<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>oplosan Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/oplosan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/oplosan/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Aug 2018 12:37:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>oplosan Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/oplosan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Satpol PP Belum Temukan Popok untuk Mabuk </title>
		<link>https://bontangpost.id/satpol-pp-belum-temukan-popok-untuk-mabuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2018 03:01:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[kenakalan remaja]]></category>
		<category><![CDATA[miras]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<category><![CDATA[Popok]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=46269</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutim belum mengetahui informasi perihal maraknya popok bayi yang dijadikan campuran minuman oplosan, dikonsumsi oleh sejumlah remaja di Sangatta. Kasi Operasional dan Penindakan Satpol PP Kutim, Syamsul Alam mengatakan, pihaknya mengaku belum mengetahui pasti informasi yang beredar. Pasalnya hingga saat ini tidak ada temuan dengan kasus tersebut. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/satpol-pp-belum-temukan-popok-untuk-mabuk/">Satpol PP Belum Temukan Popok untuk Mabuk </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutim belum mengetahui informasi perihal maraknya popok bayi yang dijadikan campuran minuman oplosan, dikonsumsi oleh sejumlah remaja di Sangatta.</p>
<p>Kasi Operasional dan Penindakan Satpol PP Kutim, Syamsul Alam mengatakan, pihaknya mengaku belum mengetahui pasti informasi yang beredar. Pasalnya hingga saat ini tidak ada temuan dengan kasus tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya malah baru tahu informasi ini. Ke depannya akan coba kami selidiki,&#8221; ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/8).</p>
<p>Dia menjelaskan perihal dasar hukum yang mengatur minuman oplosan belum terbentuk. Sehingga jika ditemui kasus itu, ia mengaku bingung atas tindakan yang harus dilakukan.</p>
<p>&#8220;Sama seperti yang pernah marak sebelumnya, alkohol dicampur obat batuk, itu tidak ada aturan. Paling mereka dibina, tidak lama pula. Mau menahan 2 X 24 jam, kami tidak punya wewenang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Berbeda halnya dengan narkoba, sudah jelas ada pasal yang mengatur. Sehingga mudah bagi pihaknya untuk menegaskan permasalahan. Melimpahkan pada kepolisian pun akan ditindak cepat.</p>
<p>&#8220;Kalau kami siap saja untuk lakukan razia. Kami coba untuk patroli rutin dan menelusuri, tapi akan lebih memerhatikan jika banyak popok berserakan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia merasa hal seperti ini semakin fatal jika dibiarkan berlarut-larut. Dia berencana akan melakukan sosialisasi ke seluruh sekolah, bertujuan agar mencegah kasus tersebut semakin melebar.</p>
<p>&#8220;Kami akan melakukan sosialisasi dan bimbingan, supaya sadar. Karena kalau dibiarkan, dampaknya luar biasa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dengan informasi yang diterimanya, ia akan menperketat pengawasan di sejumlah titik yang dianggap rawan. Seperti Polder, Jalan Guru Besar, hingga Jalan Kenyamukan.</p>
<p>&#8220;Biasanya paling banyak malam Minggu, para remaja melakukan aksinya. Saya harap peranan orang tua lebih ketat mengawasi anaknya,&#8221; harapnya. (*/la)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/satpol-pp-belum-temukan-popok-untuk-mabuk/">Satpol PP Belum Temukan Popok untuk Mabuk </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Miris, 19 Remaja Kedapatan Pesta Oplosan</title>
