• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kenalan dengan Komunitas Folding Bike Bontang: Mau Gaya atau Hidup Sehat, Bersepeda Tetap Asyik

by Fitri Wahyuningsih
1 Juni 2020, 08:56
in Bontang, Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Komunitas Folding Bike Bontang ketika gowes bareng di sekitar Bontang Kuala, beberapa waktu lalu. (Dok pribadi)

Komunitas Folding Bike Bontang ketika gowes bareng di sekitar Bontang Kuala, beberapa waktu lalu. (Dok pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – FANNY menyambangi bontangpost.id di sebuah kedai kopi di bilangan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Sabtu (30/5/2020) sore. Penampilan pria 35 tahun itu cukup menarik perhatian. Kacamata lensa biru polarized bertengger di kepala. Hoodie hitam dengan ukuran lebih besar dikenakannya. Celana pendek selutut. Paling mencolok, kaos kaki panjang yang membalut tungkai bawah. Panjangnya sekitar satu jengkal dari mata kaki. Penampilan itu sudah menyerupai skater professional asal Amerika Serikat, Tony Hawk.

“Anak folding bike enggak mesti gini yah penampilannya. Terserah saja asal nyaman,” ujarnya sembari tertawa.

Fanny merupakan salah satu anggota komunitas sepeda lipat yang berbasis di Kota Taman. Adapun komunitas tersebut lebih dikenal dengan Folding Bike Bontang.

Dijelaskannya, komunitas Folding Bike Bontang merupakan tempat para pencinta sepeda lipat di Bontang terhimpun. Hingga kini (Mei 2020), anggota resmi yang tercatat baru 96 orang. Memang belum banyak. Ini lantaran Folding Bike Bontang resmi menjadi sebuah komunitas baru di akhir Maret 2020 lalu. Ditandai dengan pemilihan ketua perdana.

“Ketua Folding Bike (Bontang) namanya Khusnul. Dia itu ketua pertama kami,” bebernya.

Pada dasarnya, tujuan didirikannya komunitas ini amat sederhana. Yakni sebagai ajang kumpul bagi pemilik sepeda lipat di Bontang. Seperti laiknya komunitas lain.

Baca Juga:  Paguyuban Sukowati Sragen Bontang (PSSB) Gelar Halalbihalal

Berbagai kegiatan dilakukan ketika mereka sudah kumpul. Pertama, tentu saja, gowes bareng keliling kota. Kadang sore. Kadang malam. Tergantung kondisi juga.

“Kami ada agenda rutin tiap Jumat akhir bulan, bersama komunitas sepeda lain. Kami gowes keliling Bontang malam hari. Tapi kalau yang rutin, biasanya tiap Jumat sampai minggu sore,” ujarnya.

Selain untuk gowes bareng, sesama anggota Folding Bike juga berbagi informasi terkait kebutuhan sepeda. Sebab setiap jenis sepeda; misalnya sepeda gunung, fixie, sepeda lipat, atau sepeda biasa, memiliki perlakuan berbeda.

“Ya kami juga suka bagi informasi soal cara merawat sepeda. Kan beda-beda itu kebutuhan untuk tiap jenis sepeda,” ungkapnya.

Selama pandemi ini, kegiatan gowes agak dikurangi. Karena bagaimana pun, sebelum gowes mereka pasti harus berkumpul dulu di satu titik. Sebelum menyusuri kota.

”Kita cuma ikuti imbauan pemerintah buat enggak kumpul-kumpul. Jadi kami ganti saja dengan aksi sosial,” ujar pria yang aktif dalam banyak organisasi ini.

Beberapa waktu lalu, Folding Bike Bontang menggelar aksi sosial berupa bagi-bagi masker di beberapa titik lampu merah. Selain itu, mereka juga menyalurkan alat pelindung diri (APD) dan vitamin bagi petugas medis di faskes rujukan utama Covid-19 di Bontang.

Baca Juga:  Berdiri Karena Lingkungan, Minta Pemerintah Patenkan

Bersepeda untuk Hidup Sehat atau Gaya-gayaan?

Sebagai yang mengaku rutin bersepeda, Fanny mengaku tak mempersoalkan, apakah seseorang memiliki sepeda, dan tergabung dalam komunitas sekadar untuk gaya-gayaan, atau memang demi hidup sehat.

