bontangpost.id – Jembatan yang terletak di Jalan Damai, Gang Damai 8 RT 07 Kelurahan Kanaan, Bontang Barat mengalami rusak parah. Akibatnya, warga mesti berhati-hati kala melintasi jembatan kayu tersebut.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Telihan yang juga warga RT 07 Doa Langi (42) mengatakan, jembatan kayu ini menunjukan kerusakan sejak 3 tahun silam. Dimulai dengan beberapa bagian jembatan mulai terlepas dari rangka utamanya.
“Sudah lama rusak. Karena tidak diperbaiki jadi semakin rusak,” kata Doa Langi ketika disambangi di lokasi, Rabu (19/1/2022) siang.
Sejak mulai menunjukkan kerusakan, warga setempat telah mengadukan ini ke pemerintah. Dalam 3 tahun selalu diajukan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, namun tak pernah dijadikan prioritas pembangunan. Beberapa kali dinas terkait, baik dari kota dan provinsi disebut telah mensurvei dan mengambil sampling jembatan, tapi hingga kini tak ada perbaikan dilakukan. Alhasil, kondisi jembatan yang dibangun sejak masa pemerintahan Wali Kota Sofyan Hasdam itu makin memprihatinkan dan membahayakan warga.
“Beberapa kali sudah ada korban. Warga jalan kakinya terperosok, untung tidak jatuh (ke sungai). 3 hari lalu ada lagi (korban). Makanya swadaya kami pasang garis berhati-hati,” sebutnya.
Kondisi ini, sebut Doa, makin parah ketika hujan atau malam hari. Ketika hujan, praktis jembatan semakin licin, dan berpotensi membuat warga tergelincir. Belum lagi di RT 21, tepat di bibir jembatan, kerap kebanjiran lantaran posisinya yang rendah. Sementara di malam hari, penerangan sekitar jembatan sangat minim. Warga harus ekstra hati-hati bila melintas. Terlebih di sekitar jembatan banyak anak-anak.
“Kalau motor tidak disarankan memang sudah lewat situ,” dia menyarankan.
Doa berharap, ada perhatian diberikan pemerintah terhadap akses warga tersebut. Warga dibuatkan jembatan baru, agar mobilitas lancar. Tidak lagi khawatir melalui jembatan.
“Dua tahun kemarin katanya Covid-19. Jadi ya sudah tidak apa-apa. Tapi kalau bisa, sekarang diperhatikan. Ini jembatan makin rusak sudah,” tandasnya.
Dari pantauan bontangpost.id di lokasi, kondisi jembatan kayu itu memang cukup memprihatinkan. Lantai jembatan yang terbuat dari kayu ulin mulai keropos dan terlepas dari kerangkanya. Bahkan di sisi kanan jembatan, lantai ulin sudah tak utuh lagi, beberapa bagian sudah patah.
Kemudian di sisi kanan dan kiri pegangan jembatan tidak kalah memprihatinkan. Kayunya keropos, beberapa lepas, dan bentuknya sudah tak sesuai kerangka. Praktis hanya sisi kiri jembatan yang bisa dilalui. Itu pun mesti berhati-hati.
Sementara itu, Camat Bontang Barat Anwar Sadat bilang, sudah mendengar aduan jembatan rusak di RT 07 Kanaan, namun belum melihat langsung. Pasalnya ia sendiri baru ditugaskan di Kecamatan Bontang Barat.
Menurutnya jembatan itu memang sudah beberapa kali masuk usulan di Musrenbang. Tapi belum bisa diakomodir.
“Belum tinjau ke lokasi. Tapi kami pasti berupaya akomodasi keinginan warga,” katanya ketika dikonfirmasi, Rabu (19/1/2022) sore.
Anwar menduga, perbaikan jembatan kayu tersebut belum bisa dilakukan lantaran kondisi keuangan daerah yang terjepit selama dirundung pandemi. Maka sebagai alternatif, pihaknya berusaha mencari dukungan anggota legislatif daerah pemilihan Bontang Barat.
“Nanti kami carikan dukungan dewan juga. Semoga bisa juga dari sana,” tandasnya. (*)







