<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jembatan Rusak Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/jembatan-rusak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/jembatan-rusak/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2026 00:33:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Jembatan Rusak Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/jembatan-rusak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jembatan Rusak di Gang Atletik 11 Bontang Diusulkan Diperbaiki Lewat APBD Perubahan 2026</title>
		<link>https://bontangpost.id/jembatan-rusak-di-gang-atletik-11-bontang-diusulkan-diperbaiki-lewat-apbd-perubahan-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 00:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=151134</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) berencana memperbaiki jembatan penghubung RT 26 dan RT 33 di Gang Atletik 11, Kelurahan Api-Api, yang saat ini mengalami kerusakan cukup parah. Perbaikan akses warga tersebut diusulkan masuk dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2026. Kepala Disperkimtan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-rusak-di-gang-atletik-11-bontang-diusulkan-diperbaiki-lewat-apbd-perubahan-2026/">Jembatan Rusak di Gang Atletik 11 Bontang Diusulkan Diperbaiki Lewat APBD Perubahan 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="relative basis-auto flex-col -mb-(--composer-overlap-px) pb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:28px] grow flex" data-voice-floating-orb-focus-background="">
<div class="flex flex-col text-sm">
<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:2d7ea427-7c39-45d7-8a19-ffac179fc57e-49" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:2d7ea427-7c39-45d7-8a19-ffac179fc57e-49" data-turn-id-container="request-WEB:2d7ea427-7c39-45d7-8a19-ffac179fc57e-49" data-testid="conversation-turn-90" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="517a071f-ab81-4a58-adeb-432a345e9436" data-message-model-slug="gpt-5-5" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full dark markdown-new-styling">
<p data-start="464" data-end="731"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) berencana memperbaiki jembatan penghubung RT 26 dan RT 33 di Gang Atletik 11, Kelurahan Api-Api, yang saat ini mengalami kerusakan cukup parah.</p>
<p data-start="733" data-end="866">Perbaikan akses warga tersebut diusulkan masuk dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2026.</p>
<p data-start="868" data-end="1055">Kepala Disperkimtan Bontang Usman, mengatakan pihaknya telah menyiapkan usulan perbaikan setelah menerima laporan terkait kondisi jembatan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna.</p>
<p data-start="1057" data-end="1168">“Perbaikannya akan kami usulkan melalui APBD Perubahan tahun ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).</p>
<p data-start="1170" data-end="1353">Menurut Usman, saat ini pihaknya masih menyusun perencanaan teknis sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan. Karena itu, kebutuhan anggaran untuk perbaikan jembatan belum dapat dipastikan.</p>
<p data-start="1355" data-end="1443">“Nilai anggarannya belum bisa ditentukan karena masih dalam tahap perencanaan,” katanya.</p>
<p data-start="1445" data-end="1712">Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi jembatan yang menjadi akses utama penghubung dua lingkungan tersebut. Sejumlah bagian lantai jembatan dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan terdapat lubang di salah satu sisi ujung jembatan yang berpotensi membahayakan pengguna.</p>
<p data-start="1714" data-end="1822">Meski kondisinya tidak lagi optimal, jembatan itu masih digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.</p>
<p data-start="1824" data-end="2087">Ketua RT 26 Kelurahan Api-Api, Harmin Taji, mengatakan akses tersebut memiliki peran penting karena menjadi jalur penghubung antarpermukiman. Selain digunakan warga umum, jembatan juga kerap dilintasi anak-anak yang berangkat sekolah maupun menuju tempat mengaji.</p>
<p data-start="2089" data-end="2180">“Anak-anak yang pergi mengaji ke Musala At-Taubah juga banyak yang lewat di sini,” ujarnya.</p>
