Mengenal Komunitas Musik Rimba
Musik Rimba (MR) digadang-gadang akan menjadi komunitas andalan Kutim ke depan. Pasalnya, meskipun baru berdiri, namun namanya sudah mulai melambung dipermukaan.
Bukan hanya karena nama yang unik, akan tetapi asal usul berdirinya komunitas tersebut. Menurut Irwan Fecho salah seorang pendiri Musik Rimba, nama tersebut muncul sejak dirinya giat berkecimpung dengan dunia hutan.
Kutim dikenal dengan keaslian hutannya. Hutannya masih terbilang perawan. Masih sekira 80 persen kawasan hutan mengelilingi Kutim. Tidak hanya itu, seperti pegunungan karst, pantai, goa, satwa, dan lainnya turut menambah keistimewaan Kutim.
Hal di atas itulah yang menjadi inspirasi berdirinya Musik Rimba sekarang. Bukan asal, akan tetapi memiliki filosofi yang tinggi. Yakni erat kaitan dengan lingkungan.
“Kami hadir untuk misi lingkungan. Bukan hanya sekedar musik. Tetapi ada tujuan mulia. Meskipun di antara tujuan tersebut ialah upaya untuk inisiasi para pemuda pencinta musik. Tetapi tujuan utama ialah memperkenalkan Kutim serta semua potensinya. Di antaranya masalah pariwisata seperti Karst Mangkaliat,” ujar Irwan yang juga merupakan Ketua IKA SKMA itu.
Bahkan tak kalah penting, tidak hanya menampilkan musik, memperkenalkan potensi Kutim, akan tetapi komunitas ini memberikan motivasi dan inspirasi bagi para pemuda dengan mendatangkan tokoh nasional. Seperti yang hadir perdana di Kutim pekan lalu Agus Harimurti Yudoyono (AHY).
“Jadi memang konsepnya setiap tahun kami gelar secara besar besaran. Kami datangkan musik lokal Kalimantan, nasional dan mungkin internasional. Serta diselingi dengan hadirnya tokoh nasional,” katanya.
Hanya saja harapan besar Ketua G20 Mei ini, Musik Rimba tidak kembali dikelolanya, akan tetapi diambil alih oleh pemerintah. Seperti halnya di Kukar. Dirinya serta teman yang lain hanya sebatas menginisiasi.
“Ya harapan saya pemerintah yang ambil alih Musik Rimba ini. Jadi setiap tahunnya dilaksanakan. Tetapi kami belum menghadap. Mudahan saja bisa direalisasikan,” harapnya. (dy)







