bontangpost.id – Bisnis musiman seperti penjualan parsel memang sangat menggiurkan. Biasanya para pengusaha parsel bisa meraup keuntungan berkali-kali lipat setiap musimnya. Begitu pula dengan hampers. Budaya berkirim hampers, kini semakin digandrungi. Pasalnya, hampers banyak dijadikan sebagai hadiah di hari spesial, dengan bentuk yang unik dan cantik.
Sejak awal Ramadan, pesanan hampers pun lumayan tinggi. Hal itu diungkapkan Pemilik kedai Papoy Dimsum Tiwi. Dia bilang bahwa saat ini ia sudah mulai mengerjakan beberapa pesanan.
Diakuinya, tahun ini ia menawarkan lebih banyak pilihan hampers berisi produk-produk dari kedainya. Harganya juga lebih beragam dibandingkan tahun lalu. Mulai Rp 62 ribu hingga Rp 275 ribu. Bukan hanya paket, ia juga menyediakan parsel yang disesuaikan dengan budget konsumen.
“Tahun lalu kami bisa dapat lebih dari Rp 50 juta. Kalau dilihat dari situasi sekarang, Insyaallah bisa lebih besar. Karena mengamati antusias konsumen juga,” katanya, Sabtu (1/4/2023).

Senada Dita pemilik Distrik Eat menjelaskan bahwa produksi hampers sebenarnya bukan hanya saat Ramadan dan Lebaran. Namun puncaknya memang pada momen-momen itu.
Perempuan berhijab itu sudah mulai memasuki segmen hampers sejak 2020. Isi hampers pun mengusung hal yang sedang viral. Sehingga harapannya tidak membuat konsumen bosan. Omzet yang dihasilkan pun selalu meningkat setiap tahunnya. Selama Ramadan, pendapatannya dari hampers mencapai Rp 160 juta. Bahkan, 65% pendapatan cafenya berasal dari hampers.
“Kenaikannya 30% di tahun-tahun sebelumnya. Jadi tahun ini kami targetkan presentase kenaikkanya segitu lagi,” ujarnya.
Harga yang ditawarkan pun beragam. Dari Rp 95 ribu hingga Rp 190 ribu.
“Kalau masih awal Ramadan, biasanya lebih banyak yang pilih paket Rp 95 ribu dan Rp 150 ribu. Mendekati Lebaran baru banyak yang pilih Rp 190 ribu. Karena paket itu (190 ribu) ada souvenir untuk lebarannya,” pungkasnya.
Sementara itu, produsen parsel Toko Anugerah Jaya yang terletak di depan Ramayana mengatakan biasanya permintaan datang dari kantor-kantor dan perusahaan. Parsel yang ditawarkan mulai harga Rp 100 ribu dan tidak ada harga maksimal. Sebab ia membuatnya berdasarkan budget konsumen.
“Enggak ada paling mahalnya. Tergantung dari permintaan saja. Bahkan pernah ada yang pesan dengan budget Rp 1,5 juta,” ucap pemilik toko yang tidak ingin disebutkan namanya itu.
Selain berisi makanan ringan, sirup, dan kue Lebaran, ada juga parsel yang berisi satu set cangkir maupun mangkok keramik. Tahun lalu ia bisa menjual lebih dari 150 parsel.
“Sekarang belum keliatan. Karena masih awal Ramadan juga kan. Puncaknya dekat Lebaran nanti,” tutupnya. (*)


