya.</p>
<p>Senada, dia juga mengatakan saat ini pembuatan jalur khusus sepeda itu masih terhambat dengan jalanan Bontang yang masih luasannya belum memadai seperti kota lain. Sehingga dibutuhkan pelebaran jalan.</p>
<p>“Iya harus (pelebaran jalan, Red.), soalnya kita juga belum ada parkir khusus,” ucapnya.</p>
<p>Ketika nanti ada jalur sepeda, lanjut Kamilan, pengendara roda dua dan empat dilarang untuk kendaraannya di jalur tersebut. Seperti layaknya trotoar yang tidak boleh ditempati parkir.</p>
<p>“Sekarang masih dalam pembahasan di Raperda,” ujarnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pengendara-sepeda-makin-banyak-polres-dishub-wacanakan-jalur-khusus-sepeda/">Pengendara Sepeda Makin Banyak, Polres-Dishub Wacanakan Jalur Khusus Sepeda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dituding Ganggu Pengguna Jalan, Goweser: Jalanan Bontang Tak Ramah Pesepeda</title>
		<link>https://bontangpost.id/dituding-ganggu-pengguna-jalan-goweser-jalanan-bontang-tak-ramah-pesepeda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2020 07:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[GOWES]]></category>
		<category><![CDATA[goweser]]></category>
		<category><![CDATA[goweser bontang]]></category>
		<category><![CDATA[jalanan bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=77548</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; &#8220;Bagaimana kami mau gowes di jalur kiri kalau jalur sepeda yang panjangnya enggak seberapa itu dipakai buat parkir mobil dan motor,&#8221; ujar seorang pengguna sepeda, Fanny, kala berbincang dengan Bontangpost.id, Rabu (1/7/2020) siang. Fanny adalah pengguna rutin sepeda. Nyaris saban sore dia keliling kota bersama kawannya dalam komunitas sepeda lipat, atau beken dengan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dituding-ganggu-pengguna-jalan-goweser-jalanan-bontang-tak-ramah-pesepeda/">Dituding Ganggu Pengguna Jalan, Goweser: Jalanan Bontang Tak Ramah Pesepeda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id</strong> &#8211; &#8220;Bagaimana kami mau gowes di jalur kiri kalau jalur sepeda yang panjangnya enggak seberapa itu dipakai buat parkir mobil dan motor,&#8221; ujar seorang pengguna sepeda, Fanny, kala berbincang dengan <em>Bontangpost.id</em>, Rabu (1/7/2020) siang.</p>
<p>Fanny adalah pengguna rutin sepeda. Nyaris saban sore dia keliling kota bersama kawannya dalam komunitas sepeda lipat, atau beken dengan Folding Bike Bontang. Adapun dalam komunitas itu, pria yang berprofesi sebagai fotografer itu menjabat posisi wakil ketua.</p>
<p>Kalimat pembuka tulisan ini adalah ekspresi kesal Fanny kala <em>Bontangpost.id</em> meminta tanggapannya atas tudingan yang belakangan dialamatkan kepada goweser. Mereka dikatakan suka mengabaikan lalu lintas (Lalin). Pun dinilai mengganggu pengguna kendaraan lain lantaran berkendara selalu bergerombol.</p>
<p>Kata Fanny, yang perlu dipahami publik, goweser yang tergabung dalam komunitas dan goweser individu itu beda. Goweser individu hampir tak mungkin melakukan gangguan di jalan. Karena jumlah mereka tak banyak. Paling banter 3 sepeda saja.</p>
<p>Sementara mereka yang tergabung dalam komunitas, tak akan sembarang ketika gowes. Karena sebelum memutar pedal sepeda, akan ada pengarahan. Soal jalur. Soal jumlah lampu lalin yang bakal dilalui. Hingga mengecek kelengkapan alat keselamatan, semisal helm, lampu (kalau gowes malam), kaos tangan, kacamata, dan masker.</p>
<p>&#8220;Di depan itu juga ada <em>voorijder</em> (pembuka jalan). Dia juga arahkan teman-teman di belakangnya untuk tetap di satu jalur,&#8221; beber Fanny.</p>