		<link>https://bontangpost.id/miris-19-remaja-kedapatan-pesta-oplosan-jud/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jul 2018 22:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[miras]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<category><![CDATA[remaja bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=44594</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Tingkah laku oknum remaja di Bontang semakin mengkhawatirkan. Pada Minggu (22/7) dinihari lalu, sebanyak 19 remaja kedapatan menggelar pesta minuman oplosan di belakang Pasar Malam Berbas, Kelurahan Berbas Pantai. Mirisnya, sebagian besar di antaranya merupakan remaja asal Loktuan dan Guntung. FKPM Kelurahan Tanjung Laut, Darman menyebut digerebeknya ke-19 remaja yang masih berusia sekolah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/miris-19-remaja-kedapatan-pesta-oplosan-jud/">Miris, 19 Remaja Kedapatan Pesta Oplosan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Tingkah laku oknum remaja di Bontang semakin mengkhawatirkan. Pada Minggu (22/7) dinihari lalu, sebanyak 19 remaja kedapatan menggelar pesta minuman oplosan di belakang Pasar Malam Berbas, Kelurahan Berbas Pantai. Mirisnya, sebagian besar di antaranya merupakan remaja asal Loktuan dan Guntung.</p>
<p>FKPM Kelurahan Tanjung Laut, Darman menyebut digerebeknya ke-19 remaja yang masih berusia sekolah tersebut berkat telepon dari FKPM Berbas Pantai dan Berebas Tengah yang melaporkan adanya sekelompok pemuda yang menggelar pesta oplosan. Sementara itu, Darman dan timnya baru saja menyelesaikan patroli rutinnya tiap Sabtu malam bersama FKPM lain. “Akhirnya kami keluar lagi untuk membantu mengamankan para pelaku yang jumlahnya cukup banyak,” kata Darman, Minggu (22/7) kemarin.</p>
<p>Dikatakan dia, saat di tempat kejadian perkara (TKP) terdapat 19 remaja yang terdiri dari berbagai usia. Delapan di antaranya merupakan pelajar siswa salah satu SMK negeri di Kota Bontang. Gabungan FKPM pun langsung menggelar penangkapan semuanya. Untuk selanjutnya mereka dibawa ke kantor Lurah Berebas Tengah sambil memanggil para orang tua mereka. “Setelah permasalahan mereka selesai dengan memanggil orang tua, anggota FKPM juga mengamankan sembilan unit motor yang dibawa ke Polsek Bontang Selatan,” terang dia.</p>
<p>Dari hasil pendataan, kata Darman, rata-rata mereka merupakan warga Loktuan dan Guntung. Mereka memilih “hijrah” ke wilayah perbatasan Berbas Pantai dan Berebas Tengah karena sudah tidak ada lagi tempat di Loktuan untuk menggelar pesta minuman oplosan.</p>
<p>Adapun barang bukti yang juga diamankan berupa alkohol 70 persen, serta minuman keras yang sudah dioplos. “Mereka hanya diberi pembinaan, dan karena di wilayah Berebas Tengah maka tidak ada pembinaan dengan cara penggundulan,” ujarnya.</p>
<p>Darman mengharapkan peran serta masyarakat untuk aktif melaporkan jika mendapati anak-anak yang berkerumun di tempat sepi. Mengingat alkohol juga minuman oplosan dapat merusak masa depan bangsa. Apalagi, rata-rata dari mereka merupakan pelajar siswa SMK. “Kami rutin menggelar patroli, namun mereka melakukan pesta miras di luar jam patroli, tetapi berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antara FKPM, maka kami berhasil mengamankannya,” pungkasnya.(mga)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/miris-19-remaja-kedapatan-pesta-oplosan-jud/">Miris, 19 Remaja Kedapatan Pesta Oplosan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WASPADA!!! Elpiji Tiga Kilo Terindikasi Dioplos</title>
		<link>https://bontangpost.id/waspada-elpiji-tiga-kilo-terindikasi-dioplos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2018 03:05:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<category><![CDATA[tabung elpiji 3 Kg]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=34987</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Bukan rahasia umum, berat elpiji  kerap mengalami penurunan dari aslinya dalam setiap pembelian.  Idealnya,  berat elpiji secara keseluruhan delapan kilogram.  Dengan rincian,  berat tabung lima kilogram dan isi tiga kilogram. Warga menduga, terjadinya pengurangan elpiji lantaran adanya oknum yang bermain.  Tabung Dioplos.  Dari tiga kilogram ke 12 kilogram. &#8220;Banyak kasus yang terungkap di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/waspada-elpiji-tiga-kilo-terindikasi-dioplos/">WASPADA!!! Elpiji Tiga Kilo Terindikasi Dioplos</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Bukan rahasia umum, berat elpiji  kerap mengalami penurunan dari aslinya dalam setiap pembelian.  Idealnya,  berat elpiji secara keseluruhan delapan kilogram.  Dengan rincian,  berat tabung lima kilogram dan isi tiga kilogram.</p>
<p>Warga menduga, terjadinya pengurangan elpiji lantaran adanya oknum yang bermain.  Tabung Dioplos.  Dari tiga kilogram ke 12 kilogram.</p>