<p data-start="2182" data-end="2344" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Warga berharap perbaikan dapat segera direalisasikan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan risiko kecelakaan akibat kerusakan jembatan dapat diminimalkan. <strong>(*)</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-rusak-di-gang-atletik-11-bontang-diusulkan-diperbaiki-lewat-apbd-perubahan-2026/">Jembatan Rusak di Gang Atletik 11 Bontang Diusulkan Diperbaiki Lewat APBD Perubahan 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Usai Insiden Warga Jatuh, Pemkot Bontang Bangun Jembatan Permanen di Guntung Senilai Rp7,4 Miliar</title>
		<link>https://bontangpost.id/usai-insiden-warga-jatuh-pemkot-bontang-bangun-jembatan-permanen-di-guntung-senilai-rp74-miliar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 06:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[guntung]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=143403</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang — Pemerintah Kota Bontang memastikan pembangunan jembatan permanen di Jalan Tari Dewa Dewa, Kelurahan Guntung RT 14, akan direalisasikan pada 2026. Hal tersebut disampaikan Lurah Guntung, Deny Febrian. “Pemerintah sudah wacanakan pembangunan jembatan itu tahun depan,” ungkapnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Mucholis Edy Prabowo, membenarkan rencana tersebut. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/usai-insiden-warga-jatuh-pemkot-bontang-bangun-jembatan-permanen-di-guntung-senilai-rp74-miliar/">Usai Insiden Warga Jatuh, Pemkot Bontang Bangun Jembatan Permanen di Guntung Senilai Rp7,4 Miliar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="125" data-end="341"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang —</strong> Pemerintah Kota Bontang memastikan pembangunan jembatan permanen di Jalan Tari Dewa Dewa, Kelurahan Guntung RT 14, akan direalisasikan pada 2026. Hal tersebut disampaikan Lurah Guntung, Deny Febrian.</p>
<p data-start="572" data-end="651">“Pemerintah sudah wacanakan pembangunan jembatan itu tahun depan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="653" data-end="851">Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Mucholis Edy Prabowo, membenarkan rencana tersebut. Ia menyebut, proyek pembangunan akan menelan anggaran sebesar Rp7,4 miliar.</p>
<p data-start="853" data-end="946">“Pembangunan jembatan sudah masuk di tahun 2026 dengan pagu sekitar Rp7,4 miliar,” ujarnya.</p>
<p data-start="948" data-end="1171">Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan perusahaan sekitar untuk memperbaiki akses jalan yang belum dicor. Sebagai langkah mitigasi, jembatan lama yang terbuat dari kayu dibongkar untuk menghindari jatuhnya korban.</p>
<p data-start="1173" data-end="1303">“Supaya tidak ada korban lagi, jembatan kayu kami bongkar dan perkuat Jembatan Bailey agar bisa dilalui masyarakat,” pungkasnya.</p>
<p data-start="1305" data-end="1713">Sebelumnya, seorang ibu dan anaknya terjatuh ke sungai saat melintasi jembatan kayu di lokasi tersebut, Kamis (16/10/2025) pagi. Peristiwa itu terekam video warga yang melintas. Dalam rekaman berdurasi sekitar 30 detik, tampak sepeda motor korban tergeletak di tengah jembatan, sementara keduanya berada di dalam sungai. Beruntung, warga sekitar sigap menolong, sehingga keduanya selamat tanpa luka serius. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/usai-insiden-warga-jatuh-pemkot-bontang-bangun-jembatan-permanen-di-guntung-senilai-rp74-miliar/">Usai Insiden Warga Jatuh, Pemkot Bontang Bangun Jembatan Permanen di Guntung Senilai Rp7,4 Miliar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambungan Besi Jembatan Ahmad Yani Bermasalah, Rehab Tunggu Tahun Depan</title>
		<link>https://bontangpost.id/sambungan-besi-jembatan-ahmad-yani-bermasalah-rehab-tunggu-tahun-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 06:28:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=141476</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Sambungan besi (expansion joint) pada Jembatan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bontang Utara, tepat di depan eks Sekolah Tunas Inti, terpantau rusak. Besi yang mencuat keluar tersebut bahkan menimbulkan bunyi saat dilewati kendaraan. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Bontang Anwar Nurdin, membenarkan kondisi itu. Menurutnya, perbaikan sudah beberapa kali dilakukan, namun [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sambungan-besi-jembatan-ahmad-yani-bermasalah-rehab-tunggu-tahun-depan/">Sambungan Besi Jembatan Ahmad Yani Bermasalah, Rehab Tunggu Tahun Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="249" data-end="490"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Sambungan besi (expansion joint) pada Jembatan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bontang Utara, tepat di depan eks Sekolah Tunas Inti, terpantau rusak. Besi yang mencuat keluar tersebut bahkan menimbulkan bunyi saat dilewati kendaraan.</p>