<p>Soal tudingan mengambil jalur di badan atau tengah jalan, alih-alih di sisi kiri. Ujar Fanny, mestinya tanpa diberi tahu, publik tahu bagaimana kondisi jalan di Bontang yang pada dasarnya tak ramah bagi goweser. Jalur kiri dipakai untuk parkir liar kendaraan, baik motor dan mobil. Belum lagi ada pedagang asongan. Sementara jalur sepeda yang membentang di Jalan MH Thamrin pun bisa dikatakan tak bisa difungsikan sebagaimana peruntukannya. Sebabnya jelas: karena lagi-lagi dipakai buat parkir liar.</p>
<p>&#8220;Jalur yang jelas-jelas untuk sepeda saja dipakai buat parkir liar kok. Lihat saja kalau di jalan protokol lain, kondisinya sama saja. Mau enggak mau, terpaksa kami merangsek ke tengah jalan,&#8221; urainya.</p>
<p>Publik mestinya mafhum konsep berbagi ruang di jalan. Sebagai salah satu moda transportasi, posisi sepeda dengan kendaraan lain semisal motor dan mobil sama. Sehingga, pengguna sepeda pun berhak mendapat ruang di jalan.</p>
<p>&#8220;Tapi faktanya kan tidak. Jalan enggak ramah bagi goweser. Kami lambat dikit, diklakson. Salah-salah bisa ditabrak. Sepeda itu dikayuh, bukan pakai mesin. Mohon dipahami itu,&#8221; harapnya.</p>
<p>Pendapat senada diungkapkan Ketua Bekantan Bike Bontang, Majid. Atau komunitas sepeda gunung. Hal yang ditekannya, publik mesti mafhum kondisi jalan di Bontang dan bagaimana sepeda difungsikan.</p>
<p>&#8220;Kita lihat, jalur sepeda di Bontang seberapa panjang sih? terus bisa enggak difungsikan. Saya enggak usah jawab, rasanya kita sudah tahu lah jawabnya,&#8221; ungkap Majid kala dihubungi <em>Bontangpost.id</em> melalui sambungan telepon, Rabu (1/7/2020) sore.</p>
<p>Pengguna sepeda gunung memang jarang main ke jalur kota. Mereka lebih sering di main di hutan atau kebun. Namun Majid kurang sepakat ketika goweser dituding suka abai lalin dan mengganggu pengguna jalan.</p>
<p>Yang ada, ujarnya, pengguna sepeda rawan ketika berkendara di jalan, khususnya jalan protokol. Sebab banyak pengendara kerap tak memberi ruang bagi goweser. Lambat dikit, diklakson. Goweser berkelompok dikatakan mengganggu jalan.</p>
<p>&#8220;Tapi ya sudah lah. Kan ini masih baru. Mungkin publik butuh penyesuaian aja,&#8221; pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dituding-ganggu-pengguna-jalan-goweser-jalanan-bontang-tak-ramah-pesepeda/">Dituding Ganggu Pengguna Jalan, Goweser: Jalanan Bontang Tak Ramah Pesepeda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah: Kegiatan Bersepeda di Tengah Pandemi Perlu Diatur</title>
		<link>https://bontangpost.id/pemerintah-kegiatan-bersepeda-di-tengah-pandemi-perlu-diatur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2020 00:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[GOWES]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=77383</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Makin banyaknya masyarakat yang menggandrungi olah raga sepeda di tengah pandemi Covid-19 menjadi perhatian pemerintah. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menilai kegiatan bersepeda saat wabah perlu diatur. “Saya terus terang, sepeda harus diatur, apakah dengan peraturan menteri atau peraturan pemda, bupati atau gubernur,” katanya dilansir dari Antara, Jumat (26/6/2020). Budi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemerintah-kegiatan-bersepeda-di-tengah-pandemi-perlu-diatur/">Pemerintah: Kegiatan Bersepeda di Tengah Pandemi Perlu Diatur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id</strong> &#8211; Makin banyaknya masyarakat yang menggandrungi olah raga sepeda di tengah pandemi Covid-19 menjadi perhatian pemerintah. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menilai kegiatan bersepeda saat wabah perlu diatur.</p>
