• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Wabup Kutim Sentil Pejabat Punya Keluarga Kontraktor, Ingatkan Potensi Konflik Kepentingan

by Redaksi Bontang Post
19 Agustus 2026, 19:35
in Kaltim
Reading Time: 1 min read
0
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyampaikan sambutan dalam sosialisasi antikorupsi dan pengendalian gratifikasi di Kantor Bupati Kutim, Rabu (19/8/2026). (JUFRIADI/KP)

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyampaikan sambutan dalam sosialisasi antikorupsi dan pengendalian gratifikasi di Kantor Bupati Kutim, Rabu (19/8/2026). (JUFRIADI/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Kutai Timur – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengingatkan pejabat di lingkungan pemerintah daerah untuk menghindari konflik kepentingan dalam pelaksanaan pekerjaan pemerintahan.

Hal itu disampaikan Mahyunadi saat Sosialisasi Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi yang digelar Inspektorat Wilayah (Itwil) Kutim di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Rabu (19/8/2026).

Mahyunadi mencontohkan potensi konflik kepentingan yang dapat terjadi ketika pejabat memiliki hubungan keluarga dengan pihak yang menjalankan usaha kontraktor. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi persoalan apabila berkaitan dengan kewenangan pejabat dalam pelaksanaan proyek.

Baca Juga: Pemkab Kutim Boyong Tiga Penghargaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia

“Misalnya dia PPK, istrinya kontraktor, itu pintar namanya. Itu pintar berbisnis. Tapi menurut aturan itu tidak benar. Karena itulah yang namanya gratifikasi,” ujarnya.

Menurut Mahyunadi, persoalan tersebut perlu diperhatikan karena pejabat yang terlibat dalam pengelolaan kegiatan memiliki kewenangan dalam proses pekerjaan. Karena itu, kepentingan pribadi dan tugas pemerintahan harus dipisahkan.

Dia juga mengingatkan aparatur untuk tidak membiasakan diri menerima hadiah. Menurutnya, pencegahan gratifikasi perlu dimulai dari kebiasaan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

“Saya ingin menegur keras, budaya kita yang masih banyak menerima hadiah, hadiah bahkan menjadi kebiasaan,” katanya.

Mahyunadi mengatakan peringatan tersebut juga berlaku bagi dirinya sebagai bagian dari jajaran eksekutif Pemkab Kutim. Dia menyebut perubahan lingkungan kerja dapat menjadi tantangan dalam mempertahankan integritas.

“Bisa jadi saya yang dulunya pejabat cukup lurus bisa jadi dengan keadaan bisa jadi menjadi bengkok-bengkok,” tuturnya.

Selain konflik kepentingan, Mahyunadi meminta pejabat tidak menggunakan pemahaman terhadap aturan untuk mencari celah melakukan penyimpangan. Menurutnya, pengetahuan mengenai integritas harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas.

“Bukan sebaliknya, justru pengetahuan integritas itu jangan sampai dijadikan hal-hal bagi kita untuk mencari celah. Mencari celah bagaimana caranya melakukan penyimpangan-penyimpangan agar aman,” ujarnya.

Dia berharap sosialisasi antikorupsi tidak berhenti pada pemahaman mengenai aturan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan pemerintahan, termasuk dalam pengelolaan proyek dan anggaran daerah. (KP) 

Tags: Nepotisme
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Radar MBG Ungkap Sejumlah SPPG di Bontang Belum Laporkan Menu dan Kandungan Gizi

Next Post

HUT Ke-81 RI, Pupuk Kaltim Teguhkan Peran Dukung Kedaulatan Pangan Indonesia

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.