<p data-start="492" data-end="745">Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Bontang Anwar Nurdin, membenarkan kondisi itu. Menurutnya, perbaikan sudah beberapa kali dilakukan, namun kerusakan kembali muncul lantaran material yang sudah tua dan tingkat lalu lintas kendaraan yang padat.</p>
<p data-start="747" data-end="901">“Besi sambungan mulai berkarat karena usia jembatan juga sudah lama. Setiap kali diperbaiki, tak lama kemudian rusak lagi,” jelasnya, Senin (25/8/2025).</p>
<p data-start="903" data-end="1080">Sebagai solusi jangka panjang, Dinas PUPR berencana mengganti empat titik sambungan besi pada program rehabilitasi jembatan tahun 2026. Anggarannya diperkirakan mencapai Rp170 juta.</p>
<p data-start="1082" data-end="1202">“Saat ini masih kami observasi, apakah bisa dikerjakan oleh PUPR sendiri atau perlu melibatkan pihak ketiga,” ujarnya.</p>
<p data-start="1204" data-end="1468">Sambil menunggu program tersebut, pihaknya melakukan langkah mitigasi dengan pengelasan dan penambalan aspal. Tahun ini, fokus perbaikan jembatan masih diarahkan ke wilayah Bontang Barat, tepatnya di Jembatan Masdarling dengan perbaikan dinding oprit yang rusak.</p>
<p data-start="1470" data-end="1552">“Untuk Jembatan Ahmad Yani, kami prioritaskan rehab di tahun depan,” pungkasnya. <strong>(Dwi Kurniawan Nugroho)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sambungan-besi-jembatan-ahmad-yani-bermasalah-rehab-tunggu-tahun-depan/">Sambungan Besi Jembatan Ahmad Yani Bermasalah, Rehab Tunggu Tahun Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Terkikis Banjir, Jembatan Menuju SMK Nusantara Ambrol</title>
		<link>https://bontangpost.id/diduga-terkikis-banjir-jembatan-menuju-smk-nusantara-ambrol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jelita Nur Khasanah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2023 03:46:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=116883</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Jalan di dekat Jembatan persis di samping SMK Nusantara Jalan Banjarmasin, Kelurahan Gunung Telihan mulai mengkhawatirkan. Pasalnya ada bagian yang mulai ambrol. Salah seorang warga Lidya Dorkes mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Sebelumnya, di sisi jembatan yang lain juga mengalami kerusakan yang sama. Diduga karena terkikisnya tanah oleh aliran air. &#8220;Kalau dilihat, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/diduga-terkikis-banjir-jembatan-menuju-smk-nusantara-ambrol/">Diduga Terkikis Banjir, Jembatan Menuju SMK Nusantara Ambrol</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Jalan di dekat Jembatan persis di samping SMK Nusantara Jalan Banjarmasin, Kelurahan Gunung Telihan mulai mengkhawatirkan. Pasalnya ada bagian yang mulai ambrol.</p>
<p>Salah seorang warga Lidya Dorkes mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Sebelumnya, di sisi jembatan yang lain juga mengalami kerusakan yang sama. Diduga karena terkikisnya tanah oleh aliran air.</p>
<p>&#8220;Kalau dilihat, bagian bawah jembatan itu sudah keropos. Agak dalam. Pas di bawah jembatan. Takutnya pas ada yang lewat, tiba-tiba ambruk. Karena pagi ini pun masih ada kendaraan roda 4 yang lewat,&#8221; katanya, Selasa (18/7/2023).</p>
<p>Dijelaskan, jalan di dekat jembatan juga mulai menurun. Sementara dari pihak kelurahan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang sudah meninjau lokasi pada Senin (17/7/2023) kemarin.</p>
<p>Lurah Gunung Telihan Mochamad Cholid Hanafi membenarkan hal itu. Namun laporan tersebut akan dilanjutkan ke Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP). Sebab termasuk jalan lingkungan.</p>
<p>&#8220;Kami terima informasi dari Pak RT itu Sabtu. Senin kemarin kami tinjau lokasi. Nah hari ini kami mau ajukan ke DPKPP,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pun ia mengharapkan agar perbaikan bisa segera dilakukan. Mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu akses menuju fasilitas pendidikan.</p>