<p>&#8220;Banyak kasus yang terungkap di beberapa daerah dari masalah ini (oplos).  Saya menduga di Kutim juga ada. Karena elpijinya ringan,&#8221; kata Amir warga Sangatta Selatan.</p>
<p>Dugaan ini muncul, lantaran  hingga saat ini tabung melon tersebut masih langka di pasaran. Jikapun ada,  harganya melambung tinggi.  Di eceran yang semula hanya Rp 20 ribu &#8211; Rp 22 ribu,  kini menjadi Rp 29 ribu &#8211; Rp 30 ribu. Harga ini tak termasuk di daerah pedalaman.</p>
<p>Di pedalaman seperti Kecamatan Kaliorang,  Karangan,  Busang,  dan lainnya,  harganya mulai dari Rp 30 ribu &#8211; Rp 33 ribu.  Masih jauh dari harapan warga miskin.</p>
<p>&#8220;Sangatta Selatan saja Rp 30 ribu. Apalagi di Kecamatan Pedalaman. Saya dapat info lebih mahal,&#8221; katanya.</p>
<p>Bukti dugaan lain adanya pengoplosan ialah tabung tersebut tidak tersegel dengan baik.  Ada yang terbuka bebas, serta hanya terbungkus ala kadarnya.</p>
<p>&#8220;Bisa dilihat sendiri.  Kalaupun tersegel,  hanya ditutup biasa saja.  Tidak rapat.  Hanya bungkus warga kuning yang menutupi.  Seharusnya dua lapisan. Segel warga putih dan warna kuning,&#8221; kata Amir.</p>
<p>Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  Kutim,  Evi Margawati membenarkan hal itu.  Hanya saja katanya,  belum ditemukan indikasi pengoplosan.</p>
<p>&#8220;Menurut informasi yang kami dapat dari pertemuan dengan para agen,  jika tidak elpiji tersebut dapat menguap dalam waktu yang agak lama.  Makanya,  pada saat datang,  harus langsung digunakan,&#8221; kata Evi.</p>
<p>Mengenai razia,  dirinya mengaku hanya melakukan pemantauan di beberapa agen di Kutim. Salah satu yang dipantau ialah masalah pasokan elpiji.</p>
<p>&#8220;Kami pantau terus.  Pasokan aman saja.  Sesuai dengan kebutuhan Kutim. Hanya saja masalahnya, banyak pengusaha atau orang mampu yang menggunakan tabung tiga kilogram.  Padahal,  hanya diperuntukkan bagi yang kurang mampu,&#8221; katanya.</p>
<p>Hal ini dibenarkan Kasi Hubungan Dalam Negri, Doni Afriadi.  Hasil razia yang dilakukan,  ditemukan  banyak pengusaha yang menggunakannya.  Mulai dari 10 hingga 60 tabung.</p>
<p>&#8220;Kami sudah pantau terus.  Bahkan ada yang kami berikan sanksi. Mengenai pasokan,  sudah sesuai kebutuhan warga Kutim.  Bahkan kami pernah menggelar operasi pasar,&#8221; katanya. (dy)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/waspada-elpiji-tiga-kilo-terindikasi-dioplos/">WASPADA!!! Elpiji Tiga Kilo Terindikasi Dioplos</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WADUH!!! Di Daerah Ini, Tiap Hari Ada Saja Pemuda Mabuk</title>
		<link>https://bontangpost.id/waduh-di-daerah-ini-tiap-hari-ada-saja-pemuda-mabuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2017 03:54:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kenakalan remaja]]></category>
		<category><![CDATA[mabuk]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=22750</guid>

					<description><![CDATA[<p>Upaya Pembinaan Dirasa Kurang Efektif BONTANG &#8211; Setiap hari, petugas Babinkamtibmas sering menemukan pemuda yang melakukan aktifitas negatif seperti mabuk-mabukan ngoteng (komix dicampur kratingdaeng), ngelem (menghisap lem)dan ngaldo (minum alkohol murni). Pantas rasanya jika Bontang disebut darurat ngoteng, ngelem, dan ngaldo. Seperti yang terjadi pada Senin (16/10) lalu,  Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Laut Indah Aipda Mulyo mendapati [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/waduh-di-daerah-ini-tiap-hari-ada-saja-pemuda-mabuk/">WADUH!!! Di Daerah Ini, Tiap Hari Ada Saja Pemuda Mabuk</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Upaya Pembinaan Dirasa Kurang Efektif</p>
<p>BONTANG &#8211; Setiap hari, petugas Babinkamtibmas sering menemukan pemuda yang melakukan aktifitas negatif seperti mabuk-mabukan <em>ngoteng</em> (komix dicampur kratingdaeng), <em>ngelem</em> (menghisap lem)dan <em>ngaldo</em> (minum alkohol murni).</p>
<p>Pantas rasanya jika Bontang disebut darurat <em>ngoteng</em>, <em>ngelem</em><em>,</em> dan <em>ngaldo</em>.</p>
