<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sapi Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/sapi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/sapi/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jun 2022 04:44:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Sapi Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/sapi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dampak PMK, Harga Sapi Kurban di Bontang Melambung</title>
		<link>https://bontangpost.id/dampak-pmk-harga-sapi-kurban-di-bontang-melambung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2022 05:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[PMK]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=100648</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Imbas adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menghambat ketersediaan stok, harga sapi kurban di Kota Bontang mengalami kenaikan. Achiruddin salah seorang pedagang sapi mengakui tahun ini harga sapi mengalami kenaikan. Satu ekor sapi dengan bobot 70 kilogram atau sapi berukuran kecil dikenai harga Rp 25 juta per ekor naik dari harga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dampak-pmk-harga-sapi-kurban-di-bontang-melambung/">Dampak PMK, Harga Sapi Kurban di Bontang Melambung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Imbas adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menghambat ketersediaan stok, harga sapi kurban di Kota Bontang mengalami kenaikan.</p>
<p>Achiruddin salah seorang pedagang sapi mengakui tahun ini harga sapi mengalami kenaikan. Satu ekor sapi dengan bobot 70 kilogram atau sapi berukuran kecil dikenai harga Rp 25 juta per ekor naik dari harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp 18 juta.</p>
<p>Sedangkan saat ini sapi dengan bobot 90 kilogram dikenai harga Rp 30 juta di mana sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 25 juta. &#8220;Kami masih jual sapi dengan harga Rp 22 juta. Tapi bobotnya kurang dari 70 kilo,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Kata dia, penyebab naiknya harga sapi kurban disinyalir karena tingginya biaya karantina. Satu ekor sapi dikenai biaya hingga Rp 800 ribu. Itu pun belum termasuk biaya transportasi dan makan pemilik sapi.</p>
<p>&#8220;Sekarang kan sapi itu wajib karantina untuk menghindari adanya PMK. Kalau dulu harga karantina Rp 300-400 ribu per ekornya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Tingginya biaya karantina membuat Achiruddin hanya bisa menjual 30 ekor sapi di tahun ini. Padahal di tahun sebelumnya ia bisa menjual 60 ekor sapi.</p>
<p>&#8220;Enggak sanggup kami kalau ambil 60 ekor. Apalagi harus dapat tambahan biaya karantina yang tidak sedikit. Kami memasok sapi dari Sulawesi,&#8221; tuturnya.<strong> (*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dampak-pmk-harga-sapi-kurban-di-bontang-melambung/">Dampak PMK, Harga Sapi Kurban di Bontang Melambung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meski Pandemi, Tren Penjualan Sapi Kurban Tak Turun</title>
		<link>https://bontangpost.id/meski-pandemi-tren-penjualan-sapi-kurban-tak-turun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2020 05:30:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Iduladha]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=77646</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Jelang Hari Raya Iduladha 1441 Hijriyah, sejumlah pedagang mulai menjajakan sapi kurban di sepanjang jalan-jalan protokol Bontang. Dari pantauan bontangpost.id, sentra penjualan sapi kurban setidaknya tersebar di sekitar Jalan Pupuk Raya dan Jalan KS Tubun. Seorang pedagang, Nur menjelaskan, H- 25 jelang Hari Raya Iduladha, dari 54 sapi kurban dijualnya, sebagian besar sudah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/meski-pandemi-tren-penjualan-sapi-kurban-tak-turun/">Meski Pandemi, Tren Penjualan Sapi Kurban Tak Turun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id </strong>&#8211; Jelang Hari Raya Iduladha 1441 Hijriyah, sejumlah pedagang mulai menjajakan sapi kurban di sepanjang jalan-jalan protokol Bontang. Dari pantauan <em>bontangpost.id</em>, sentra penjualan sapi kurban setidaknya tersebar di sekitar Jalan Pupuk Raya dan Jalan KS Tubun.</p>