<p>&#8220;Kami menyadari, pasti kan harus melalui banyak proses dan tahapan. Tapi kami berharapnya bisa disegerakan,&#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/diduga-terkikis-banjir-jembatan-menuju-smk-nusantara-ambrol/">Diduga Terkikis Banjir, Jembatan Menuju SMK Nusantara Ambrol</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berbahaya, Konstruksi Dua Jembatan di Berbas Pantai Miring</title>
		<link>https://bontangpost.id/berbahaya-konstruksi-dua-jembatan-di-berbas-pantai-miring/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Apr 2023 23:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=112608</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Infrastruktur di RT 12 Kelurahan Berbas Pantai cukup memprihatinkan. Utamanya akses warga. Pasalnya kondisi dua jembatan di wilayah itu strukturnya sudah miring. Ketua RT 12 Syamsul mengatakan lokasi persisnya di Gang Pangandaran 5 dan 7. Menurutnya kemiringan itu terjadi kurun enam tahun belakangan. “Ini yang paling parah sebab ini menjadi akses dari beberapa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/berbahaya-konstruksi-dua-jembatan-di-berbas-pantai-miring/">Berbahaya, Konstruksi Dua Jembatan di Berbas Pantai Miring</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Infrastruktur di RT 12 Kelurahan Berbas Pantai cukup memprihatinkan. Utamanya akses warga. Pasalnya kondisi dua jembatan di wilayah itu strukturnya sudah miring. Ketua RT 12 Syamsul mengatakan lokasi persisnya di Gang Pangandaran 5 dan 7. Menurutnya kemiringan itu terjadi kurun enam tahun belakangan.</p>
<p>“Ini yang paling parah sebab ini menjadi akses dari beberapa wilayah sekitar. Termasuk kendaraan pengangkut sampah,” kata Syamsul.</p>
<p>Selama empat bulan belakangan ini sudah terjadi dua kejadian kendaraan yang melintas tercebur ke pinggir laut. Pasalnya pengemudi tidak bisa menjaga kestabilan kemudi saat berada di akses yang miring. “Kondisi ini membahayakan tentunya,” ucapnya.</p>
<p>Panjang jalan ini mencapai 32 meter dengan lebar tidak sampai 3 meter. Ia berharap nantinya akses ini diturap sehingga memperkokoh konstruksi di bagian dasar. Sementara akses juga diperlukan pelebaran menjadi tiga meter. Sehingga kendaraan roda tiga bisa masuk untuk menuju penampungan sampah.</p>
<p>“Selama ini kendaraan pengangkut sampah hanya berhenti di gang Carita,” tutur dia.</p>
<p>Harapan ini menurutnya sudah disampaikan ke kepala daerah. Sementara kondisi di Gang Pangandaran 7 tidak jauh beda. Semula akses ini berbahan kayu ulin. Namun mendapat pengecoran sejak beberapa tahun lalu. Akibatnya kondisi beban di lapisan atas tidak sebanding dengan dengan kondisi kayu yang sudah berusia tua.</p>
<p>“Pembangunan dua jembatan ini sudah sejak 1999. Bahkan di Pangandaran 7 itu struktur jembatan sudah turun hingga 30 sentimeter dari Jalan Pangandaran,” sebutnya.</p>
<p>Kondisi ini tentu membahayakan. Konon warga sudah mengajukan keduanya melalui musrenbang periode empat tahun belakangan. Ia berujar akses ini sudah tidak layak lagi. Sehingga membutuhkan penggantian baru konstruksi. Berdasarkan informasi, perbaikan akan dilakukan di APBD Perubahan.</p>
<p>“Kalau dibiarkan maka akan mengenai konstruksinya rumah disampingnya,” terangnya.</p>
<p>Warga pun mengajukan perbaikan sepanjang 35 meter dan lebar tiga meter. Namun angka ini bisa berubah menyesuaikan haga material yang mengalami kenaikan. Ia pun tidak mempermasalahkan jika pengerjaan dilakukan secara bertahap. <strong>(ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/berbahaya-konstruksi-dua-jembatan-di-berbas-pantai-miring/">Berbahaya, Konstruksi Dua Jembatan di Berbas Pantai Miring</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Terputus, Warga Gusung Kesulitan Melintas</title>
		<link>https://bontangpost.id/jembatan-terputus-warga-gusung-kesulitan-melintas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2022 08:38:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Gusung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=105239</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Aktivitas warga pesisir Pulau Gusung terhambat akibat putusnya jembatan di RT 01, Pelabuhan Tanjung Limau, Kelurahan Gunung Elai. Diketahui, jembatan tersebut acap kali digunakan warga pesisir untuk beraktivitas. Seperti sekolah, berobat, belanja, dan sebagainya. Salah seorang warga Gusung Samsiah mengaku mulanya jembatan tersebut dalam kondisi baik. Namun, satu tahun belakangan kondisi jembatan tersebut [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-terputus-warga-gusung-kesulitan-melintas/">Jembatan Terputus, Warga Gusung Kesulitan Melintas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Aktivitas warga pesisir Pulau Gusung terhambat akibat putusnya jembatan di RT 01, Pelabuhan Tanjung Limau, Kelurahan Gunung Elai.</p>
