• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Warga Minta Operasi Patuh Mahakam Jangan Berlebihan 

by BontangPost
21 Mei 2017, 12:31
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
MELANGGAR: Aparat kepolisian menggelar operasi Patuh Mahakam 2017 di Kutim.(Foto Dok/Sangpost)

MELANGGAR: Aparat kepolisian menggelar operasi Patuh Mahakam 2017 di Kutim.(Foto Dok/Sangpost)

Share on FacebookShare on Twitter

Utamakan Pendekatan Ketimbang Tilang 

SANGATTA – Operasi Patuh Mahakam 2017 yang mulai dilaksanakan pada 9-22 Mei 2017 dianggap berlebihan. Pasalnya, petugas razia tidak memandang antara pelanggaran fatal, sedang, ringan, dan ketidaktahuan. Semua dihantam rata. Dianggap melanggar langsung ditilang tanpa ampun.

Padahal, banyak cara bijak untuk menyadarkan masyarakat dalam tertib berlalu lintas. Tidak harus ditilang, akan tetapi lakukan pendekatan persuasif  dan peringatan mendidik. Dengan cara itulah masyarakat segan dan menghargai keberadaan polisi. Namun sebaliknya, jika menggunakan jurus tilang,  niscaya masyarakat semakin geram dan hilang rasa kepercayaan.

Contoh kasus, seperti STNK mati, lampu tidak menyala, tidak membawa SIM, dan bonceng tiga tidak harus ditilang. Ini semua cukup diberikan peringatan. Tidak harus berakhir sidang dan membayar denda. Jika ini terjadi maka akan memberatkan masyarakat. Terlebih bagi mereka yang miskin ataupun kendaraan pinjaman.

Baca Juga:  Pemkab Hanya 'Obral' Janji, Pedagang Pertanyakan Kejelasan Listrik PIS 

Tilang bisa saja diterapkan, asal pelanggaran yang dilakukan pengendara terbilang fatal. Seperti melawan arus di jalan poros, menerobos lampu merah, dan ugal-ugalan di jalan hingga membahayakan pengendara lain. Kalaupun bisa, pelanggaran demikian ini cukup diberikan peringatan yang sama.

“Jadi petugas razia harus bijak. Berikan kesempatan bagi mereka yang dianggap melanggar memberikan alasan. Utamakan nilai kemanusiaan dan dampak positif kedepannya. Gunakan penilayan objektif.

Saya yakin kalau polisi merubah pola tilang dengan pendekatan dari hati ke hati, semakin banyak yang cinta dan menghargai polisi.  Dengan begitu masyarakat akan sadar dengan sendirinya. Toh yang kita cari kesadaran, bukan berapa banyak yang akan ditilang,” ujar Rahmat Warga Sangatta Selatan yang tertangkap tilang lantaran tidak membawa SIM.

Baca Juga:  8 Calon DPD untuk Kaltim Lolos Verifikasi Faktual

Curhatannya cukup beralasan. Jika ditelisik lebih mendalam, bukan dirinya yang melakukan kesalahan, hanya saja ia tidak diberikan kesempatan untuk mendapatkan SIM. Ia mengaku sudah beberapa kali mencoba membuat SIM namun dianggap gagal. Lolos teori,  akan tetapi gagal praktek.

“Saya sudah usaha beberapa kali untuk mencoba buat SIM. Tetapi gagal terus di praktek. Seharusnya ada kebijakan minimal dua kali gagal dan ketiganya diloloskan. Karena praktek itu hanya formalitas saja. Tidak sebodoh itu saya naik motor. Mau balapan ayo. Saya yakin, polisi yang bertugas itu sudah ribuan kali tes prakteknya makanya lolos. Coba suruh yang lain, mungkin lebih parah dari saya,” katanya mengeluhkan.

Baca Juga:  Pelabuhan Kenyamukan Ganti Nama

Tak kalah dikeluhkannya, dirinya terkena tilang di Jalan Diponegoro. Padahal setahunya hanya tiga lokasi saja yang difokuskan dalam Operasi Patuh Mahakam 2017 ini. Yakni Jalan Poros Yos Sudarso, Jalan Poros Sangatta-Bontang dan Jalan Poros Sangatta-Bengalon.  Namun faktanya, anggota kepolisian menyebar dibeberapa titik. Seperti Diponegoro, Jalan Inpres, Margo Santoso, dan beberapa titik lainnya.

“Teman saya ditilang di Jalan Inpres dan APT. Pranoto. Hanya sepele saja. Karena lupa bawa perlengkapan kendaraan. Parahnya, kalau yang di Inpres dan Diponegoro hanya dua orang saja. Setahu saya kalau operasi seperti ini harus gabungan,” kata Rahmat. (dy)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Operasi patuhramadanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tekan Jumlah Kelahiran, Vasektomi Solusi bagi Pria

Next Post

Cegah Marebaknya Bisnis ‘Lendir’ Selama Ramadan, Satpol Rahasiakan Jadwal Razia

Related Posts

Aturan Baru KBM Ramadan 2026, Sekolah Dilarang Beri Tugas Berat ke Siswa
Nasional

Aturan Baru KBM Ramadan 2026, Sekolah Dilarang Beri Tugas Berat ke Siswa

19 Februari 2026, 09:00
Hasil Sidang Isbat 2026, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari
Nasional

Hasil Sidang Isbat 2026, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari

17 Februari 2026, 21:11
Operasi Patuh Mahakam, Polres Bontang Sasar Pelanggaran Kasat Mata
Bontang

Operasi Patuh Mahakam, Polres Bontang Sasar Pelanggaran Kasat Mata

13 Juli 2025, 14:55
Libur Sekolah Ramadan Diperpanjang Jadi 28 Hari
Nasional

Libur Sekolah Ramadan Diperpanjang Jadi 28 Hari

5 Maret 2025, 12:40
Tata Cara dan Niat Mandi sebelum Puasa Ramadan, Lengkap dengan Doa dan Keutamaannya
Ragam

Tata Cara dan Niat Mandi sebelum Puasa Ramadan, Lengkap dengan Doa dan Keutamaannya

28 Februari 2025, 16:00
Stok Daging dan Telur di Kaltim Selama Ramadan Dijamin Berlimpah
Kaltim

Stok Daging dan Telur di Kaltim Selama Ramadan Dijamin Berlimpah

14 Februari 2025, 11:30

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor Hilang Kendali di Jalan Poros Bontang–Samarinda, 1 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.