Menurutnya, motivasi seseorang memiliki sepeda berbeda-beda, lantas tergabung dalam komunitas awalnya hanya untuk gaya-gayaan, lambat laun itu bakal berubah. Seiring hal positif yang dituai tubuh ketika rutin bersepeda.

“Terserah saja. Mau gaya-gayaan atau untuk hidup sehat, kan tidak ada masalahnya. Lama-lama juga akan berubah,” kata pria yang berprofesi sebagai fotografer itu.

Dalam amatan Fanny, belakangan pengguna sepeda di Bontang mulai tumbuh. Ini terlihat ketika sore, pasti selalu ada pengguna sepeda yang melintasi jalan-jalan protokol Kota Taman. Baik individu, atau berkelompok.

Sebagai pengguna sepeda, Fanny berharap agar otoritas setempat memberikan sedikit perhatian. Permintaannya sebenarnya tak muluk-muluk.

Pertama, dia meminta agar pemerintah memastikan hak pengguna sepeda. Sepeda juga tercatat sebagai salah satu moda transportasi darat. Kendati pamornya tak begitu mentereng di Indonesia. Seperti halnya pengguna motor atau mobil, maka ketika berada di jalan raya, harusnya sepeda pun mendapat ruang. Tidak diasingkan, atau bahkan direbut ruangnya.

Baca Juga:  BOC Buka Bersama Antar Paguyuban dan Komunitas, Berharap Kebersamaan Tetap Terjalin

“Cuma kita tahu, kadang pengguna kendaraan lain ngamuk kalau ada anak sepeda lewat. Diklakson gegara lambat. Kan ini dikayuh yah, pakai kaki. Bukan pakai mesin. Belum pernah kejadian buruk, tapi kami berharap ada pengaman,” jelasnya sembari berseloroh.

Selain itu, Fanny juga berharap jalur sepeda yang ada di Bontang difungsikan sebagaimana peruntukkannya. Sebagai informasi, terdapat jalur sepeda yang membentang di Jalan MH Thamrin. Dimulai dari depan SMA Bahrul Ulum hingga Polsek Bontang Utara. Jalur tersebut ditandai seutas garis yang dicat kuning. Namun disayangkan Fanny, jalur tersebut lebih sering dipakai untuk parkir. Biasanya mobil. Praktis, jalur sepeda itu tak berfungsi sebagaimana mestinya.

”Nah kalau jalur sepeda diambil, praktis kalau kami berkendara harus agak ke tengah (badan jalan). Di situ kan bersinggungan erat dengan kendaraan lain seperti mobil dan motor. Makanya, selama jalur dan fasilitas sepeda belum ada, pengguna sepeda menuntut haknya,” pungkasnya. (*)

Tags: folding bike bontangKomunitasSepedasepeda lipat
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kisah Herman Effendi, Gagas Apothecare untuk Bantu Warga Tak Mampu

Next Post

Bulan Ini, Kalbe dan Genexine Kembangkan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Related Posts

Pengendara Sepeda Makin Banyak, Polres-Dishub Wacanakan Jalur Khusus Sepeda
Bontang

Peraturan Menteri Keluar, Pesepeda Harus Lengkapi Aspek Keselamatan

23 September 2020, 11:00
Dituding Ganggu Pengguna Jalan, Goweser: Jalanan Bontang Tak Ramah Pesepeda
Bontang

Dituding Ganggu Pengguna Jalan, Goweser: Jalanan Bontang Tak Ramah Pesepeda

2 Juli 2020, 15:00
Pemerintah: Kegiatan Bersepeda di Tengah Pandemi Perlu Diatur
Nasional

Pemerintah: Kegiatan Bersepeda di Tengah Pandemi Perlu Diatur

28 Juni 2020, 08:00
Komunitas Ruang Kita: Ikhtiar Anak Muda Bontang Berkontribusi Bagi Daerah
Bontang

Komunitas Ruang Kita: Ikhtiar Anak Muda Bontang Berkontribusi Bagi Daerah

7 Juni 2020, 19:11
Ingin Turunkan Berat Badan, Pilih Olahraga Lari atau Sepeda?
Ragam

Ingin Turunkan Berat Badan, Pilih Olahraga Lari atau Sepeda?

17 Juni 2019, 11:30
Berharap Ubah Pandangan Negatif Masyarakat terhadap Musang
Kaltim

Berharap Ubah Pandangan Negatif Masyarakat terhadap Musang

7 Oktober 2018, 11:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.