<p>Seorang pedagang, Nur menjelaskan, H- 25 jelang Hari Raya Iduladha, dari 54 sapi kurban dijualnya, sebagian besar sudah dilego. Kini yang tersisa tinggal 6 ekor saja.</p>
<p>&#8220;Mungkin 90 persen sudah terjual,&#8221; ujarnya kala disambangi <em>bontangpost.id</em> di Jalan Pupuk Raya, tempat dia membuka kios sementara tempat penjualan sapi kurban, Senin (6/7/2020) siang.</p>
<p>Tingginya animo masyarakat membeli sapi di tempatnya, lantaran pada dasarnya para pembeli itu merupakan langganan lama. Sehingga ketika mendekati hari raya, langganan hanya perlu memesan, memberikan uang tanda jadi, dan sapi disimpankan.</p>
<p>&#8220;Dari dulu memang kebanyakan langganan. Tinggal telpon, dan saya simpankan,&#8221; bebernya.</p>
<p>Adapun untuk harga sapi sangat bervariasi. Dibanderol dari harga Rp 15 juta sampai Rp 50 juta tergantung bobot sapi. Misalnya untuk sapi berbobot 230-240 kilogram, dibanderol Rp 15 juta. Sementara yang paling berat, sapi seberat 800 kilogram dihargai Rp 50 juta. Dibanding tahun sebelumnya, harga sapi relatif stabil.</p>
<p>&#8220;Tapi kebanyakan ambil sapi harga sedang, sekitar Rp 21 jutaan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dibeberkan Nur, pelanggan sapi kurban sebagian besar ialah masyarakat umum yang melakukan urunan. Misalnya, dalam satu kelompok berisi 7 orang. Tiap anggotanya urunan Rp 3 juta untuk membeli sapi harga Rp 21 juta.</p>
<p>&#8220;Ada juga yayasan dari perusahaan sini. Ambil agak banyak. Tahun lalu 10 ekor, sekarang 14,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kata Nur, kendati pandemi, ternyata tingkat penjualan sapi kurban tak kurang. Bahkan naik ketimbang tahun sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Saya enggak tahu juga kenapa. Alhamdullilah saja kalau naik,&#8221; ujarnya bahagia.</p>
<p>Adapun sapi kurban miliknya awalnya dipasok dari Palu, Sulawesi Tengah sekitar 4 bulan sebelum Hari Raya Iduladha. Sapi yang dipasok masih kecil, selanjutnya di peternakan miliknya baru dilakukan penggemukan.</p>
<p>&#8220;Semua sapi di sini dari Palu,&#8221; beber peternak yang juga mitra binaan sebuah perusahaan di Bontang ini.</p>
<p>Sementara peternak lain di Jalan KS Tubun, Rannu menuturkan belum bisa menaksir tren penjualan sapi kurban di tahun ini. Pasalnya, sebagai peternak mandiri dan tidak terlibat dengan perusahaan tertentu, tingkat penjualan sapi bisa dilihat H -15 hingga H -10 jelang Iduladha.</p>
<p>&#8220;Belum ada yang beli. Orang baru tanya-tanya,&#8221; ungkapnya kala ditemui di peternakan miliknya Jalan KS Tubun.</p>
<p>Rannu mengaku tak ada peningkatan harga sapi tahun ini. Masih stagnan saja. Dia membanderol sapi mulai Rp 15 juta untuk bobot 280 kilogram. Sementara paling berat, 430 kilogram dihargai Rp 34 juta.</p>
<p>&#8220;Kalau yang berat kurang pembelinya. Rata-rata dicari sapi harga Rp 20 juta,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Seperti halnya Nur, seluruh sapi di tempat Rannu dipasok dari luar daerah. Semisal Palu dan Kupang. Sapi-sapi itu dikirim, dan digemukkan di Bontang. Untuk tahun ini, Rannu menyiapkan 74 ekor sapi kurban. Bila berkaca tahun sebelumnya, sapi kurban dagangannya hanya tersisa 3-4 ekor saja ketika hari Raya Iduladha menjelang.</p>
<p>&#8220;Yang sisa kami potong sendiri. Karena hari-hari juga jual daging sapi,&#8221; pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/meski-pandemi-tren-penjualan-sapi-kurban-tak-turun/">Meski Pandemi, Tren Penjualan Sapi Kurban Tak Turun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemprov Agresif Jalankan Integrasi Sawit-Sapi</title>
		<link>https://bontangpost.id/pemprov-agresif-jalankan-integrasi-sawit-sapi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2019 09:30:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[pemprov kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[produksi sapi]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<category><![CDATA[sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=59543</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA- Pemprov Kaltim bakal semakin agresif menjalankan integrasi sapi dengan lahan perkebunan kelapa sawit untuk mendorong produksi. Pasalnya, hingga saat ini kontribusi peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan baru mencapai 20 persen. Sisanya masih didatangkan dari luar daerah. Secara keseluruhan, populasi sapi di Kaltim saat ini sebanyak 110.097 ekor. Dengan produksi sebesar 9.129 ton atau 57.791 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemprov-agresif-jalankan-integrasi-sawit-sapi/">Pemprov Agresif Jalankan Integrasi Sawit-Sapi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA- Pemprov Kaltim bakal semakin agresif menjalankan integrasi sapi dengan lahan perkebunan kelapa sawit untuk mendorong produksi. Pasalnya, hingga saat ini kontribusi peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan baru mencapai 20 persen. Sisanya masih didatangkan dari luar daerah.</p>
<p>Secara keseluruhan, populasi sapi di Kaltim saat ini sebanyak 110.097 ekor. Dengan produksi sebesar 9.129 ton atau 57.791 ekor yang dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH) dan luar RPH. Untuk Samarinda, populasi sapi ada 5.682 ekor. Produksinya 2.686 ton atau 17.009 ekor yang dipotong di RPH dan luar RPH. Kebutuhan sapi Samarinda baru terpenuhi sekitar 15 persen.</p>
<p>Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, kebutuhan sapi di Kaltim yang disuplai peternak lokal baru sebanyak 20 persen. Sisanya masih terpenuhi dari luar daerah, yaitu Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Makanya perlu kerja sama semua pihak.</p>
<p>“Semua dinas terlibat, peternakan, perkebunan dan pertanian untuk melakukan percepatan kegiatan integrasi. Khususnya program integrasi sapi di lahan perkebunan maupun pertanian,” jelasnya, Senin (18/2).</p>
<p>Dia menambahkan, pengembangan populasi ternak sapi bisa disinergikan dengan perkebunan kelapa sawit. Disebutkannya, saat ini perkebunan sawit sudah mencapai 1 juta hektare. Sebagai contoh, jika 1 hektare digunakan untuk memelihara dua ekor sapi, maka minimal membutuhkan dua juta ekor sapi.</p>
<p>“Perusahaan sawit perlu terlibat untuk pengembangan sapi di lahan perkebunan ini. Mereka harus mau lahannya dipakai sebagai perkembangan sapi,” tegasnya.</p>
<p>Tak hanya lahan perkebunan, tambahnya, lahan pertanian juga bisa diintegrasikan dengan sapi. Pengembangan budi daya ternak sapi di lahan-lahan pertanian seperti pada lahan tanaman buah-buahan. Karena, selain lahan kebun sawit tentu kebun tanaman buah-buahan juga terdapat pakan yang bagus untuk ternak sapi.</p>
<p>“Tentu kita punya data kawasan tanaman buah-buahan potensial. Kalau sawit saja kita sudah dapat dua juta sapi. Apalagi ditambah lahan pertanian. Kita berharap semua pihak harus terlibat agar Kaltim bisa menambah jumlah populasi sapi,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemprov-agresif-jalankan-integrasi-sawit-sapi/">Pemprov Agresif Jalankan Integrasi Sawit-Sapi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kutim Fokus Tambah Populasi Sapi </title>
		<link>https://bontangpost.id/kutim-fokus-tambah-populasi-sapi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2018 14:30:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Kontrak Pemkab Kutim]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=44690</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Guna mendukung  terwujudnya program swasembada daging dan protein, Kabupaten Kutai Timur  (Kutim) melalui Dinas Pertanian (Distan) fokus melakukan penambahan populasi sapi di sentra-sentra pengembangbiakan di Kutim. Hal itu disampaikan Kepala Distan P Sugiono melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Mardi saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu. Mardi menjelaskan, dalam percepatan swasembada [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kutim-fokus-tambah-populasi-sapi/">Kutim Fokus Tambah Populasi Sapi </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Guna mendukung  terwujudnya program swasembada daging dan protein, Kabupaten Kutai Timur  (Kutim) melalui Dinas Pertanian (Distan) fokus melakukan penambahan populasi sapi di sentra-sentra pengembangbiakan di Kutim. Hal itu disampaikan Kepala Distan P Sugiono melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Mardi saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.</p>
