• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Dituding Ganggu Pengguna Jalan, Goweser: Jalanan Bontang Tak Ramah Pesepeda

by Fitri Wahyuningsih
2 Juli 2020, 15:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Sejumlah komunitas sepeda merasa keberatan ketika dituding tak patuh lalu lintas dan menggagu pengguna jalan. (dok pribadi Folding Bike Bontang)

Sejumlah komunitas sepeda merasa keberatan ketika dituding tak patuh lalu lintas dan menggagu pengguna jalan. (dok pribadi Folding Bike Bontang)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – “Bagaimana kami mau gowes di jalur kiri kalau jalur sepeda yang panjangnya enggak seberapa itu dipakai buat parkir mobil dan motor,” ujar seorang pengguna sepeda, Fanny, kala berbincang dengan Bontangpost.id, Rabu (1/7/2020) siang.

Fanny adalah pengguna rutin sepeda. Nyaris saban sore dia keliling kota bersama kawannya dalam komunitas sepeda lipat, atau beken dengan Folding Bike Bontang. Adapun dalam komunitas itu, pria yang berprofesi sebagai fotografer itu menjabat posisi wakil ketua.

Kalimat pembuka tulisan ini adalah ekspresi kesal Fanny kala Bontangpost.id meminta tanggapannya atas tudingan yang belakangan dialamatkan kepada goweser. Mereka dikatakan suka mengabaikan lalu lintas (Lalin). Pun dinilai mengganggu pengguna kendaraan lain lantaran berkendara selalu bergerombol.

Kata Fanny, yang perlu dipahami publik, goweser yang tergabung dalam komunitas dan goweser individu itu beda. Goweser individu hampir tak mungkin melakukan gangguan di jalan. Karena jumlah mereka tak banyak. Paling banter 3 sepeda saja.

Baca Juga:  Meriahnya Gowes Bareng KGC

Sementara mereka yang tergabung dalam komunitas, tak akan sembarang ketika gowes. Karena sebelum memutar pedal sepeda, akan ada pengarahan. Soal jalur. Soal jumlah lampu lalin yang bakal dilalui. Hingga mengecek kelengkapan alat keselamatan, semisal helm, lampu (kalau gowes malam), kaos tangan, kacamata, dan masker.

“Di depan itu juga ada voorijder (pembuka jalan). Dia juga arahkan teman-teman di belakangnya untuk tetap di satu jalur,” beber Fanny.

Soal tudingan mengambil jalur di badan atau tengah jalan, alih-alih di sisi kiri. Ujar Fanny, mestinya tanpa diberi tahu, publik tahu bagaimana kondisi jalan di Bontang yang pada dasarnya tak ramah bagi goweser. Jalur kiri dipakai untuk parkir liar kendaraan, baik motor dan mobil. Belum lagi ada pedagang asongan. Sementara jalur sepeda yang membentang di Jalan MH Thamrin pun bisa dikatakan tak bisa difungsikan sebagaimana peruntukannya. Sebabnya jelas: karena lagi-lagi dipakai buat parkir liar.

Baca Juga:  Kenalan dengan Komunitas Folding Bike Bontang: Mau Gaya atau Hidup Sehat, Bersepeda Tetap Asyik

“Jalur yang jelas-jelas untuk sepeda saja dipakai buat parkir liar kok. Lihat saja kalau di jalan protokol lain, kondisinya sama saja. Mau enggak mau, terpaksa kami merangsek ke tengah jalan,” urainya.

Publik mestinya mafhum konsep berbagi ruang di jalan. Sebagai salah satu moda transportasi, posisi sepeda dengan kendaraan lain semisal motor dan mobil sama. Sehingga, pengguna sepeda pun berhak mendapat ruang di jalan.

“Tapi faktanya kan tidak. Jalan enggak ramah bagi goweser. Kami lambat dikit, diklakson. Salah-salah bisa ditabrak. Sepeda itu dikayuh, bukan pakai mesin. Mohon dipahami itu,” harapnya.

Pendapat senada diungkapkan Ketua Bekantan Bike Bontang, Majid. Atau komunitas sepeda gunung. Hal yang ditekannya, publik mesti mafhum kondisi jalan di Bontang dan bagaimana sepeda difungsikan.

Baca Juga:  Unitybike Bontang Rayakan Hari Jadi ke-4

“Kita lihat, jalur sepeda di Bontang seberapa panjang sih? terus bisa enggak difungsikan. Saya enggak usah jawab, rasanya kita sudah tahu lah jawabnya,” ungkap Majid kala dihubungi Bontangpost.id melalui sambungan telepon, Rabu (1/7/2020) sore.

Pengguna sepeda gunung memang jarang main ke jalur kota. Mereka lebih sering di main di hutan atau kebun. Namun Majid kurang sepakat ketika goweser dituding suka abai lalin dan mengganggu pengguna jalan.

Yang ada, ujarnya, pengguna sepeda rawan ketika berkendara di jalan, khususnya jalan protokol. Sebab banyak pengendara kerap tak memberi ruang bagi goweser. Lambat dikit, diklakson. Goweser berkelompok dikatakan mengganggu jalan.

“Tapi ya sudah lah. Kan ini masih baru. Mungkin publik butuh penyesuaian aja,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: GOWESgowesergoweser bontangjalanan bontangSepeda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kuota SD Tak Terpenuhi, Pendaftaran Bakal Buka di Luar Jadwal

Next Post

PLN Perpanjang Program Token Gratis dan Subsidi Listrik

Related Posts

Pengendara Sepeda Makin Banyak, Polres-Dishub Wacanakan Jalur Khusus Sepeda
Bontang

Peraturan Menteri Keluar, Pesepeda Harus Lengkapi Aspek Keselamatan

23 September 2020, 11:00
Pengendara Sepeda Makin Banyak, Polres-Dishub Wacanakan Jalur Khusus Sepeda
Bontang

Pengendara Sepeda Makin Banyak, Polres-Dishub Wacanakan Jalur Khusus Sepeda

3 Juli 2020, 16:30
Pemerintah: Kegiatan Bersepeda di Tengah Pandemi Perlu Diatur
Nasional

Pemerintah: Kegiatan Bersepeda di Tengah Pandemi Perlu Diatur

28 Juni 2020, 08:00
Kenalan dengan Komunitas Folding Bike Bontang: Mau Gaya atau Hidup Sehat, Bersepeda Tetap Asyik
Bontang

Kenalan dengan Komunitas Folding Bike Bontang: Mau Gaya atau Hidup Sehat, Bersepeda Tetap Asyik

1 Juni 2020, 08:56
Ingin Turunkan Berat Badan, Pilih Olahraga Lari atau Sepeda?
Ragam

Ingin Turunkan Berat Badan, Pilih Olahraga Lari atau Sepeda?

17 Juni 2019, 11:30
TERCIDUK!!! Bocah Ini Jual Sepeda Curian di Facebook
Bontang

TERCIDUK!!! Bocah Ini Jual Sepeda Curian di Facebook

31 Januari 2018, 06:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.