• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kisah Herman Effendi, Gagas Apothecare untuk Bantu Warga Tak Mampu

by Redaksi Bontang Post
31 Mei 2020, 10:23
in Bontang, Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Herman Effendi memberikan bantuan kepada pasien sembari mengecek penggunaan obat dari resep dokter.

Herman Effendi memberikan bantuan kepada pasien sembari mengecek penggunaan obat dari resep dokter.

Share on FacebookShare on Twitter

Membantu memang butuh pengorbanan. Waktu maupun materi. Dan itu dilakukannya dengan penuh senyuman.

ADIEL KUNDHARA, Bontang

Apapun profesinya dapat menjadi berkat bagi orang lain. Kalimat itu tersemat dalam benak Herman Effendi, apoteker di RSUD Taman Husada. Selepas dari jam tugas pelayanan, ia membantu sebagian warga yang membutuhkan pertolongan. Berupa pengecekan aturan penggunaan obat. Tentunya setelah pasien mendapatkan resep dari dokter.

Dia juga membawa sembako untuk meringankan beban ekonomi orang yang dikunjunginya. Kepada Kaltim Post (induk bontangpost.id), ia mengaku aktivitas ini sudah terbesit sejak lama. Namun baru kesampaian di pertengahan Ramadan lalu. Mengingat, ia membekali diri dengan perlengkapan untuk merekam kondisi pasien.

“Tapi saya harus menabung untuk beli kamera, laptop sesuai dengan spesifikasi untuk mengedit, dan drone,” kata Herman.

Baca Juga:  Masker Kosong di Empat Apotek, Harga Capai Rp 150 Ribu

Inisiatif melakukan ini dimulai dari gugahan hati atas keprihatinan melihat pasien yang dilayaninya. Sehubungan kondisi ekonomi yang menimpa mereka. Belum lagi tambahan harus menahan rasa sakit akibat penyakit yang diderita.

“Memikul beban ekonomi saja sudah berat apalagi ditambah beban penyakit,” ucap pria kelahiran Waru, Jawa Timur ini.

Sebelum penyerahan bantuan, ia pun melakukan pengecekan. Apakah pasien layak mendapatkan bantuan. Bentuknya dengan mengecek kondisi hunian maupun mencari informasi kepada orang dekat pasien. Umumnya mereka yang dibantu ialah pasien kronis. Mengonsumsi obat yang diberikan dengan jangka waktu lama.

Total tiga keluarga telah diberikan bantuan. Waktu istirahat pun harus dikorbankan. Sebagian pendapatan sebagai PNS disisihkan untuk memberi bantuan. Termasuk dengan bisnis sampingannya yakni penjualan alat cek kesehatan. Keuntungan diplotkan untuk pos serupa.

Baca Juga:  Masker Kosong, Polres Bontang Sidak Apotek dan Toko Obat

“Prinsip saya karena kalo berbuat kebaikan itu tidak boleh hitung-hitungan. Inilah investasi saya dikehidupan kekal nanti (akhirat),” sebut pria berusia 30 tahun ini.

Ia pun juga mengajak kerabat untuk ikut memberi dukungan. Hasil video rekamannya dibagikan di akun youtube ApotheCare. Para warganet bisa berpatisipasi dengan mengirimkan donasi lewat transfer direkening yang tercantum. Penutupan donasi dilakukan setelah sebulan dari penayangan.

“Tiap video itu saya beri kode unik. Misal tayangan ketiga nominal transfer diakhir dengan angka 3. Misal Rp 50.003,” beber anak dari pasangan Nakir dan Siti Halidjah ini.

Menurutnya, rata-rata pasien obatnya telah di-cover oleh jaminan kesehatan. Herman menjelaskan pasien pertama yang dikunjunginya ialah penderita stroke selama 10 tahun. Menggunakan tongkat. Berjalanpun tergopoh-gopoh karena sebagian organ badannya yang tidak berfungsi.

Baca Juga:  Masker Kosong, Polres Bontang Sidak Apotek dan Toko Obat

“Statusnya pun janda dan hidup sendiri dengan keadaan rumah yang jauh dari kata layak,” ulas alumnus Universitas Mulawarman angkatan 2012 ini.

Selanjutnya pasien kedua berinisial HRM. Pasien ini rutin berobat di poli pskiatri RSUD Taman Husada. Pasien berstatus janda dengan dua orang anak dan menjadi tulang punggung keluarga. “Penyakitnya sering kambuh. Sehingga anaknya dihidupin oleh keluarganya,” terang pria yang telah menempuh profesi apoteker di Universitas Padjajaran Bandung ini.

Pasien ketiga salah satu kakinya diamputasi sejak 15 tahun lalu karena terkena penyakit diabetes. Tinggal sebatang kara. Hidup dengan mengandalkan bantuan orang. Karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan mencari nafkah. Berobat diantarkan oleh petugas dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM). (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: apotekapothecarefarmasi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tabrak Tiang Listrik di Jalan Cipto Mangunkusumo, Remaja 16 Tahun Meninggal

Next Post

Kenalan dengan Komunitas Folding Bike Bontang: Mau Gaya atau Hidup Sehat, Bersepeda Tetap Asyik

Related Posts

Masker Kosong, Polres Bontang Sidak Apotek dan Toko Obat
Bontang

Masker Kosong, Polres Bontang Sidak Apotek dan Toko Obat

6 Maret 2020, 15:41
Masker Kosong
Bontang

Masker Kosong di Empat Apotek, Harga Capai Rp 150 Ribu

3 Maret 2020, 18:50

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.