<p>“Saya terus terang, sepeda harus diatur, apakah dengan peraturan menteri atau peraturan pemda, bupati atau gubernur,” katanya dilansir dari <em>Antara,</em> Jumat (26/6/2020).</p>
<p>Budi menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, sepeda termasuk dalam kategori kendaraan tidak digerakkan oleh mesin. Karena masuk dalam kelompok bukan kendaraan bermotor, lanjut dia, pengaturannya berada di pemerintah daerah.</p>
<p>“Kami akan mendorong aturan ini di daerah, minimal dengan mulai menyiapkan infrastruktur jalan, DKI, Solo, Bandung, sudah menyiapkan juga, tinggal sekarang gimana aturannya,” kata Budi Setiyadi.</p>
<p>Selain itu, menurut dia, pengelompokan angkutan harus direvisi dalam UU Nomor 22/2009 karena semakin beragamnya jenis angkutan. Termasuk angkutan listrik, seperti sepeda listrik, skuter, hoverboard, dan lainnya.</p>
<p>“Kalau waktu saya kecil, saya mengalami sepeda disuruh bayar pajak dan sebagainya. Mungkin bisa ke sana. Tapi ini sejalan revisi UU 22/2009, sudah diskusi dengan Korlantas Polri,” katanya.</p>
<p>Budi melihat ada kecenderungan orang-orang beralih menggunakan sepeda untuk mengurangi kontak ketika menumpang transportasi masal. Ini juga terlihat di negara-negara lain, seperti Jepang.</p>
<p>Namun, dia menjelaskan terdapat perbedaan tujuan penggunaan moda ramah lingkungan tersebut. Di Jepang terutama Tokyo, masyarakat menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dari rumah ke kantor atau tempat perbelanjaan.</p>
<p>“Di Indonesia sekarang ini sepeda lebih untuk kegiatan olah raga dan jalan ramai-ramai, kemudian foto-foto. Sebenarnya, diharapkan sepeda ini dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari,” katanya.</p>
<p>Sebelumnya Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno menilai sepeda menjadi salah satu moda transportasi yang direkomendasikan dalam kondisi normal baru.</p>
<p>“Bersepeda menjadi pilihan, karena selain menghindari kerumunan dalam ruang tertutup dan menghindari antre, bersepeda membuat kesehatan tubuh terjaga,” katanya.</p>
<p>Ia menuturkan di era kenormalan baru, banyak kota di mancanegara mengurangi kapasitas transportasi umum dan mengalihkan ke perjalanan menggunakan sepeda.</p>
<p>“Untuk perjalanan jarak pendek, moda sepeda dan berjalan kaki benar-benar dikembangkan sedemikian rupa (aman, nyaman, dan selamat), supaya tidak beralih ke penggunaan kendaraan pribadi secara berlebihan,” katanya. (jpc)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemerintah-kegiatan-bersepeda-di-tengah-pandemi-perlu-diatur/">Pemerintah: Kegiatan Bersepeda di Tengah Pandemi Perlu Diatur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meriahnya Gowes Bareng KGC</title>
		<link>https://bontangpost.id/meriahnya-gowes-bareng-kgc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2017 22:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[GOWES]]></category>
		<category><![CDATA[KGC]]></category>
		<category><![CDATA[KPI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=26412</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG –  Para  pencinta gowes yang tergabung dalam KPI Gowes Community (KGC) menggelar gowes bareng (Gobar) yang mengundang seluruh pegowes mountain bike (MTB) se-Kalimantan Timur, Minggu (10/12) lalu di halaman Wisma KPI. Kegiatan tersebut sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) pertama KGC. Di hadiri 653 pegowes dari 60 komunitas MTB di Kaltim, yakni Sangatta, Samarinda, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/meriahnya-gowes-bareng-kgc/">Meriahnya Gowes Bareng KGC</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG –  Para  pencinta gowes yang tergabung dalam KPI Gowes Community (KGC) menggelar gowes bareng (Gobar) yang mengundang seluruh pegowes <em>mountain bike</em> (MTB) se-Kalimantan Timur, Minggu (10/12) lalu di halaman Wisma KPI.</p>