<p>Mardi menjelaskan, dalam percepatan swasembada daging sapi, strateginya mengarah pada struktur hulu yaitu ke arah pembibitan dan pengembangbiakan. Karena selama ini masih terfokus ke arah hilir terutama ke bisnis penggemukan dan impor daging.</p>
<p>&#8220;Sentra pengembangbiakan kita ada di Kecamatan Kaliorang, Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, Muara Wahau dan Kecamatan Rantau Pulung,&#8221; jelas Mardi.</p>
<p>Selain fokus struktur hulu, Distan juga giat menjalankan program Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) dan sudah 300 ekor yang telah diinseminasi. &#8220;Tahun ini ditarget 200 ekor sapi baru lahir. Sekarang kita sudah ada 80 kelahiran,&#8221; bebernya.</p>
<p>Mardi juga mengungkapkan, kini swasembada daging atau protein bukan hanya fokus ke sapi dan kerbau. Melainkan swasembada protein yang sumbernya dari keanekaragaman ternak seperti  peningkatan produksi dan reproduksi ternak kecil seperti kambing, domba, unggas, kelinci, serta ikan yang jumlahnya melimpah.</p>
<p>&#8220;Sekarang untuk suplai ayam potong masih diimpor dari Samarinda. Namun untuk kebutuhan telur ayam, kami sudah dapat memenuhi di angka 50 persen yang paling banyak dari Kecamatan Bengalon,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ditambahkan pula, Distan juga mendorong upaya perbaikan pakan ternak guna mendukung percepatan swasembada daging dan protein hewani.”Sebanyak 30 persen indukan sapi lokal mengalami gangguan nutrisi. Ini menjadi kendala dalam swasembada daging. Untuk mengatasinya diupayakan dengan program Gerakan Peningkatan Kualitas Pakan yang dekat dengan sentra pengembangbiakan,” tutup Mardi. <strong>(hms7/ver)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kutim-fokus-tambah-populasi-sapi/">Kutim Fokus Tambah Populasi Sapi </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kompolotan Pencuri Sapi Didor </title>
		<link>https://bontangpost.id/kompolotan-pencuri-sapi-didor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2018 03:04:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=35793</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Polres Kutai Timur  meringkus empat tersangka pencuri dan satu penadah sapi curian secara terpisah di lokasi berbeda, Jumat (30/3) lalu. Komplotan ini kerap beraksi di daerah pedalaman Kutim. Tersangka pencuri hewan ternak yakni KN (37) warga Desa Mata Air Kaubun yang bertugas mengintai sapi, memotong kaki, menguliti, dan memasukan hasil potongan ke dalam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kompolotan-pencuri-sapi-didor/">Kompolotan Pencuri Sapi Didor </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Polres Kutai Timur  meringkus empat tersangka pencuri dan satu penadah sapi curian secara terpisah di lokasi berbeda, Jumat (30/3) lalu. Komplotan ini kerap beraksi di daerah pedalaman Kutim.</p>
<p>Tersangka pencuri hewan ternak yakni KN (37) warga Desa Mata Air Kaubun yang bertugas mengintai sapi, memotong kaki, menguliti, dan memasukan hasil potongan ke dalam karung. Tersangka kedua berinisial NJ (43) yang juga menetap di Kaubun, dan melakukan tugas yang sama dengan KN di sepuluh Tempat Kejadian Perkara (TKP). Adapun S (35) warga Kecamatan Kaliorang ikut serta di 9 TKP dengan tugas serupa. MU warga Sangkulirang yang terlibat di tiga tempat pun diamankan kepolisian.</p>
<p>AKBP Teddy Ristiawan selaku Kapolres menjelaskan kejadian pencurian tersebut melibatkan enam tersangka. Sebagian dari mereka sudah beraksi di 10 TKP berbeda.</p>
<p>“Empat pelaku sudah diringkus, satu tersangka berinisial US berstatus DPO, dan satu penadah,&#8221; ujarnya saat press realese di Mako Polres Bukit Pelangi, Selasa (3/4).</p>
<p>Adapun S selaku penadahnya, sudah dilakukan pemeriksaan. Namun ia tidak dapat diamankan, pasalnya melihat kondisi kesehatan yang belum normal.</p>
<p>&#8220;Kami sudah lakukan pemeriksaan pada penadah, namun dengan alasan kemanusiaan, ia tidak dapat dikurung karena penyakitnya,&#8221; papar Teddy.</p>
<p>Disisi lain ia mengatakan pelaku akan dikenakan masa kurungan selama tujuh tahun yang mengacu pada pasal 363 ayat (1) ke 1 KUHP.</p>