<p>Seperti yang terjadi pada Senin (16/10) lalu,  Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Laut Indah Aipda Mulyo mendapati 8 pemuda yang asik pesta miras di belakang Pelabuhan Hartoyo, Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan. Padahal, 2 hari sebelumnya dirinya menemukan hal serupa di lokasi yang sama. “Saat saya patroli di daerah tersebut, saya pergoki delapan anak laki-laki remaja sedang mabuk di belakang Pelabuhan Hartoyo,” kata Mulyo.</p>
<p>Saat digeledah, delapan remaja tersebut sedang kumpul dan mabuk minuman oplosan alkohol dicampur minuman energi.</p>
<p>“Kami langsung menegur anak tersebut, dan kami bawa ke Polsek Bontang Selatan, untuk didata dan dibina,” ujarnya.</p>
<p>Dikatakan Mulyo, di Bontang ada beberapa perkumpulan anak-anak yang suka melakukan hal negatif, yakni grup <em>aldo</em>, grup <em>ngoteng</em> dan group <em>ngelem</em>. “Ada tiga grup di Bontang ini. Nah kebetulan yang baru saya tangkap tadi (kemarin, Red) adalah grupnya <em>Aldo</em>, yakni  teman-temannya Yg dan Br,” jelasnya.</p>
<p>Sementara yang grup <em>ngoteng</em>, beberapa waktu lalu sempat diamankan dan dilakukan pembinaan. Upaya pembinaan, lanjut Mulyo terus dilakukan oleh pihaknya. “Hanya saja, upaya tersebut, kurang efektif. Pasalnya, baru saja ditangkap, dilakukan pembinaan, namun mereka sering kembali ketangkap basah sedang asik mabuk,” ungkapnya.</p>
<p>Ke depan, Mulyo mengharapkan kerja sama dari pihak terkait, untuk permasalahan kenakalan remaja ini.</p>
<p>“Memang perlu pihak LPM, Karang Taruna, kelurahan dan pemerintah untuk mencarikan jalan keluar, guna memberikan kegiatan yang positif bagi mereka. Kalau tidak sepanjang usianya akan terus begitu. Dan yang utama adalah perhatian keluarganya, itu sangat penting,” tandasnya. (mga)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/waduh-di-daerah-ini-tiap-hari-ada-saja-pemuda-mabuk/">WADUH!!! Di Daerah Ini, Tiap Hari Ada Saja Pemuda Mabuk</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KAPOK!!! Gelar Pesta Miras, Tujuh Remaja Diciduk</title>
		<link>https://bontangpost.id/kapok-gelar-pesta-miras-tujuh-remaja-diciduk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2017 04:25:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bontang]]></category>
		<category><![CDATA[miras]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=15972</guid>

					<description><![CDATA[<p>Digiring ke Polsek Bontang Utara, Diberi Pembinaan BONTANG – Tujuh remaja yang diketahui warga Tanjung Laut Indah, Telihan, dan Kanaan terpaksa harus digiring ke Polsek Bontang Utara, lantaran kedapatan berpesta miras oplosan (alkohol dicampur obat batuk) di wilayah SMAN 1, Kelurahan Bontang Baru. Para remaja ini ditangkap petugas pada Minggu (2/7) dini hari lalu, sekira [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kapok-gelar-pesta-miras-tujuh-remaja-diciduk/">KAPOK!!! Gelar Pesta Miras, Tujuh Remaja Diciduk</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Digiring ke Polsek Bontang Utara, Diberi Pembinaan</p>
<p>BONTANG – Tujuh remaja yang diketahui warga Tanjung Laut Indah, Telihan, dan Kanaan terpaksa harus digiring ke Polsek Bontang Utara, lantaran kedapatan berpesta miras oplosan (alkohol dicampur obat batuk) di wilayah SMAN 1, Kelurahan Bontang Baru.</p>
<p>Para remaja ini ditangkap petugas pada Minggu (2/7) dini hari lalu, sekira pukul 01.00 Wita, saat petugas melakukan patroli. Ketujuh remaja ini ada yang masih berstatus pelajar, ada pula yang sudah lulus sekolah.</p>
<p>Bhabinkamtibmas Bontang Baru Aiptu Sucipto menuturkan, usai ditangkap petugas baik dari trantib kelurahan, satgas anti narkoba, bhabinsa dan bhabinkamtibmas, ketujuh remaja ini langsung dibawa ke Polsek Bontang Utara untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut sehingga berujung pada efek jera. Namun saat dilakukan pembinaan dan mereka disuruh menghafalkan pancasila, ada dari sebagian mereka yang hafal dan sebagian lainnya tidak hafal. Meskipun pada akhirnya, yang tidak hafal tadi akhirnya menjadi hafal kerena belajar dengan temannya yang hafal.</p>
<p>“Selanjutnya kami panggil orang tuanya untuk dijemput. Kami beritahukan pula jika anaknya habis berkumpul dan pesta minuman oplosan. Sehingga para orang tuanya bisa lebih memperhatikan lagi aktivitas anaknya di luar rumah,” tukasnya. (bbg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kapok-gelar-pesta-miras-tujuh-remaja-diciduk/">KAPOK!!! Gelar Pesta Miras, Tujuh Remaja Diciduk</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Kutim Prihatin, Maraknya ‘Ngoteng’ dan Mesum</title>