<p>Kegiatan tersebut sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) pertama KGC. Di hadiri 653 pegowes dari 60 komunitas MTB di Kaltim, yakni Sangatta, Samarinda, Balikpapan, Melak, Handil, dan Bontang, kegiatan ini sangat meriah.</p>
<p>Dibantu Bekantan Bike Community (BBC), Bontang Mountain Bike Club (BMBC) kegiatan ini menyediakan track sepanjang 21 kilometer untuk jalur master, dan 10 kilometer untuk jalur eksekutif melewati Desa Sidrap, jalan poros Bontang-Sangatta dan Kelurahan Guntung.</p>
<p>Turut hadir sekaligus  membuka Gobar, Direktur HR &amp; GA PT KPI  Abdullah Matadji.</p>
<p>“Tujuan kegiatan ini selain sebagai peringatan ulang tahun KGC yang pertama, juga sebagai untuk mempererat tali persaudaraan antara pegowes MTB. Tentunya juga memasyarakatkan sepeda sebagai olahraga yang cocok untuk segala usia dan memiliki pilihan jenis sepeda yang beragam sesuai minat masyarakat,” kata Ketua Panitia KGC Anniversary Faisal Fachmi.</p>
<p>Lebih lanjut dia mengatakan, dengan bersepeda, selain dapat menyehatkan badan dan menyenangkan juga mempererat persaudaraan, serta dapat menjadi ajang prestasi untuk atlet sepeda.</p>
<p>“Untuk event ini kami memberikan 51 medali dan sertifikat untuk finisher pertama terdiri dari kategori 45 peserta putra, dan 5 peserta putri, 1 medali spesial untuk peserta dengan semangat dan usaha terbaik dari penilaian panitia, serta dana pembinaan untuk 10 finisher putra dan 3 finisher putri,” ungkapnya.</p>
<p>Dia pun berharap dengan adanya penghargaan prestasi ini dapat memacu semangat para atlet di Kalimantan Timur dan khususnya Bontang untuk latihan lebih baik lagi dan meraih prestasi yang lebih besar lagi. (*/wan/adv)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/meriahnya-gowes-bareng-kgc/">Meriahnya Gowes Bareng KGC</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gowes Pariwisata di Aston Samarinda</title>
		<link>https://bontangpost.id/gowes-pariwisata-di-aston-samarinda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 03:31:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[GOWES]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=23521</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jaga Kesehatan, Peringati Sumpah Pemuda SAMARINDA – Banyak cara memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. Sebagaimana yang dilakukan Aston Samarinda Hotel and Convention Center lewat kegiatan Gowes Pariwisata Adventure, Ahad (29/10) kemarin. GM Aston Samarinda Wied Paramartha melalui ketua panitia gowes, Ong Harry Chandra menuturkan, Aston Samarinda ingin mengisi hari sumpah pemuda [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/gowes-pariwisata-di-aston-samarinda/">Gowes Pariwisata di Aston Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jaga Kesehatan, Peringati Sumpah Pemuda</p>
<p>SAMARINDA – Banyak cara memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. Sebagaimana yang dilakukan Aston Samarinda Hotel and Convention Center lewat kegiatan Gowes Pariwisata Adventure, Ahad (29/10) kemarin.</p>
<p>GM Aston Samarinda Wied Paramartha melalui ketua panitia gowes, Ong Harry Chandra menuturkan, Aston Samarinda ingin mengisi hari sumpah pemuda dengan cara menjaga kesehatan. Kegiatan gowes dipilih karena bisa diikuti semua umur dan tidak menghabiskan energi terlalu banyak.</p>