<p>&#8220;Mereka diringkus saat akan melakukan aksi pencuriannya lagi, kami yang mendapat informasi dan keluhan warga langsung menangkap mereka. Saat akan ditangkap, upaya mereka melarikan diri tidak berhasil karena pihak kepolisian melakukan tindakan tegas dengan penembakan di kaki,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kasatreskrim, AKP Yuliansyah memaparkan daging hasil tangkapan dijual dengan harga 60-80 ribu per kg. Menurutnya penadah hanya satu tempat saja.</p>
<p>&#8220;Seusai melakukan pemeriksaan, dia mengaku tidak mengetahui bahwa daging tersebut hasil curian. Namun kami tetap jadikan dia sebagai tersangka wajib lapor,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kejadian pencurian yang berlangsung sejak januari lalu tersebut terbilang merugikan masyarakat Kutim. &#8220;Saya berharap warga lebih waspada, karena pencurian sapi pada malam hari kerap kali tidak ketahuan,&#8221; tutupnya. (*/la)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kompolotan-pencuri-sapi-didor/">Kompolotan Pencuri Sapi Didor </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>120 Sapi Ditarget Wajib Bunting </title>
		<link>https://bontangpost.id/120-sapi-ditarget-wajib-bunting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Apr 2017 04:54:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=10656</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Tingkatkan Populasi Lewat Inseminasi Buatan BONTANG &#8211; Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) tahun ini menargertkan 120 sapi indukan di Bontang wajib bunting. Pengembangbiakan lewat Inseminasi Buatan (IB) atau suntik kawin itu guna mendukung program pemerintah pusat dalam hal peningkatan produksi daging guna mendukung terpenuhnya swasembada nasional di tahun 2026 mendatang. Lewat program [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/120-sapi-ditarget-wajib-bunting/">120 Sapi Ditarget Wajib Bunting </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Tingkatkan Populasi Lewat Inseminasi Buatan</p>
<p>BONTANG &#8211; Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) tahun ini menargertkan 120 sapi indukan di Bontang wajib bunting. Pengembangbiakan lewat Inseminasi Buatan (IB) atau suntik kawin itu guna mendukung program pemerintah pusat dalam hal peningkatan produksi daging guna mendukung terpenuhnya swasembada nasional di tahun 2026 mendatang.</p>
<p>Lewat program dari Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan RI, DKP3 bersama Wakil Wali Kota Bontang Bari Rase Rabu (12/4) kemarin me <em>launching</em> kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Kelompok Bina Tani Jalan Arief Rahman Hakim, Kelurahan Belimbing. Turut hadir Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Kaltim, Lurah Belimbing, anggota DPRD, Kepala SKPD, perwakilan Polres dan Kodim 0908/BTG, perwakilan PT KMI, perwakilan kelompok tani di Bontang dan masyarakat sekitar.</p>
<p>Kepala DKP3 Aji Erlynawati menjelaskan, tahun ini Bontang mendapatkan jatah Inseminasi Buatan sebanyak 200 ekor sapi betina. Namun dari jumlah tersebut, yang ditarget wajib bunting hanya 120 ekor saja.</p>
<p>“Seluruh sarana produksinya dari pusat. Adapun suksesnya acara hari ini, turut didukung dari swadaya dari kelompok tani dan pihak terkait,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu dalam sambutannya, perwakilan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Kaltim Dadang Sudarya menuturkan, dengan program inseminasi buatan ini diharapkan dapat memperpendek jarak kelahiran sapi, meningkatkan prosuksi daging, serta memacu peternak agar memaksimalkan hasil IB nya sehingga efek akhirnya, juga dapat mensejahterakan peternak itu sendiri.</p>
<p>Dadang menjelaskan, untuk target nasional sendiri mencapai 4 juta ekor. Sementara untuk di Kaltim, sebanyak 18.942 ekor. Kata dia, Bontang secara umum sudah cukup baik. Hanya saja, potensinya perlu digali lagi. tidak hanya sapi potong tetapi juga sapi perah dan kambing.</p>
<p>“Perlunya juga keterlibatan dari perusahaan-perusahaan melalui CSR nya sehingga jumlah indukan sapi bisa terus bertambah,” sebutnya.</p>
<p>Sementara itu, Bari Rase berharap, lewat program Upsus Siwab ini, populasi daging bisa meningkat sehingga swasembada daging untuk kebutuhan masyarakat Kota Taman dapat terpenuhi. (bbg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/120-sapi-ditarget-wajib-bunting/">120 Sapi Ditarget Wajib Bunting </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