		<link>https://bontangpost.id/bupati-kutim-prihatin-maraknya-ngoteng-dan-mesum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 May 2017 04:30:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[asusila]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=12812</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bupati Sebut Orang Tua Benteng Utama SANGATTA – Maraknya anak di bawah umur yang melenceng dari fitrah seperti mengkonsumsi miras oplosan, yakni campuran komix dan kratingdaeng dan mesum membuat Bupati Kutim Ismunandar angkat bicara. Ia mengaku prihatin dengan keadaan remaja di zaman ini. Seharusnya belajar untuk meraih masa depan setinggi mungkin, tetapi malah dihabiskan berbuat hal [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bupati-kutim-prihatin-maraknya-ngoteng-dan-mesum/">Bupati Kutim Prihatin, Maraknya ‘Ngoteng’ dan Mesum</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bupati Sebut Orang Tua Benteng Utama</p>
<p><strong>SANGATTA – </strong>Maraknya anak di bawah umur yang melenceng dari fitrah seperti mengkonsumsi miras oplosan, yakni campuran komix dan kratingdaeng dan mesum membuat Bupati Kutim Ismunandar angkat bicara. Ia mengaku prihatin dengan keadaan remaja di zaman ini. Seharusnya belajar untuk meraih masa depan setinggi mungkin, tetapi malah dihabiskan berbuat hal yang negatif.</p>
<p>Dirinya menilai ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepribadian anak. Paling utama ialah minimnya pendidikan keluarga. Padahal itu merupakan benteng utama untuk mencegah anak agar terhindar dari perbuatan negatif. Pasalnya,  sebaik-baiknya pengajaran ialah dilakukan oleh keluarga. “Orang tua berikan pendidikan di rumah. Karena pendidikan di rumah itu lebih penting dan utama dari yang lain,” ujar Bupati Ismu.</p>
<p>Kemudian pendidikan sekolah dan lingkungan. Hal inilah turut menentukan arah pikir anak ke depan. Keduanya pun harus seimbang. Jika tidak maka berpotensi mengubah arah tujuan dari yang positif menuju negatif.</p>
<p>“Makanya diperlukan pendidikan keluarga sejak dini. Sejak dalam perut hingga dewasa. Karena pendidikan sekolah saja tidak cukup. Apalagi ditopang lingkungan yang buruk. Karenanya diupayakan ketiga hal itu wajib seimbang beriringan. Pendidikan keluarga baik, pendidikan sekolah yang tepat dan lingkungan mendukung,” katanya.</p>
<p>Tak kalah penting ialah pendidikan agama. Pendidikan agama merupakan ilmu yang wajib dituntut siapapun. Semua perkara tercakup dalam ajaran agama. Mulai dari pergaulan, akhlak, dan etika, dan lainnya. Karenanya tak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya bagi generasi muda saat ini dan akan datang.</p>
<p>“Agama yang benar akan menjadi benteng bagi anak-anak kita. Untuk itu ajari anak agama yang benar sehingga bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Agama apapun itu,” katanya.</p>
<p>Tentu semua itu harus ditopang oleh pemerintah. Pemerintah wajib berkecimpung dan ikut campur tangan dalam mengatur aktifitas anak sehari-hari. Ini bertujuan untuk mengcegah hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>“Kemarin kami pernah buat Perbup wajib belajar dan larangan keluar malam diluar dari semestinya, tetapi malah dianggap melanggar HAM. Kalau dianggap langgar HAM seperti apa kami amankan anak-anak. Buat Perbup saja tidak boleh. Padahal Perbup bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kalau himbauan saja susah,” katanya.</p>
<p>Meskipun begitu, Pemerintah tidak berputus asa. Banyak cara untuk mengontrol aktivitas anak yang melenceng dari koridor. Diantaranya mengerahkan Satpol PP agar gencar menggelar razia. “Satpol PP kami minta untuk aktif menggelar razia malam. Jika ditemukan anak yang melenceng maka langsung diberikan pembinaan,” katanya. (dy)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bupati-kutim-prihatin-maraknya-ngoteng-dan-mesum/">Bupati Kutim Prihatin, Maraknya ‘Ngoteng’ dan Mesum</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Pasal Pidana, Koteng Terancam Merajalela </title>