<p>“Jadi meskipun kita muda, harus tetap menjaga kesehatan,” kata Harry kepada Metro Samarinda sebelum para peserta diberangkatkan.</p>
<p>Pria yang menjabat <em>director of sales</em> Aston Samarinda ini menjelaskan, kegiatan ini merupakan kali pertama Aston Samarinda menggelar gowes. Serta menjadi yang pertama bertempat di Samarinda. Kata dia, selain bergerak di bidang jasa, Aston Samarinda juga berkeinginan mengampanyekan gaya hidup sehat.</p>
<p>“Antusiasnya sangat tinggi mengingat baru kali ini hotel yang mengadakan. Harapannya bisa jadi agenda tahunan,” ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut Harry mengungkap, jumlah peserta gowes mencapai sekira 300 peserta. Yang terdiri dari masyarakat umum dan komunitas-komunitas, baik komunitas hotel maupun komunitas sepeda. Sederetan hadiah disediakan dalam gelaran ini meliputi voucher menginap di Aston Samarinda, televisi, sepeda, kulkas, mesin cuci, dan tambahan dari sponsor di antaranya BRI dan  Bankaltim.</p>
<p>“Tema gowes ini yaitu Gowes Pariwisata. Kami ingin memperkenalkan pariwisata yang ada di Samarinda, salah satunya ikonnya yaitu Mahakam itu sendiri. Karena ada rute-rute dalam gowes ini yang mengharuskan naik turun bukit. Kemudian ada pemandangan-pemandangan lainnya, hingga menyusuri Sungai Mahakam,” beber Harry.</p>
<p>Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pemkot Samarinda. Kepala Dinas Pariwisata Samarinda Muhammad Faisal yang hadir dalam acara ini mengaku terkejut mengetahui Aston Samarinda menggelar gowes. Karena semestinya dinas yang terlebih dulu mengajak swasta untuk menggelar kegiatan semacam, bukan malah sebaliknya.</p>
<p>“Saya berikan apresiasi. Ini sebuah inisiasi yang bagus, mudah-mudahan ke depan ada lagi yang seperti ini,” kata Faisal.</p>
<p>Dia menjelaskan,  di saat pariwisata sudah menjadi primadona, kegiatan seperti ini memang harus dilakukan. Jangan sampai nantinya Samarinda malah tertinggal. Karena itu dia mengajak semua elemen untuk terus mendukung semangat pariwisata Kota Tepian.</p>
<p>“Pariwisata sudah mulai naik, mari kita gaungkan terus. Yang penting juga menjadi silaturahmi sambil olahraga sehat,” tandasnya.</p>
<p>Kegiatan gowes ini sendiri memulai start pada sekira pukul 07.00 Wita, yang dimulai dari halaman Aston Samarinda Hotel and Convention Center di Jalan Pangeran Hidayatullah. Ada dua rute dalam gowes ini yaitu rute adventure dan rute eksekutif. Sebelum para peserta diberangkatkan, terlebih dulu mengikuti kegiatan senam sehat yang dipandu instruktur cantik. <strong>(luk/ser)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/gowes-pariwisata-di-aston-samarinda/">Gowes Pariwisata di Aston Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unitybike Bontang Rayakan Hari Jadi ke-4</title>
		<link>https://bontangpost.id/unitybike-bontang-rayakan-hari-jadi-ke-4/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Sep 2017 22:03:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[bontang]]></category>
		<category><![CDATA[GOWES]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=21243</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gelar Gowes Merdeka &#38; Moutain Bike (MTB) Trial Challenge 2017 BONTANG – Kekompakan tampak terasa pada peringatan hari jadi ke-4 Klub Unitybike Bontang, Sabtu (23/9). Puluhan klub sepeda gunung se-Kalimantan Timur (Kaltim) memadati puncak trek 17, Bukit Bhatara Suku, Jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari. Keseruan tersebut tergambar pada animo peserta Gowes Merdeka &#38; Moutain Bike [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/unitybike-bontang-rayakan-hari-jadi-ke-4/">Unitybike Bontang Rayakan Hari Jadi ke-4</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Gelar Gowes Merdeka &amp; Moutain Bike (MTB) Trial Challenge 2017</strong></h4>