<p>Diketahui, jembatan tersebut acap kali digunakan warga pesisir untuk beraktivitas. Seperti sekolah, berobat, belanja, dan sebagainya.</p>
<p>Salah seorang warga Gusung Samsiah mengaku mulanya jembatan tersebut dalam kondisi baik. Namun, satu tahun belakangan kondisi jembatan tersebut berubah memprihatinkan.</p>
<p>Agar aktivitas tetap berjalan, ia bersama warga Gusung lainnya hanya bisa mengandalkan empat buah papan yang tersisa dan menjadi satu-satunya akses jalan utama. Tidak ada jalan lain, warga pesisir terpaksa melewatinya.</p>
<p>&#8220;Mau bagaimana lagi, akses kami untuk ke darat cuman dari sini,&#8221; akunya saat dijumpai, Kamis (29/9/2022).</p>
<p>Dampak yang ditimbulkan akibat putusnya jembatan ialah sulitnya kapal ketinting berlabuh. Pasalnya, kapal milik warga Gusung terpaksa diparkir jauh ke tepi. Hal itu dilakukan agar kapal dengan ukuran yang kecil tidak terhimpit dengan kapal lainnya.</p>
<p>&#8220;Kapal milik warga disini kan besar. Kalau kami parkir di sebelah kapal mereka maka kapal kami bisa tenggelam. Toh, kalau ada tempat sandaran, minusnya tidak ada jalan ke darat,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Bahkan, sering kali warga pesisir terpeleset dan terjatuh saat melintasi papan tersebut. &#8220;Ada saja warga yang jatuh. Telurnya pecah lah, air galon tumpah, harus hati-hati sekali kalau bawa beras,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi, empat bilah papan tersebut tidak terkait antara satu dengan lainnya. Sehingga saat menapaki papan jenis ulin itu harus berhati-hati lantaran papan bergoyang.</p>
<p>Kondisi itu turut disayangkan oleh Ketua RT 01, Kelurahan Gunung Elai Asmah Asri. Kata dia, jembatan tersebut sudah ada sejak 2000. Kata Asmah, putusnya jembatan bukan disebabkan oleh faktor alam. Melainkan dibongkar oleh salah seorang warganya.</p>
<p>&#8220;Sudah dari tahun kemarin kondisinya begini. Tapi, belum ada satu bulan eh dibongkar lagi. Jadi yang tersisa papan itu,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Asmah mengaku tidak mengetahui persis mengapa salah seorang warganya melakukan itu. Upaya komunikasi telah dilakukan dengan melibatkan pihak kelurahan maupun kecamatan. Namun, sampai saat ini masih belum menemukan solusi.</p>
<p>&#8220;Ini kan akses umum. Kok tega gitu. Bahkan warga disini pun kasihan sama warga Gusung karena aksesnya susah. Jadi, kalau mau ke darat mereka lewat pinggir rumah saya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kata Asmah, sebenarnya masalah ini sudah pernah diadukan ke kelurahan. Bahkan sempat ditangani oleh anggota dewan. Namun, penindakan kasus terhenti tanpa adanya penyelesaian.</p>
<p>&#8220;Tahun berapa saya lupa. Tapi, kasus ini terhenti saat ditangani dewan. Padahal saat di dewan itu kami membawa tanda tangan petisi penolakan pembongkaran jembatan dari warga Gusung. Tapi, karena enggak mau ribut jadi memilih diam saja. Makanya, saya berharap pemerintah yang sekarang bisa memperhatikan warga pesisir,&#8221; tandasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-terputus-warga-gusung-kesulitan-melintas/">Jembatan Terputus, Warga Gusung Kesulitan Melintas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anggaran Terbatas, Jembatan di Kanaan Belum Diperbaiki</title>
		<link>https://bontangpost.id/anggaran-terbatas-jembatan-di-kanaan-belum-diperbaiki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2022 04:35:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan kanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=95249</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menyebut jembatan kayu yang rusak di Jalan Damai, Gang Damai 8 RT 07 Kelurahan Kanaan merupakan prioritas. Namun hingga kini belum lekas diperbaiki mengingat postur anggaran daerah terbatas. Jembatan kayu yang rusak itu adalah akses untuk dua RT dan kelurahan berbeda. Tepatnya warga RT [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/anggaran-terbatas-jembatan-di-kanaan-belum-diperbaiki/">Anggaran Terbatas, Jembatan di Kanaan Belum Diperbaiki</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menyebut jembatan kayu yang rusak di Jalan Damai, Gang Damai 8 RT 07 Kelurahan Kanaan merupakan prioritas. Namun hingga kini belum lekas diperbaiki mengingat postur anggaran daerah terbatas.</p>