		<link>https://bontangpost.id/tak-ada-pasal-pidana-koteng-terancam-merajalela/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 May 2017 04:33:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[miras]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=12757</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pendidik Minta Diberikan Efek Jera SANGATTA_ Minuman keras oplosan yang terbuat dari Komix Kratingdaeng (Koteng) dan Alkohol Komix (Alkom) terancam merajalela di Kutim. Pasalnya, tak satupun yang mengatur pidana pengguna Koteng dan Alkom. Hal ini dibenarkan oleh Kasad Narkoba Polres Kutim, Iptu Abdul Rauf. Dia menuturkan, pengguna Koteng dan Alkom hanya diberikan peringatan tertulis. Paling tertinggi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tak-ada-pasal-pidana-koteng-terancam-merajalela/">Tak Ada Pasal Pidana, Koteng Terancam Merajalela </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidik Minta Diberikan Efek Jera</p>
<p>SANGATTA_ Minuman keras oplosan yang terbuat dari Komix Kratingdaeng (Koteng) dan Alkohol Komix (Alkom) terancam merajalela di Kutim. Pasalnya, tak satupun yang mengatur pidana pengguna Koteng dan Alkom. Hal ini dibenarkan oleh Kasad Narkoba Polres Kutim, Iptu Abdul Rauf.</p>
<p>Dia menuturkan, pengguna Koteng dan Alkom hanya diberikan peringatan tertulis. Paling tertinggi ialah memanggil kedua orang tua, RT, dan perwakilan Disdik jika masih menempuh sekolah.</p>
<p>Sedangkan sanksi pidana belum dikenakan lantaran tak satupun pasal yang memberatkan pelaku. Terlebih bagi mereka yang masih di bawah umur.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Wakil Kepala Bidang Pendidikan KNPI Kutim, Yakub Fadilah  membenarkan, jika anak dibawah umur belum dapat diberikan sanksi pidana. Terlebih bagi mereka yang masih menempuh pendidikan. Meskipun begitu mereka tetap diberikan efek jera yang mengarah kepada pembinaan. Jika masih menempu pendidikan dapat dikenakan sanksi sekolah.</p>
<p>&#8220;Jika tidak ada sanksi pidana, bisa dikenakan sanksi sekolah. Kan ada  diatur dalam aturan sekolah masing-masing,&#8221; ujar Yakub yang juga merupakan guru SMK Muhammadiyah itu.<br />
Hal senada juga diutarakan oleh Rahman, Kepala Sekolah SD DDI.</p>
<p>Dia meminta aparat kepolisian memberikan efek jera kepada siswa yang kedapatan tengah ngomix. Jika tidak dihentikan maka hal itu akan merusak generasi muda saat ini  untuk akan datang.<br />
&#8220;Apa jadinya generasi muda yang taunya hanya ngomix.</p>
<p>Terlebih mereka semua masih kecil-kecil. Bukannya belajar untuk mencapai masa depan, tetapi malah berkecimpung dengan hal yang negatif. Untuk itu perlu dicegah sedini mungkin,&#8221; pinta Rahman.</p>
<p>Ada beberapa cara untuk mencegah hal itu. Diantaranya peran serta orang tua, sekolah,  lingkungan, dan pemerintah. Semua wajib bersinergi satu sama lainnya.</p>
<p>&#8220;Akan tetapi kami harap untuk diluar Satpol PP dan kepolisian bisa bertindak untuk mengamankan anak-anak ini. Saya yakin jika ditangkap terus dan diberikan sanksi tegas mereka akan sadar sendiri. Mungkin sanksi sosial serta diberikan surat peringatan untuk tidak mengulang. Jika kembali melanggar baru berikan sanksi yang sesuai dengan tindakannya,&#8221; pintanya. (dy)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tak-ada-pasal-pidana-koteng-terancam-merajalela/">Tak Ada Pasal Pidana, Koteng Terancam Merajalela </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>‘Koteng’ Rusak Remaja Kutim </title>
		<link>https://bontangpost.id/koteng-rusak-remaja-kutim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 May 2017 04:33:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[kenakalan remaja]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=12667</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di Lokasi Mabuk-Mabukan, Ditemukan Ribuan Bungkus Komix SANGATTA – Tak mampu membeli minuman keras, kalangan remaja terpaksa mengalihkan hobinya dengan meracik minuman yang berefek memabukkan. Minuman oplosan ini bernama Koteng. Singkatan dari bahan baku minuman tersebut, yakni komix dan kratingdaeng. Minuman inilah yang saat ini menguasai kalangan remaja. Mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Ada beberapa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/koteng-rusak-remaja-kutim/">‘Koteng’ Rusak Remaja Kutim </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di Lokasi Mabuk-Mabukan, Ditemukan Ribuan Bungkus Komix</p>