<p>BONTANG – Kekompakan tampak terasa pada peringatan hari jadi ke-4 Klub Unitybike Bontang, Sabtu (23/9). Puluhan klub sepeda gunung se-Kalimantan Timur (Kaltim) memadati puncak trek 17, Bukit Bhatara Suku, Jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari. Keseruan tersebut tergambar pada animo peserta Gowes Merdeka &amp; Moutain Bike (MTB) Trial Challenge 2017.</p>
<p>Sebanyak kurang lebih 230 peserta lintas usia (12-64 tahun) yang berasal dari komunitas sepeda Balikpapan, Tenggarong, Samarinda, Muara Badak, Sangatta, bahkan Bontang, bersiap dengan atributnya. Sepeda dengan berbagai label, helm, kacamata, sarung tangan, dan aksesoris pendukung lainnya menjadi satu paket <em>safety riding</em> para goweser.</p>
<p>Sebelum melintasi keunikan trek 17, Ketua Unitybike Bontang Suwandi bersama seluruh peserta gowes, terlebih dulu memotong tumpeng sebagai wujud syukur atas bertambahnya usia. Tepat pukul 07.30 Wita, seluruh peserta bersiap di garis <em>start. </em>Lambaian bendera mengisyaratkan dimulainya kayuhan pedal para goweser. Lintasan menanjak, menurun, dan berliku sejauh 15 kilometer memacu adrenalin mereka. Ditambah medan yang berlumpur sisa hujan menjadi tantangan kala itu.</p>
<p>Ketua Panitia Gowes Merdeka &amp; MTB Trial Challenge 2017, Sukijo menerangkan maksud dan tujuan terselenggaranya kegiatan ini guna mengajak masyarakat menghemat energi dengan bersepeda, mengurangi dampak polusi yang ditimbulkan dari kendaraan bermotor, serta membantu mempromosikan destinasi wisata Kota Bontang.</p>
<p>“Lintasan trek 17 termasuk baru. Kami mengajak seluruh komunitas sepeda di Kota Bontang bekerjasama dengan Kelompok Tani Tunas Harapan untuk menghidupkan trek ini. Terima kasih kepada kelompok tani telah membantu membentuk medan jumping khusus bagi pecinta <em>Dirt Jump</em> (DJ), <em>All Mountain </em>(AM), dan <em>Down Hill</em> (DH),” urai Joe sapaan akrabnya.</p>
<p>Ia mewakili goweser Bontang berharap dukungan pemerintah dalam mewujudkan <em>bike park</em>, khususnya MTB. Sebab, Bontang belum memiliki lintasan khusus sepeda gunung.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agus Amir mengapresiasi sekaligus mengucapkan dirgahayu keempat kepada Unitybike Bontang. Menghelat kegiatan yang memanfaatkan lokasi kawasan hutan lindung menjadi area gowes merupakan inovasi menarik.</p>
<p>“Saya mendukung penuh kegiatan ini. Karena keberadaan trek 17 yang berada di kawasan hutan lindung. Ini merupakan trobosan baru. Kami bisa beri dukungan alat berat dan fasilitas lain untuk mewujudkan keinginan pegowes Kota Bontang. Mohon ide dan dukungan rekan-rekan,” ucap Agus yang juga sebagai peserta Gowes Merdeka.</p>
<p>Selain gowes bareng, rangkaian kegiatan <em>anniversary</em> dilanjutkan dengan MTB Trial Challenge 2017 sejauh 4,2 kilometer. Masih dengan rute trek serupa kategori lomba terbagi tiga jenis, diantaranya <em>open race</em> (semua usia), <em>master race</em> (gala tua, 45 tahun ke atas), dan <em>men alite</em> (khusus atlit). Terdata 32 peserta kategori <em>open race</em>, 10 peserta <em>men alite</em>, dan 11 orang lainnya beradu pada kategori <em>master race.</em> (ra/sos)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/unitybike-bontang-rayakan-hari-jadi-ke-4/">Unitybike Bontang Rayakan Hari Jadi ke-4</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