<p>Jembatan kayu yang rusak itu adalah akses untuk dua RT dan kelurahan berbeda. Tepatnya warga RT 07 Kelurahan Kanaan dan RT 21 Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat. Kondisi jembatan rusak parah. Selain karena faktor usia, beberapa material jembatan seperti lantai kayu mulai patah dan keropos.</p>
<p>Kepala Bina Marga Dinas PUPRK Bontang Anwar Nurdin mengatakan pembangunan jembatan itu sudah diajukan melalui APBD dan Bantuan Keuangan (Bankeu) sejak 2019 silam. Pengajuan ini bersamaan dengan jembatan lain yang kondisinya juga memprihatinkan. Tepatnya di Jalan Pontianak, dan satu jembatan lain yang juga terletak Kelurahan Kanaan.</p>
<p>&#8220;Kondisinya kemarin kan Covid-19, jadi terbatas anggaran. Di sana (Kanaan) ada dua jembatan rusak. Tapi yang dikerjakan satu dulu karena anggarannya tidak cukup,&#8221; kata Anwar ketika dikonfirmasi, Kamis (20/1/2022) siang.</p>
<p>Anwar bilang, jembatan kayu di RT 07 pasti akan diperbaiki. Dinas PUPRK pun sudah menginventarisir di mana saja titik jembatan yang mesti diperbaiki di Bontang. Tinggal menunggu ketersediaan anggaran, jembatan lekas dieksekusi.</p>
<p>&#8220;Posisinya kan tidak jauh, warga bergeser dikit tidak masalah. Akan kami baikin juga di situ, tapi perlahan, nanti,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Hingga kini Dinas PUPRK belum mengkalkulasi besaran anggaran perbaikan jembatan di RT 07. Tapi bila berkaca dengan jembatan yang baru saja dibangun ulang, di Kelurahan yang sama, besarannya sekitar Rp 2,5 miliar. Ini untuk spesifikasi jalan beton, bukan kayu ulin. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/anggaran-terbatas-jembatan-di-kanaan-belum-diperbaiki/">Anggaran Terbatas, Jembatan di Kanaan Belum Diperbaiki</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Penghubung Kanaan dan Telihan Rusak Parah</title>
		<link>https://bontangpost.id/jembatan-penghubung-kanaan-dan-telihan-rusak-parah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2022 08:44:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=95216</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Jembatan yang terletak di Jalan Damai, Gang Damai 8 RT 07 Kelurahan Kanaan, Bontang Barat mengalami rusak parah. Akibatnya, warga mesti berhati-hati kala melintasi jembatan kayu tersebut. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Telihan yang juga warga RT 07 Doa Langi (42) mengatakan, jembatan kayu ini menunjukan kerusakan sejak 3 tahun silam. Dimulai dengan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-penghubung-kanaan-dan-telihan-rusak-parah/">Jembatan Penghubung Kanaan dan Telihan Rusak Parah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Jembatan yang terletak di Jalan Damai, Gang Damai 8 RT 07 Kelurahan Kanaan, Bontang Barat mengalami rusak parah. Akibatnya, warga mesti berhati-hati kala melintasi jembatan kayu tersebut.</p>
<p>Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Telihan yang juga warga RT 07 Doa Langi (42) mengatakan, jembatan kayu ini menunjukan kerusakan sejak 3 tahun silam. Dimulai dengan beberapa bagian jembatan mulai terlepas dari rangka utamanya.</p>
<p>&#8220;Sudah lama rusak. Karena tidak diperbaiki jadi semakin rusak,&#8221; kata Doa Langi ketika disambangi di lokasi, Rabu (19/1/2022) siang.</p>
<p>Sejak mulai menunjukkan kerusakan, warga setempat telah mengadukan ini ke pemerintah. Dalam 3 tahun selalu diajukan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, namun tak pernah dijadikan prioritas pembangunan. Beberapa kali dinas terkait, baik dari kota dan provinsi disebut telah mensurvei dan mengambil sampling jembatan, tapi hingga kini tak ada perbaikan dilakukan. Alhasil, kondisi jembatan yang dibangun sejak masa pemerintahan Wali Kota Sofyan Hasdam itu makin memprihatinkan dan membahayakan warga.</p>
<p>&#8220;Beberapa kali sudah ada korban. Warga jalan kakinya terperosok, untung tidak jatuh (ke sungai). 3 hari lalu ada lagi (korban). Makanya swadaya kami pasang garis berhati-hati,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Kondisi ini, sebut Doa, makin parah ketika hujan atau malam hari. Ketika hujan, praktis jembatan semakin licin, dan berpotensi membuat warga tergelincir. Belum lagi di RT 21, tepat di bibir jembatan, kerap kebanjiran lantaran posisinya yang rendah. Sementara di malam hari, penerangan sekitar jembatan sangat minim. Warga harus ekstra hati-hati bila melintas. Terlebih di sekitar jembatan banyak anak-anak.</p>
