• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Topi Bantuan Pemkot Picu Polemik di SMPN 4 Bontang, Ini Penjelasan Kepala Sekolah

by Dwi Kurniawan Nugroho
27 Januari 2026, 14:43
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala SMPN 4 Bontang, Dorta Situmeang, menjelaskan kebijakan penggunaan topi resmi sekolah saat upacara bendera. (Nasrullah/ Bontang Post)

Kepala SMPN 4 Bontang, Dorta Situmeang, menjelaskan kebijakan penggunaan topi resmi sekolah saat upacara bendera. (Nasrullah/ Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Sejumlah siswa SMP Negeri 4 Bontang sempat dipisahkan barisannya saat upacara bendera karena mengenakan topi bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, bukan topi resmi sekolah.

Peristiwa itu terjadi saat pelaksanaan upacara. Beberapa siswa yang memakai topi putih-biru berlogo Pemkot diminta berbaris terpisah dari siswa lain yang mengenakan topi biru gelap bertuliskan SMPN 4 Bontang.

“Setelah upacara, anak-anak yang pakai topi pemkot dipanggil kepala sekolah dan dijelaskan soal larangan penggunaan topi tersebut saat upacara,” ungkap salah satu orang tua murid.

Menanggapi hal itu, Kepala SMPN 4 Bontang Dorta Situmeang, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak melarang siswa memakai topi bantuan pemkot di lingkungan sekolah. Namun, khusus pada saat upacara bendera, sekolah mewajibkan penggunaan topi resmi SMPN 4 demi menjaga keseragaman.

“Kami hanya mewajibkan saat upacara saja, itu pun sekitar satu jam,” jelas Dorta saat ditemui.

Ia menerangkan, topi resmi sekolah berwarna biru gelap dengan bordir nama SMPN 4 Bontang, berbeda dengan topi bantuan pemkot yang berwarna putih-biru. Perbedaan warna tersebut dinilai mengganggu keseragaman barisan saat upacara berlangsung.

Selain sebagai kelengkapan seragam, topi biru gelap juga berfungsi sebagai identitas siswa, terutama saat mengikuti kegiatan di luar sekolah. Topi tersebut telah dimiliki siswa sejak masuk kelas VII, dan aturan pemakaiannya sudah disosialisasikan kepada siswa maupun wali murid sejak awal.

“Kalau di luar upacara, kami tidak melarang pakai topi pemkot. Yang penting saat upacara saja harus seragam,” tegasnya.

Dorta menambahkan, topi bantuan pemkot diberikan setelah siswa memiliki topi sekolah. Karena perbedaan warna, pihak sekolah tidak menyediakan topi pengganti khusus untuk upacara.

Ia juga memastikan tidak ada sanksi yang diberikan kepada siswa yang tidak mengenakan topi sekolah. Pihak sekolah hanya memberikan penjelasan terkait aturan yang berlaku.

“Tidak ada hukuman. Hanya diberi pemahaman soal aturan seragam,” ujarnya.

Dari total 583 siswa, tercatat hanya 12 siswa yang tidak mengenakan topi sekolah saat upacara. Dorta memastikan seluruh siswa tersebut sebenarnya memiliki topi resmi SMPN 4.

“Saya tanya satu per satu. Kalau memang tidak punya, saya siap beri gratis,” katanya.

Pihak sekolah, lanjut Dorta, juga terbuka memberikan keringanan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan. Namun, jika topi hilang karena kelalaian, siswa tetap diminta membeli kembali sebagai bentuk tanggung jawab.

“Ini bagian dari pembelajaran disiplin dan tanggung jawab,” pungkasnya. (*)

Tags: SMPN 4 Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kapal Feri Miring Saat Sandar di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Satu Penumpang Tewas Terjepit

Next Post

Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Yogyakarta, Terasa Hingga Bantul dan Sleman

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.