<p><strong>SANGATTA – </strong>Tak mampu membeli minuman keras, kalangan remaja terpaksa mengalihkan hobinya dengan meracik minuman yang berefek memabukkan. Minuman oplosan ini bernama Koteng. Singkatan dari bahan baku minuman tersebut, yakni komix dan kratingdaeng. Minuman inilah yang saat ini menguasai kalangan remaja. Mulai dari tingkat SMP hingga SMA.</p>
<p>Ada beberapa tempat yang terdeteksi menjadi andalan  para oknum remaja meminum koteng.  Seperti Polder Maulana, kawasan bukit pelangi, poros Ringroad Kantor Kecamatan Sangatta Selatan, Jalan Pertanian Sangatta Selatan, dan terbaru Ringroad 9 Poros APT Pranoto Kampung Kajang.  Untuk Ringroad 9 ini saja terdapat beberapa titik. Seperti sepanjang trotoar jalan, gang buntu, dan rumah warga yang belum di huni. Saat di datangi ke lokasi, wartawan melihat ribuan sisa bungkuskomix yang sudah menggunung.</p>
<p>“Hampir tiap malam ada. Akan tetapi paling ramai pada saat hari libur,” ujar Ibrahim warga sekitar.</p>
<p>Ibrahim mengaku, remaja yang biasa ngumpul diperkirakan berumur 15 hingga 20 tahun. Semuanya diduga masih pelajar. Hanya saja ia tidak mengetahui pasti anak tersebut. Pasalnya, selain gelap,anak tersebut juga bukan merupakan warga sekitar.</p>
<p>“Jadi campuran. Ada anak laki-laki ada perempuan. Ada pula yang berduaan antara laki-laki dan perempuan hingga larut malam. Jadi kondisinya memang mengizinkan untuk bebuat demikian,” katanya.</p>
<p>Dirinya menilai jika anak tersebut lepas dari pengawasan orang tua. Kemungkinan lainnya karena terlalu bebas dalam bergaul. Ditambah minimnya pemahaman agama yang diberikan oleh sekolah dan orang tua kepada anak tersebut. Berdasarkan hal itu bisa bergerak bebas dan melakukan apa saja yang dikehendaki.</p>
<p>“Sebenarnya cukup mudah untuk mendidik anak. Pertama berikan pendidikan agama dan larang bergaul dengan anak yang tidak jelas. Kemudian ada larangan tegas terkait penjualan minuman berenergi itu. Karena saat ini saya nilai sudah terjual bebas. Tidak hanya orang tua akan tetapi anak-anak,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Muhammad Arif Yulianto membenarkan jika terdapat banyak lokasi oknum remaja yang mengonsumsi koteng. Salah satu yang disebutkannya ialah di Ringroad 9. Di Ringroad 9 inilah yang menjadi salah satu sasaran razia. “Pekan lalu kami sudah lakukan razia. Pas malam minggu. Hasilnya ada 21 anak-anak di bawah umur yang kami amankan. Ada yang mesum, ngoteng dan mabuk,” jelasnya.</p>
<p>Yang jelas razia ini akan terus digalakkan. Kemungkinan dalam setiap pekannya. Dengan begitu tidak lagi ditemukan yang berani menkonsumsi koteng.</p>
<p>“Karena kalau kedapatan kami akan berikan sanksi. Setelah itu panggil orang tuanya dan meminta pertanggungjawaban. Kami suruh bikin surat pernyataan. Baik untuk anaknya maupun orang tuanya agar menjaga anaknya,” katanya. (dy)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/koteng-rusak-remaja-kutim/">‘Koteng’ Rusak Remaja Kutim </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Minum Oplosan, Remaja Diberi Pembinan</title>
		<link>https://bontangpost.id/minum-oplosan-remaja-diberi-pembinan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Apr 2017 13:45:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[alkohol]]></category>
		<category><![CDATA[kenakalan remaja]]></category>
		<category><![CDATA[minum]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=10114</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Patroli wilayah yang dilaksanakan Polsek Bontang Selatan Minggu (2/4) lalu, sekira pukul 02.30 Wita, mendapati beberapa remaja melakukan pesta minuman keras (Miras) oplosan di lokasi RTH Taman Tanjung Laut. Bersama dengan Bhabinkamtibmas Tanjung Laut Bripka Muhlis, personil Polsek Bontang Selatan pun langsung bergegas mengamankan remaja yang berjumlah empat orang tersebut. Usai diamankan, para [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/minum-oplosan-remaja-diberi-pembinan/">Minum Oplosan, Remaja Diberi Pembinan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Patroli wilayah yang dilaksanakan Polsek Bontang Selatan Minggu (2/4) lalu, sekira pukul 02.30 Wita, mendapati beberapa remaja melakukan pesta minuman keras (Miras) oplosan di lokasi RTH Taman Tanjung Laut. Bersama dengan Bhabinkamtibmas Tanjung Laut Bripka Muhlis, personil Polsek Bontang Selatan pun langsung bergegas mengamankan remaja yang berjumlah empat orang tersebut.</p>