<p>&#8220;Kalau motor tidak disarankan memang sudah lewat situ,&#8221; dia menyarankan.</p>
<p>Doa berharap, ada perhatian diberikan pemerintah terhadap akses warga tersebut. Warga dibuatkan jembatan baru, agar mobilitas lancar. Tidak lagi khawatir melalui jembatan.</p>
<p>&#8220;Dua tahun kemarin katanya Covid-19. Jadi ya sudah tidak apa-apa. Tapi kalau bisa, sekarang diperhatikan. Ini jembatan makin rusak sudah,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Dari pantauan bontangpost.id di lokasi, kondisi jembatan kayu itu memang cukup memprihatinkan. Lantai jembatan yang terbuat dari kayu ulin mulai keropos dan terlepas dari kerangkanya. Bahkan di sisi kanan jembatan, lantai ulin sudah tak utuh lagi, beberapa bagian sudah patah.</p>
<p>Kemudian di sisi kanan dan kiri pegangan jembatan tidak kalah memprihatinkan. Kayunya keropos, beberapa lepas, dan bentuknya sudah tak sesuai kerangka. Praktis hanya sisi kiri jembatan yang bisa dilalui. Itu pun mesti berhati-hati.</p>
<p>Sementara itu, Camat Bontang Barat Anwar Sadat bilang, sudah mendengar aduan jembatan rusak di RT 07 Kanaan, namun belum melihat langsung. Pasalnya ia sendiri baru ditugaskan di Kecamatan Bontang Barat.</p>
<p>Menurutnya jembatan itu memang sudah beberapa kali masuk usulan di Musrenbang. Tapi belum bisa diakomodir.</p>
<p>&#8220;Belum tinjau ke lokasi. Tapi kami pasti berupaya akomodasi keinginan warga,&#8221; katanya ketika dikonfirmasi, Rabu (19/1/2022) sore.</p>
<p>Anwar menduga, perbaikan jembatan kayu tersebut belum bisa dilakukan lantaran kondisi keuangan daerah yang terjepit selama dirundung pandemi. Maka sebagai alternatif, pihaknya berusaha mencari dukungan anggota legislatif daerah pemilihan Bontang Barat.</p>
<p>&#8220;Nanti kami carikan dukungan dewan juga. Semoga bisa juga dari sana,&#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-penghubung-kanaan-dan-telihan-rusak-parah/">Jembatan Penghubung Kanaan dan Telihan Rusak Parah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bisa Ambruk Kapan Saja, Pembangunan Jembatan Jalan Pontianak Jadi Prioritas</title>
		<link>https://bontangpost.id/bisa-ambruk-kapan-saja-pembangunan-jembatan-jalan-pontianak-jadi-prioritas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2020 01:14:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[dinas puprk bontang]]></category>
		<category><![CDATA[gunung telihan]]></category>
		<category><![CDATA[jalan pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=78099</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menggaransi bila pembangunan jembatan di Jalan Pontianak RT 25, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat tetap menjadi prioritas. Alasannya, kondisi jembatan memang sangat membahayakan. Butuh dirombak total. Selekasnya. Agar tak ada hal buruk terjadi. Hal ini diungkapkan Kabid Bina Marga, Dinas PUPRK Bontang Bina [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bisa-ambruk-kapan-saja-pembangunan-jembatan-jalan-pontianak-jadi-prioritas/">Bisa Ambruk Kapan Saja, Pembangunan Jembatan Jalan Pontianak Jadi Prioritas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id</strong> &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menggaransi bila pembangunan jembatan di Jalan Pontianak RT 25, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat tetap menjadi prioritas. Alasannya, kondisi jembatan memang sangat membahayakan. Butuh dirombak total. Selekasnya. Agar tak ada hal buruk terjadi. Hal ini diungkapkan Kabid Bina Marga, Dinas PUPRK Bontang Bina Antasariansyah. Kala pihaknya mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Bontang, Selasa (21/7/2020) pagi.</p>
<p>&#8220;Kalau kanker, ini sudah masuk stadium 4,&#8221; ungkap Bina.</p>
<p>Diksi &#8220;kanker stadium 4&#8221; digunakan Bina untuk menggambarkan betapa mendesaknya perbaikan di jembatan Pontianak. Ini tidak mengherankan. Sebab berdasarkan hasil survei yang pihaknya lakukan bersama konsultan, jembatan berusia puluhan tahun itu bisa ambruk kapan saja. Paling riskan, ketika hujan mengguyur.</p>