<p>Usai diamankan, para remaja ini pun langsung diberikan pembinaan dan diberi pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.</p>
<p>Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn melalui Kasubbag Humas Iptu Suyono mengatakan, patroli wilayah ini rutin dilakukan tidak hanya saat siang hari saja, tetapi juga di malam hari, Hal ini agar tercipta keamanan dan kenyamanan warga saat beristirahat.</p>
<p>“Pembinaan kepada muda-mudi ini juga diberikan agar pelaku mendapatkan efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujarnya Senin (3/4) kemarin.</p>
<p>Kata Suyono, personil Polsek Bontang Selatan saat itu melakukan patroli wilayah ke lingkungan pelabuhan, Pasar Rawa Indah, gedung sekolah, Pasar Malam Berbas, Kampung Baru hingga Tanjung Laut. Dari patroli yang dilakukan, kondisi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) cukup baik.</p>
<p>“Kami minta para orang tua juga harus lebih mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai anaknya berkeliaran di luar rumah saat malam hari dan melakukan hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka,” pesannya. (bbg)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/minum-oplosan-remaja-diberi-pembinan/">Minum Oplosan, Remaja Diberi Pembinan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesta Oplosan, Lima Remaja Diringkus, Habis itu Dihipnoterapi</title>
		<link>https://bontangpost.id/pesta-oplosan-lima-remaja-diringkus-habis-dihipnoterapi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2017 05:10:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bontang]]></category>
		<category><![CDATA[hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=4041</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Trantib Kelurahan Bontang Baru besama Polsek Bontang Utara dan Satgas Anti Narkoba, kembali meringkus lima remaja kedapatan pesta oplosan, Sabtu (22/1) dini hari lalu di RT 17 Bontang Baru. Diantaranya Joko, Abdul, Madun, Budi, dan Ali (nama samaran). “Seperti biasa, setiap malam minggu kami patroli keliling wilayah Bontang Baru untuk mengamankan lingkungan. Tiba-tiba [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pesta-oplosan-lima-remaja-diringkus-habis-dihipnoterapi/">Pesta Oplosan, Lima Remaja Diringkus, Habis itu Dihipnoterapi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Trantib Kelurahan Bontang Baru besama Polsek Bontang Utara dan Satgas Anti Narkoba, kembali meringkus lima remaja kedapatan pesta oplosan, Sabtu (22/1) dini hari lalu di RT 17 Bontang Baru. Diantaranya Joko, Abdul, Madun, Budi, dan Ali (nama samaran).</p>
<p>“Seperti biasa, setiap malam minggu kami patroli keliling wilayah Bontang Baru untuk mengamankan lingkungan. Tiba-tiba saja jam dua malam kami dapat laporan dari warga, jika di wilayahnya sedang ada pesta oplosan. Kami langsung bergegas ke lokasi,” ujar Fahruddin Noor, Kasi Tata Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum, Kelurahan Bontang Baru.</p>
<p>Usai mengamankan kelima pelaku bersama barang bukti, mereka langsung dibawa ke kantor Kelurahan Bontang Baru, untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Adapun pembinaan, dilakukan secara bersama oleh Reskrim Polsek Bontang Utara, Trantib Kelurahan, dan Satgas Anti Narkoba Bontang Baru.</p>
<p>“Mereka juga mendapat hipnoterapi dari salah satu warga kami. Kebetulan di salah satu warga kami ada yang sebagai hipnoterapis. Sehingga ketika ada kejadian seperti ini, beliau siap bekerjasama dengan kami untuk membantu membina dan menyadarkan pelaku  ke arah yang lebih baik,” terangnya.</p>
<p>Usai diberi hipnoterapi, kelima remaja ini diminta membuat surat pernyataan, agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Konsekuensinya, bila kedapatan kedua kalinya, maka langsung berurusan dengan pihak berwajib. (bbg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pesta-oplosan-lima-remaja-diringkus-habis-dihipnoterapi/">Pesta Oplosan, Lima Remaja Diringkus, Habis itu Dihipnoterapi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