<p>Kata Bina, bila hujan deras, lantas ada kendaraan berbobot besar melintas di jembatan, katakanlah truk pengangkut tanah, pasir, dan batu, salah-salah jembatan bisa patah kapan saja. Sebabnya, konstruksi yang mengisi badan jembatan sudah mengalami penurunan. Penyangganya pun sama, telah bergeser beberapa senti. Sementara siring yang berada di bawah jembatan rupanya juga amblas. Sehingga tanah meluber hingga kolong jembatan.</p>
<p>&#8220;Kalau banjir besar, tanah bisa larut. Penyangga hilang, jembatan bisa <em>crack,</em>&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebabnya, PUPRK minta segera diambil tindakan mitigasi. Untuk menghindari kemungkinan buruk. Solusi ditawarkan ialah, harus ada portal berderet didirikan. Bukan sekadar rambu atau spanduk. Itu tidak efektif.</p>
<p>Pendirian portal harus dimulai dari Jalan Soekarno-Hatta hingga beberapa meter sebelum menginjak jembatan. Setidaknya 2 portal. Hal serupa juga diberlakukan dari Jalan Asmawarman, hingga beberapa meter sebelum jembatan.</p>
<p>&#8220;Harus dipikirkan ini langkah mitigasi. Jangan terlena. Jangan tunggu terjadi hal buruk,&#8221; pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bisa-ambruk-kapan-saja-pembangunan-jembatan-jalan-pontianak-jadi-prioritas/">Bisa Ambruk Kapan Saja, Pembangunan Jembatan Jalan Pontianak Jadi Prioritas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Nyaris Putus, Distribusi Sembako Terancam </title>
		<link>https://bontangpost.id/jembatan-nyaris-putus-distribusi-sembako-terancam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 May 2018 03:02:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Distribusi Sembako]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=38975</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA – Persediaan bahan pangan di Kutim terpantau cukup aman. Hal tersebut diakui masing-masing camat di 18 Kecamatan se Kutai Timur (Kutim), dalam rapat Coffe Moring, Senin (7/5) di ruang meranti Kantor Bupati. Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kutim, Mugeni meminta seluruh camat melaporkan harga pangan dan ketersediaan di daerahnya masing-masing. Dia menginstruksikan pada seluruh pentolan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-nyaris-putus-distribusi-sembako-terancam/">Jembatan Nyaris Putus, Distribusi Sembako Terancam </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA – Persediaan bahan pangan di Kutim terpantau cukup aman. Hal tersebut diakui masing-masing camat di 18 Kecamatan se Kutai Timur (Kutim), dalam rapat Coffe Moring, Senin (7/5) di ruang meranti Kantor Bupati.</p>
<p>Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kutim, Mugeni meminta seluruh camat melaporkan harga pangan dan ketersediaan di daerahnya masing-masing. Dia menginstruksikan pada seluruh pentolan kecamatan untuk terus mengontrol harga dan stok.</p>
<p>&#8220;Saya minta masing-masing camat untuk terus mengecek harga dipasar. Jangan sampai ada kenaikan harga yang tidak terkendali. Kalau memang ada yang naik atau stok berkurang segera lapor pada bupati atau SKPD teknis yaitu Disperindag. Kasihan masyarakat, masa puasa harus kesulitan. Apalagi beras, cabai, dan ayam harus dicek terus,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Menurut laporan beberapa camat, mayoritas diantaranya melaporkan kondisi harga dan ketersediaan pangan dalam kapasitas yang stabil. Hanya ada beberapa kendala yang diakui salah satu camat perihal akses pendistribusian sembako.</p>
<p>Menurut Camat Muara Bengkal, dirinya merasa khawatir atas jembatan yang kondisinya nyaris putus. Pasalnya hal tersebut dapat menjadi penghambat penyaluran dan penyedian stok sembako.</p>
<p>&#8220;Jembatan penghubung antar desa Benok dan Himba Lestri sudah tidak layak lagi. Tidak hanya itu, jembatan menuju Rantau Pulung pun sangat mengkhawatirkan, karena ketika musim hujan tiba kami takut sembako tidak dapat masuk. Sehingga stok kami saat bulan puasa terancam kurang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dirinya berharap agar hal tersebut dapat ditindak cepat. Guna kepentingan masyarakat agar tidak mengalami kesulitan saat ramadan mendatang. &#8220;Hal inipun terus kami koordinasikan pada pemerintah, terkhusus pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU), semoga saja jembatan yang hampir putus itu cepat mendapatkan penanganan,&#8221; harapnya. (*/la)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-nyaris-putus-distribusi-sembako-terancam/">Jembatan Nyaris Putus, Distribusi Sembako Terancam </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
